Tugas Farmol, macam-macam obat sistem pernafasan
February 8, 2010 at 12:37 pm 4 comments
Selamat menempuh semester 6 dan kita ketemu lagi dengan mata kuliah Farmakologi dan Toksikologi jilid II. Pengen BEDA dari semester lalu, cukup dapat nilai “cukup”. Aaarrrgghhh ayo semester ini lebih baik! Gak ada tuh kutukan kalo Farmol I nya “cukup”, Farmol II nya juga “cukup”: Nonsense!
Kali ini aku lagi nyari tugas pertama, tentang macam-macam obat batuk dan mekanismenya. Sekilas aku posting di blog ini biar inget (hasil dari googling)…
Antitusif
Antitusif bekerja menghentikan batuk secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Dengan demikian tidak sesuai digunakan pada kasus batuk yang disertai dengan dahak kental, sebab justru akan menyebabkan dahak sulit dikeluarkan.
Ekspektoran
Golongan ini tidak menekan refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah mudah dikeluarkan. Dengan demikian tidak rasional jika digunakan pada kasus batuk kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek samping. Obat golongan ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita tukak lambung.
Antihistamin
Golongan kedua ini merupakan kelompok CTM (chlor-trimeton) dan kawan-kawan. Di kemasan obat, ia lebih sering tampil bergaya dengan nama panjangnya, klorfeniramin maleat. Ketiganya setali tiga uang.
Histamin sendiri merupakan substansi yang diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa gatal, yang biasanya dikuti oleh bersin-bersin.
Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan ini bisa menyebabkan Anda mengantuk pada saat rapat.
Dekongestan
Di antara beberapa jenis dekongestan, PPA (phenyl propanolamine) merupakan obat yang paling banyak diributkan setelah Ditjen POM (Sekarang Badan POM) menarik obat-obat flu yang mengandung PPA lebih dari 15 mg. Di Amerika Serikat, obat ini selain dipakai di dalam obat flu dan batuk, juga digunakan sebagai obat penekan nafsu makan yang dijual bebas.
Dalam dosis tinggi, PPA bisa meningkatkan tekanan darah. Jika digunakan terus-menerus, dapat memicu serangan stroke. Untuk mencegah efek buruk inilah, Dirjen POM membuat kebijakan membatasi PPA di dalam obat flu dan obat batuk, maksimal 15 mg per takaran.
Tabel-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk.
| Jika batuk Anda | Pilihlah yang mengandung | Contoh obat |
| Kering (tanpa disertai dahak) | Antitusif | Dekstrometorfan, atau noskapin |
| Disertai dahak | Ekspektoran | Bromheksin, gliseril guajakolat (GG, atau guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida |
| Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler | Antihistamin | Difenhidramin, klorfeniramin (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin |
| Disertai dengan napas yang tidak lega | Dekongestan | Fenil propanol amin, efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin |
Nah yang dicari adalah merk dagang obat yang fungsinya sebagai antitusif dan ekspektoran, istilahnya ya kayak “obat sapu jagat” gitu jadi satu obat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakity. Alhamdulillah dapet nih satu sumber dari sini..
Tabel komposisi beberapa obat batuk
| Merek obat | Komposisi (golongan) |
| Actifed DM | Tripolidin (antihistamin)
Pseudoefedrin (dekongestan) Dekstrometorfan (antitusif) |
| Benadryl DMP | Difenhidramin (antihistamin, antitusif)
Dektrometorfan (antitusif) Fenilefrin (dekongestan) Ammonium klorida (ekspektoran) Natrium sitrat (ekspektoran) |
| Bisolvon | Bromheksin (ekspektoran) |
| Komix | Dekstrometorfan (antitusif)
CTM (antihistamin) PPA (dekongestan) Ammonium klorida (ekpektoran) |
| Kalibex | Dekstrometorfan (antitusif)
Difenhidramin (antihistamin, antitusif) PPA (dekongestan) |
| Vicks
formula 44 |
Dekstrometorfan (antitusif)
Doksilamin (antihistamin, antitusif) |
| Woods
Antitussive |
Dekstrometorfan (antitusif)
Difenhidramin (antihistamin, antitusif) |
| Woods
Expectorant |
Bromhexin (ekspektoran)
Guaifenesin (ekspektoran) |
Entry filed under: Kesehatan. Tags: antitusif, dekongestan, ekspektoran, jenis batuk, macam-macam obat batuk, obat batuk.




1.
maya | April 8, 2010 at 10:45 am
maksih ea kak tp
2.
sony | March 14, 2011 at 10:57 am
saya mau tanya kalu untuk penyakit batuk kering dan menggagu pernafasan obatnya ap y.
3.
novri | September 10, 2011 at 4:56 am
hmppp
4.
Arif Wicaksono | November 10, 2011 at 6:06 am
mbak, apa ada dekongestan yang dijual bebas diapotik (generik) dalam bentuk tablet, jadi belum dicombinasi dengan kandungan lain seperti obat2 yang telah beredar di pasaran?Thanks B4