Sakit Gigi, Ayo Periksa ke Dokter!
April 8, 2010 at 3:30 am 3 comments
Sepertinya hubungan saya dengan dokter gigi lebih baik daripada hubungan saya dengan dokter umum atau dokter ginekolog . Kurang apa lagi coba, tiap bulan saya bersilaturahmi dengan beliau, dan setiap silaturahmi itu tidak sedikit oleh-oleh yang saya berikan kepada beliau (hehe, bukannya saya gak suka, itu sih memang seharusnya karena beliau membuat saya bisa tidur nyenyak tapi nominalnya itu lhoo…pantas banyak orang yang ingin jadi dokter *lho?
) Sudahlah saya gak mau mempermasalahkan pekerjaan orang. Jadi dokter itu memang mahal dan harus rela dibayar mahal. Titik.
Biasanya saya ke dokter gigi buat kontrol kawat gigi, ganti karetnya, dipakemkan lagi ikatannya tapi kemarin ada tambahan request buat pak dokter, yaitu saya minta gigi bolong saya ditambal. Sudah hampir seminggu saya sakit gigi dan selama itu saya cuma mengobatinya dengan asam mefenamat (analgesik) tapi ternyata sakit gigi ini gak sembuh-sembuh malahan semakin kumat tiap malam hari. Karena takut mengganggu lambung kalau makan analgesik sering-sering akhirnya selain mengontrol kawat, saya tambahin keluhan saya itu.
Yah dokter langsung komentar, “Oh iya ya bolongnya udah gede, kapan lulus? (hehe gak deng boong ini mah)”. Lanjut gan… jadi beliau langsung nanya, kalo tiap malam suka sakit gak, snut-snutan, trus sampai gak bisa tidur, saya mengiyakan dan beliau berkata ini sakitnya udah sampai syaraf dan gak bisa langsung ditambal jadi harus diobatin dulu. Antara bersyukur dan sedih saya mengiyakan. Senang karena tidak perlu dicabut dan sedih karena pada saat diperiksa gigi saya juga lagi snut-snutan.
Jadi rasa sakit dan pengobatan selama sakit gigi tergantung juga lokasi dan sejauh mana lubang yang ada di gigi itu. Kalau kita ingat, gigi itu secara umum terdiri dari tiga lapisa: email, dentin, lalu syaraf (pada gambar dimulai dari ruang pulpa). Kalau lubang masih berda di lapisan email atau dentin, gigi bisa langsung ditambal dan sakitnya gak akan terlalu parah. Tapi kalau didiamkan saja kerusakan itu bisa sampai syarafnya dan sakitnya luar biasa.
Akhirnya kalau pada pengobatan sakit gigi yang sudah sampai syaraf langkah-langkahnya:
- diberi obat dulu untuk mematikan syaraf
- syaraf yang mati dibuang
- diobati lagi supaya tidak jadi gigi busuk
- lubangnya diisi dengan pasta
Makanya butuh beberapa kali datang ke dokter untuk masalah ini.
Kemudian saya bertanya kepada dokter kenapa kalau sakit gigi kambuhnya sering malam-malam. Ternyata itu menyangkut pembuluh darah yang melewati syaraf yang sakit itu.
Kalau malam dipengaruhi oleh suhu yang dingin, seperti kita tahu tubuh mempunyai termoregulator alami di sistem syaraf pusat sehingga apabila udara di luar tubuh lebih dingin pembuluh darah akan melebar (vasodilatasi) untuk melepaskan panas dan darah akan mengalir cepat dan lancar, salah satunya menuju syaraf gigi itu. Selain itu pada malam hari posisi tubuh kita dipersiapkan untuk tidur dan cenderung kita tidur, posisi tubuh rata dari atas sampai bawah dan darah dapat mengalir dengan lancar. Hal ini pula yang menyebabkan syaraf yang sakit teraliri darah dengan baik.
Oleh karena itu sebelum sakit gigimu bertambah parah, ayo periksakan ke dokter. Sakit gigi gak lebih baik dari sakit hato kok
Entry filed under: Kesehatan. Tags: gigi, Kesehatan, periksa gigi, sakit gigi, sehat.





1.
Wina Ry (nia) | April 8, 2010 at 8:07 am
beeeh…sepakat dek…
rajinlah ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, seperti minum obat cacing..
2.
fitria_s | April 8, 2010 at 12:16 pm
udah, sama dokter gigi aja,,jangan nambah ke ginekolog,,
aku jamin kamu pasti lebih milih rajin ke dokter gigi daripada ginekolog
trust me.
3.
nino | March 28, 2011 at 5:31 pm
setuju….
saya udh pernah mengalami perawatan syaraf gigi…..
waduuuhhh….nyiksa banget…..
buka mulut lama2,di suntik gusi…..MANTAAAP sakitnya!!!
dan sekarang sakit nya kambuh lagi,alhasil….wajib bolak-balik ke dokter lagi…!
nyesel gw ga rajin ngerawat gigi…!!!!