Tugas Akhir Saya
February 4, 2011 at 1:19 pm 10 comments
Selama satu semester terakhir saya (harus) menyelesaikan tugas akhir. Topiknya mengenai isolasi senyawa antioksidan. Ada beberapa langkah yang akan saya kerjakan pada tugas akhir ini, saya kelompokkan sebagai berikut:
- Destilasi pelarut
Pelarut yang didestilasi adalah pelarut yang digunakan pada prosedur dalam jumlah banyak. Alat yang digunakan adalah destilator melalui metode destilasi sederhana. Destilasi merupakan proses pemisahan yang berdasarkan perbedaan titik didih dari komponen-komponen yang akan dipisahkan. Destilasi bertujuan untuk pemurnian komponen cair pelarut yang akan digunakan untuk langkah-langkah selanjutnya.
- Penapisan fitokimia
Penapisan fitokimia ini bertujuan untuk mengetahui ada golongan senyawa apa saja yang ada di dalam simplisia yang saya uji. Golongan senyawa tersebut terdiri dari golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, steroid dan triterpenoid. Karena saya akan mengisolasi senyawa antioksidan maka seharusnya simplisia yang saya pilih positif mengandung flavonoid atau senyawa fenol lainnya, karena flavonoid dan senyawa fenol merupakan antioksidan alami.
- Karakterisasi simplisia
Karakterisasi simplisia meliputi pemeriksaan kadar air, kadar abu, susut pengeringan, dan kadar sari dari simplisia. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk simplisia tersebut, misalnya kadar airnya tidak boleh melebihi 10% karena bila kadar air terlalu tinggi akan memicu pertumbuhan mikroba dan kualitas dari simplisia tersebut kurang bagus.
- Ekstraksi
Ekstraksi adalah proses mengambil senyawa dari simplisia. Metode yang digunakan adalah refluksĀ yaitu ekstraksi dengan cara panas. Prinsipnya penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna, penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
- Pemekatan
Pemekatan ekstrak dilakukan dengan menggunakan rotary evaporator. Pelaut hasil rotary dapat digunakan kembali untuk mengekstraksi asalkan simplisia yang digunakan sama.
- Pemantauan ekstrak
Pemantauan ekstrak dan pemantauan fraksi (langkah selanjutnya) menggunakan kromatografi lapis tipis. Fasa diam berupa silika gel dan digunakan fasa gerak yang sesuai. Perlu coba-coba pada langkah ini untuk mendapatkan kromatogram yang bagus. Kromatogram yang bagus adalah kromatogram yang memperlihatkan keterpisahan beberapa senyawa dengan jelas. Kombinasi dan komposisi fasa gerak dimulai dari yang nonpolar sampai dpolar dicoba sebagai optimasi dari fasa gerak tersebut. Jangan lupa setiap hasilnya dilakukan pemotretan, baik itu sebelum dilihat di bawah uv, ketika dilihat di bawah uv, dan setelah disemprot dengan penampak bercak.
- Pembebasan klorofil
Pembebasan Klorofil dilakukan dengan melarutkan ekstrak kental dengan air panas lalu disaring. Klorofil akan menggumpal dengan penambahan air panas.
- Fraksinasi I
Fraksinasi dilakukan menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut yang kepolarannya meningkat. Fraksinasi bertujuan untuk mnegelompokkan komponen senyawa berdasarkan kepolarannya. Sebenarnya ECC kurang efektif untuk pemisahan karena pemisahannya kurang selektif dan terkadang pada saat pemantauan memberikan pemisahan senyawa yang hampir sama pada setiap fraksi. Mari kita coba dulu saja..
[TO BE CONTINUED....]
Entry filed under: Cita-Cita. Tags: kuliah, semangat, tugas akhir.




1.
yangiedwi! | February 18, 2011 at 5:20 pm
eh gue juga lo ntar mau menshare!
2.
Purwa Sari | February 20, 2011 at 12:47 am
yoo biar semangaaatsss!
3.
Nisa | June 4, 2011 at 11:39 pm
boleh tau ataupun km ngasih tau aku pada suhu berapa ekstrak harus dididihkan sebelum difraksinasi??(#butuh banget)
yang kata kamu, untuk mengendapkan klorofil….
ataupun kamu bisa ngasi aku sedikit pencerahan dgn ngasih tau dari buku atau jurnal mana aku bisa dapet teori itu.
thx…..balas ke emailku yah.
salam kenal.
4.
Purwa Sari | June 5, 2011 at 1:30 pm
suhunya tidak saya kontrol berapa, begitu air mendidih langsung saya campurkan dengan ekstrak lalu disaring. Kalau teksbook dan jurnal saya tidak punya ttg pembebasan klorofil. Saya mendapatkan cara ini dari kuliah, penjelasan dari dosen. maaf ya kurang membantu
5.
Chalida | February 8, 2012 at 6:14 am
ketika proses ekstraksi, simplisia direfluks dengan pelarut apa???
6.
Purwa Sari | February 8, 2012 at 12:03 pm
Saya pakai etanol (pelarut polar). Tapi kalau boleh saya sarankan, lebih baik pakai pelarut yang kepolarannya bertingkat (c/ heksana -> etil asetat -> etanol) kalau ingin mendapat rendemen yang lebih banyak dr proses ekstraksi.
7.
Chalida | February 15, 2012 at 4:20 am
proses refluks dilakukan pada temperatur berapa dan selama berapa jam?
Trimakasi atas infonya
8.
Purwa Sari | February 15, 2012 at 11:19 pm
tergantung titik didih pelarutnya, kalau pake alkohol sekitar 70-80 derajat selama 2 jam setelah mendidih..
9.
bima007 | April 1, 2012 at 12:57 pm
bedanya penetapan kadar air dan susut pengeringan apa ya ^_^
10.
Purwa Sari | April 10, 2012 at 12:48 pm
kadar air itu untuk mengukur jumlah air yang terdapat di simplisia caranya bisa dg destilasi azeotrop, gravimetri, atau karl fischer. Kalo susut pengeringan kita mengukur jumlah zat yang menguap ketika disimpan dalam suhu tertentu jadi bisa jadi bukan hanya air yg menguap yg diukur tp semua zat yg mudah menguap jg termasuk di susut pengeringan. CMIWW