semanis cokelat.. sepahit kopi

I’m just ordinary person

Ditulis dalam purwaaja oleh Purwa Sari pada Februari 9, 2010

Menelepon pukul 23.56 WIB untuk bilang semangat

artinya apa?

Saya hanya makhluk.. Jgn terlalu berharap sama makhluk.. nanti kecewa.. Maaf,,saya hanya belum yakin..

*fase labil jilid dua hari ini*

kenapa-kenapa?

Ditulis dalam purwaaja oleh Purwa Sari pada Februari 9, 2010

Why am I so serious?

nyantai aja kali..

*postingan labil*

Tugas Farmol, macam-macam obat sistem pernafasan

Ditulis dalam Kesehatan oleh Purwa Sari pada Februari 8, 2010

Selamat menempuh semester 6 dan kita ketemu lagi dengan mata kuliah Farmakologi dan Toksikologi jilid II. Pengen BEDA dari semester lalu, cukup dapat nilai “cukup”. Aaarrrgghhh ayo semester ini lebih baik! Gak ada tuh kutukan kalo Farmol I nya “cukup”, Farmol II nya juga “cukup”: Nonsense!

Kali ini aku lagi nyari tugas pertama, tentang macam-macam obat batuk dan mekanismenya. Sekilas aku posting di blog ini biar inget (hasil dari googling)…

Antitusif

Antitusif bekerja menghentikan batuk secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Dengan demikian tidak sesuai digunakan pada kasus batuk yang disertai dengan dahak kental, sebab justru akan menyebabkan dahak sulit dikeluarkan.

Ekspektoran

Golongan ini tidak menekan refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah mudah dikeluarkan. Dengan demikian tidak rasional jika digunakan pada kasus batuk kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek samping. Obat golongan ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita tukak lambung.

Antihistamin

Golongan kedua ini merupakan kelompok CTM (chlor-trimeton) dan kawan-kawan. Di kemasan obat, ia lebih sering tampil bergaya dengan nama panjangnya, klorfeniramin maleat. Ketiganya setali tiga uang.

Histamin sendiri merupakan substansi yang diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa gatal, yang biasanya dikuti oleh bersin-bersin.

Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan ini bisa menyebabkan Anda mengantuk pada saat rapat.

Dekongestan

Di antara beberapa jenis dekongestan, PPA (phenyl propanolamine) merupakan obat yang paling banyak diributkan setelah Ditjen POM (Sekarang Badan POM) menarik obat-obat flu yang mengandung PPA lebih dari 15 mg. Di Amerika Serikat, obat ini selain dipakai di dalam obat flu dan batuk, juga digunakan sebagai obat penekan nafsu makan yang dijual bebas.

Dalam dosis tinggi, PPA bisa meningkatkan tekanan darah. Jika digunakan terus-menerus, dapat memicu serangan stroke. Untuk mencegah efek buruk inilah, Dirjen POM membuat kebijakan membatasi PPA di dalam obat flu dan obat batuk, maksimal 15 mg per takaran.

Tabel-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk.

Jika batuk Anda Pilihlah yang mengandung Contoh obat
Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, atau noskapin
Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guajakolat (GG, atau guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida
Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler Antihistamin Difenhidramin, klorfeniramin (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin
Disertai dengan napas yang tidak lega Dekongestan Fenil propanol amin, efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin

Nah yang dicari adalah merk dagang obat yang fungsinya sebagai antitusif dan ekspektoran, istilahnya ya kayak “obat sapu jagat” gitu jadi satu obat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakity.  Alhamdulillah dapet nih satu sumber dari sini..

Tabel komposisi beberapa obat batuk

Merek obat Komposisi (golongan)
Actifed DM Tripolidin (antihistamin)

Pseudoefedrin (dekongestan)

Dekstrometorfan (antitusif)

Benadryl DMP Difenhidramin (antihistamin, antitusif)

Dektrometorfan (antitusif)

Fenilefrin (dekongestan)

Ammonium klorida (ekspektoran)

Natrium sitrat (ekspektoran)

Bisolvon Bromheksin (ekspektoran)
Komix Dekstrometorfan (antitusif)

CTM (antihistamin)

PPA (dekongestan)

Ammonium klorida (ekpektoran)

Kalibex Dekstrometorfan (antitusif)

Difenhidramin (antihistamin, antitusif)

PPA (dekongestan)

Vicks

formula 44

Dekstrometorfan (antitusif)

Doksilamin (antihistamin, antitusif)

Woods

Antitussive

Dekstrometorfan (antitusif)

Difenhidramin (antihistamin, antitusif)

Woods

Expectorant

Bromhexin (ekspektoran)

Guaifenesin (ekspektoran)

Campur Aduk

Ditulis dalam Pengalaman oleh Purwa Sari pada Februari 8, 2010

Aku seperti kembali ke masa kecilku dengan sebagian perasaanku yang telah 20 kali mengitari matahari

Teringat tiga sahabat yang ikut merobek kertas darinya

Muka memerah mengingat yang merah

Dulu dan sekarang bisa jadi sama

The past can be my present then I work it out to be my future

will I?

God will..

Tetap satu tujuan

Berada di tengah senyuman dan kebohongan, bukan semacam ketidakjujuran karena sebenarnya kejujuran itu sering terucapkan namun penuh dengan alasan

padahal tak perlu alasan untuk ini

Yaaah…semua adalah heterogen

–Bandung, 08022010



Ditandai sebagai:, , ,

“Gitu Aja Kok Repot”

Ditulis dalam Persahabatan oleh Purwa Sari pada Februari 8, 2010

Aku punya cerita khayalan sendiri tentang hidupku. Jadi kenyataan atau tidak  sebagian besar ditentukan oleh takdir. Kalau mau ke A, haruskah aku berjalan di pathway-nya A? Bagaimana kalau aku ingin ke A tapi menempuh jalan B? Mungkinkah aku mendapatkan A?

Ketika aku memutuskan untuk menuju A melewati jalan B aku tetap yakin ada faktor lain yang bisa membawaku dengan sendirinya ke A. Teori dan pengalaman menyatakan bahwa yang penting usaha dulu, usaha secara maksimal dan berdoa, hasilnya nanti serahkan kepada Tuhan, dan itulah takdirmu! Dan kebanyakan usaha adalah sinergis dengan tujuan. Lalu aku masih mempertanyakan, bagaimana kalau aku memilih usaha yang antagonis dengan tujuan?

Salah seorang yang menjawab pertanyaanku adalah Alm. Bapak Gusdur, waktu itu beliau belum  meninggal, dan sampai sekarang perkataannya masih terngiang-ngiang: “Gitu aja Kok repot!”

I’ll pray for my choice. Allah, You’re the best director.

Ditandai sebagai:, , , ,

He’s just not that into you (review)

Ditulis dalam Review oleh Purwa Sari pada Januari 23, 2010

He's just not that into you

Sebuah penyajian unik diawal cerita dimana para wanita dari beberapa negara memberikan saran  menyesatkan kepada teman wanita mereka yang sedang galau menerka perasaan seorang pria. Padahal sebenarnya yang diperlukan para wanita tersebut hanyalah sebuah kalimat kejujuran “He is Just Not That Into You”. Bukankah kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada berkamuflase membohongi perasaan sendiri?

He’s Just Not That Into You adalah film adaptasi dari sebuah buku pembangun jiwa yang ditulis oleh Greg Behrendt dan Liz Tucillo. Buku yang dipublikasikan tahun 2004 ini  langsung meraih gelar New York Times Bestseller dan sempat ditampilkan di acara The Oprah Winfrey Show juga serial ngetop Gilmore Girls episode Pulp Friction.
Kedua penulisnya mengaku kalau buku ini diinspirasi serial populer Sex and the City episode “Pick-A-Little, Talk-A-Little” dimana Miranda bertanya pada pacar Carrie, Jack Berger, tentang potensi ketertarikan seorang pria di dalam percintaan. Miranda resah karena ada seorang pria yang menolak undangan untuk datang ke apartemennya dengan alasan harus rapat pagi harinya. Jack lalu mengatakan “He’s just not that into you” karena saat seorang memang ditakdirkan untukmu, dia akan datang tanpa diundang, ada atau tidak ada rapat esok paginya.
Sutradara film ini, Ken Kwapis, sebelumnya pernah sukses menggarap serial tv populer semacam E.R, The Office, dan Malcolm in the Middle. Ken yang merasa tertantang mengadaptasi buku populer ini ke dalam format selluloid lalu membuatnya dalam beberapa cerita dan tokoh yang saling memiliki benang merah. Sebagai karakter utama ia memilih Gigi (Ginnifer Goodwin), seorang wanita muda yang selalu salah mengerti sinyal yang ia dapatkan dari pria-pria teman kencannya. Sampai kemudian ia berkenalan dengan seorang pemilik bar,  alex (Justin Long). Koneksi cerita terjalin saat teman Gigi, Janine (Jennifer Connelly) yang selama ini merasa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja mulai menyadari kalau ia hanya menipu diri sendiri, padahal antara ia dan suaminya Ben (Bradley Cooper)sudah tidak ada gairah percintaan lagi. Dan tanpa sepengatahuannya, Ben  malah terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita seksi, Anna (Scarlett Johansson), yang ia bantu menjadi seorang penyanyi. Teman kerja Gigi yang lainnya, Beth (Jennifer Aniston) sebetulnya merasa enjoy menjalani 5 tahun hidup serumah dengan Neil (Ben Affleck) tetapi lama kelamaan ia kesal juga karena Neil tidak kunjung memintanya untuk menikah. Sang produser executive, (Drew Barrymore, juga tidak mau ketinggalan tampil sebagai Marry, teman Anna yang akhirnya malah jadian dengan Connor, mantan pacar Anna sekaligus juga salah satu pria yang pernah menolak Gigi.

Rupanya banyak yang menyukai tema kejujuran film yang disebut-sebut sebagai versi Amerika-nya film drama-romantis Inggris, Love Actually. Terbukti sejak minggu pertama pemutaran, film ini berhasil mengantongi 27.8 juta dollar Amerika dan hingga akhir juni ini berhasil meraup keuntungan sebanyak 165 juta dollar Amerika dengan biaya produksi hanya 25 juta dollar Amerika.
Kesuksesan He’s Just Not That Into You boleh jadi tidak lepas dari theme song manis garapan komposer Cliff Eidelman yang juga menggandeng musisi seperti The Cure, R.E.M, James Morrison, Maroon 5, Keane dan Lily Allen. Bahkan sang pemeran Anna, Scarlett Johansson turut menyumbangkan suaranya lewat lagu “Last Goodbye”.
Inti cerita  He’s Just Not That Into You memang simpel, tentang kehidupan beberapa wanita serta quarterlife crisis nya. Namun yang membuat film ini unik adalah cara untuk memahami bahasa laki-laki yang disampaikan melalui gesture dan ucapan bersayap mereka. Banyak wanita kurang bisa menangkap gesture dan pesan bersayap dari para lelaki atau bahkan pasangannya sendiri. Apakah dirinya cuma sekedar the rule or exception?

sumber: http://xxicinema.com/slowmotion/he-s-just-not-that-into-you-film-paling-jujur,884.htm

Ditandai sebagai:, , , , ,

Teman–Kawan–Sahabat–Apapun itu sebutan untuk mereka

Ditulis dalam Persahabatan oleh Purwa Sari pada Januari 20, 2010

Saya mungkin tidak akan melupakan saat-saat bersama dengan segerombolan manusia berjilbab ini yang saya sebut teman–kawan–sahabat–atau apapun itu sebutan untuk mereka, terkecuali kalau saya mengalami amnesia. Masa kuliah. Saya bertrmu dengan mereka di kampus tercinta –kapan-kapan kalau saya sedang semangat saya ingin cerita tentang semua orang yang mewarnai kehidupan saya, tapi karena ini lagi anget-angetnya baru keluar dari oven yang jaraknya nun jauh di sana dari kota Bandung, jadi saya bercerita ttg yang saya sebut mereka dulu.okay?! :D

Foto yang di samping bukanlah segerombolan anak geng. Kita melabelkan diri masing-masing sebagai ibu-ibu pkk –entah kenapa, tapi saya yakin karena salah satu cita-cita kita adalah menjadi ibu yang baik, istri yang setia, dan wanita yang shalehah..amienn– hampir setiap waktu di kampus kita bersama. Bukan berarti kita tidak mau berteman dengan yang lain. Karena terkadang KAMI JUGA BOSAN apabila terus bersama melakukan hal yang sama. Imbang lah yaa~

Sekarang kita semester 6. Sebentar lagi lulus sarjana..amien. Orang tua pun  menganggap kita sudah dewasa di usia ini. Mereka mempercayai kita, mendukung kita dan membiarkan kita untuk memilih. Kita dibebani dengan tanggung jawab besar. Tidak seperti beberapa tahun lalu. Sekolah–>pulang. Akhir-akhir ini saya menyadari kuantitas keberadaan saya di rumah semakin menipis. Lalu dimana saya? salah satunya dimana lagi kalau bukan bersama mereka.

Saya bersyukur karena mereka adalah orang yang saling mendukung bukan menjatuhkan, orang yang saling memberi namun tidak jarang juga ingin menerima,hehe.. Mereka bisa tertawa lepas dan terkadang mendapati rasa cemas yang berlebihan. Mereka dewasa dan bijak tapi selalu diwarnai dengan kemanjaan dan perhatian. Mereka optimis dan semangat.

Sehabis membaca novel 5 cm saya jadi ingat mereka dan saya ingin memekikkan semangat bagi kita samua.. ingaat..

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
[5cm]“

Donny Dhirgantoro

Kita yakin kita bisa jadi sarjana dalam waktu yang sama. Kita yakin orang tua kita akan menangis bangga untuk kita. Kita yakin adik-adik kita akan lebih pintar dari kita. Dan kita yakin ALLAH akan selalu ada untuk kita. Semangat temaan. Semester 6.

-Bandung, 20 Januari 2009-

Salut sama pelajar yang belajar di luar negeri

Ditulis dalam Jalanan oleh Purwa Sari pada Januari 10, 2010

Sengaja saya mencari tahu tentang pengalaman-pengalaman orang hebat yang belajar di luar negeri lewat internet. Saya menemukan sebuah situs ini tentang pengalaman kaum pelajar dan mahasiswa yang hidup dan belajar di negeri Belanda –negeri yang telah menjajah Indonesia 3,5 abad–. Akhir-akhir ini saya tertarik dengan cerita bertemakan traveling. Eropa, Amerika, Australia semuanya menggoda dan membuat iri. Laskar pelangi mengingatkan saya tentang tanah Eropa, Adelaide Sky-nya Adhitia Sofyan mengingatkan saya tentang Australia. Dan mungkin Presiden Obama mengingatkan saya tentang Amerika.

Sebenarnya saya gak tertarik amat belajar di luar negeri. Lebih tepatnya mungkin saya lebih suka untuk jalan-jalan ke luar negeri. Dari cerita yang saya baca dan saya dengar, hidup di luar negeri itu keras (pastinyoo). Tapi sebenarnya apa sih yang gak keras? semua butuh pengorbanan dan perjuangan. Dan saya memahami (sedikit) tentang diri saya yang lemah dan belum tahan terhadap situasi asing yang menyebabkan harus berpikir keras untuk bertahan hidup.

Bermimpi adalah kebebasan setiap orang. And I am merely a person who had many dreams. Let only spoken, do not blame if not yet materialized. At one point I’m sure the dreams will come true. Yess. Andaikan malam ini saya bermimpi ke luar negeri, saya ingin bermimpi ke Perancis. Melewati eksotisme arsitektur Perancis. Makan malam bersama orang terkasih di seberang menara Eiffel. Musim panasnya kita lalui dengan jalan-jalan ke laut Mediterania. Berfoto-foto di pesisir Laut Tengah. Melihat dari atas tebing suatu hamparan biru luas cerminan dari langit yang menawan. Biarpun makanan di sana kurang sesuai dengan lidah orang Indonesia, khususnya saya sang pemilih, saya rela hanya sekedar makan nasi padang atau masakan khas Indonesia di negeri orang (lah terus ngapain pulak jauh-jauh ke luar cuma makan nasi padang?) It’s okay :)

So, doakan saja mudah-mudahan saya bisa benar-benar ke sana. Buat belajar tentunya.

Ditandai sebagai:, , , ,

My blog

Ditulis dalam Persahabatan oleh Purwa Sari pada Januari 10, 2010

Jangan mengira aku akan berhenti dan menghapus jejak-jejakmu dalam keseharianku. Sejenak aku tinggalkan karena aku tidak punya ide untuk mengisi kebebasanku ini. Kau menggodaku. Dengan menyediakan kotak putih kau terus memaksaku mencurahkan isi hatiku. Kau melihatku, mendengarku, dan merasakan luapan perasaanku lewat apa yang kau rasakan. Lemah kah, kuat kah, lama kah, atau sebentar kah.

Bermodalkan listrik aku bisa mengaksesmu. So easy to know me. Andai cahaya selalu berada dalam keadaan terbatas atau kekurangan mungkin aku tidak akan semelankolis ini, tetapi mungkin akan lebih melankolis. Aku harus berterima kasih kepada Perusahaan Listrik Negara untuk jasanya mengatur distribusi listrik. Terima kasih karena di daerahku listrik lancar dan tersebar. Kadang listrik dipadamkan untuk melindungimu dari sambaran petir. Lilin tidak akan membantuku dalam hal ini.

Kontemplasi dan melankolia adalah kebebasanku. Andai saja aku tahu bagaimana memanfaatkannya. Dan setidaknya aku menemukan satu jawaban: kamu –walaupun dengan begitu aku harus bercerita padamu–

Jika kalian melihat pintuku terbuka sebagian, masuklah. Dan bantu aku memberikan sebuah kisah padanya.

Ditandai sebagai:, , ,

naive

Ditulis dalam purwaaja oleh Purwa Sari pada Januari 8, 2010

Oh ternyata begini  rasanya berkomunikasi dengan banyak orang dalam satu waktu dan tempat dengan tanpa memilih-milih siapa yang harus didahulukan karena semua orang adalah penting. Oh begini rasanya ditolak ketika berniat tulus memberi. Oh begini rasanya harapan dihancurkan oleh satu respon panca indera. Sangat sayang-disayangkan, kesadaran datang di akhir waktu.

Seseorang berkata setiap hari ibarat lembaran dari sebuah buku. Ada cerita menarik yang dijalani, hikmah yang dapat digali, pengalaman  yang bisa dibagikan.  Dan hidup sangat fluktuatif!

jika hidup terus berputar, biarlah berputar
akan ada harapan sekali lagi, seperti dulu (Sheila on 7)

Ditandai sebagai:, ,