Banjir Februari di Kab. Bandung, Banjir Terparah dalam Dua Dekade
February 20, 2010 at 2:36 am Leave a comment
Baru sadar, ternyata sudah lama saya gak baca-baca koran dan berita. Beginilah, hanya mengandalkan apa yang diberikan, gak mau usaha nyari informasi ke mana-mana padahal alat pendukung sudah ada. Semenjak saya pakai layanan internet, kiriman koran langganan sudah berhenti. Niatnya biar ngirit, toh cari informasi lewat dunia maya bisa lebih cepat (tadinya), eh ternyata saya malah semakin malas mencari informasi-informasi penting kecuali kalau kepepet. Jadinya ya kelewat deh berita-berita penting tapi untungnya saya gak terlalu ketinggalan banget, kalau dengar cerita teman kuliah, anak kost, yang tidak punya televisi atau internet ternyata mereka lebih tertinggal dari saya. hehe..
Ada berita apa akhir-akhir ini?
Kemarin saya diceritakan teman saya bahwa tim Ganesha Rescue (tim sigap bencana kampus) mengajak massa kampus untuk turun ke daerah Kabupaten Bandung karena telah terjadi banjir parah di sana. Dibuka posko bantuan dan siapa pun bisa menyumbang apa saja; uang, pakaian atau bahkan buku. Bantuan dikumpulkan oleh seluruh mahasiswa yang ingin menyumbang dan nanti disalurkan oleh mereka. Malamnya saya sengaja browsing internet tentang berita ini karena saya ditugasi membuat artikel tentang kesehatan pasca banjir untuk ditempel di himpunan, sebelum saya tau apa yang harus ditulis saya ingin mencari tahu bagaimana keadaan sampai saat ini. Dan saya kaget, ternyata banjir musim ini adalah banjir terparah dalam dua dekade di Kab. Bandung terutama di daerah Baleendah, dayeuhkolot dan Banjaran. Banjir yang melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat saat ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu lebih dari dua dekade setelah banjir besar terjadi tahun 1986.

Suasana banjir yang menggenangi kawasan permukiman warga di Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2). Banjir akibat luapan Sungai Citarum tersebut meluas hingga merendam ribuan rumah di tiga kecamatan, (Banjaran, Baleendah dan Dayeuhkolot). dan merupakan banjir terbesar semenjak tahun 1985 lalu hingga memutuskan arus lalu lintas dari dan menuju Kota Bandung dan merendam puluhan pabrik tekstil di Kawasan tekstil Banjaran.
Menurut informasi yang saya baca, banjir di Kabupaten Bandung itu salah satunya disebabkan karena meluapnya Sungai Citarum dan didukung oleh letak geografis daerah tersebut. Baleendah dan Dayeuhkolot berada di cekungan Bandung yang merupakan area paling rendah dibandingkan Kota Bandung dan sekitarnya sehingga air dari anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Citarum tertampung di titik ini dan luber. Menurut warga di sana ketinggian air di wilayah Baleendah yang berada di bantaran Sungai Citarum biasanya mencapai dua meter dan terjadi di beberapa desa saja. Warga yang rumahnya berada agak jauh dengan sungai Citarum mengalami genangan air hingga setinggi 1.5 meter.
Memang, dari mulai awal tahun 2010 lalu Bandung sering diguyur hujan dan tiga minggu terakhir ini curah hujan sangat tinggi sehingga mengakibatkan banjir dimana-mana termasuk di tengah Kota Bandung. Saya sampai harus memutar otak untuk memilih jalan alternatif agar terhindar banjir dan sampai di rumah dengan selamat. Saya pikir sekarang sulit menemukan jalanan yang tidak banjir di Kota Bandung. Entah mengapa.
Begitulah. Oleh karena itu, mari kita bantu teman-teman kita yang ada di sana dengan apa yang mampu kita berikan. Jaga kesehatan ya!
Entry filed under: Jalanan. Tags: banjaran, banjir, berita, citarum meluap, kabupaten Bandung, Kesehatan.




Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed