Archive for September 11, 2011

Hari Ini: Telat Berpikir

Hari ini saya melihat seorang bapak tunanetra melambai-lambaikan tangan di tepi jalan. Bergerak maju-mundur. Kasihan. Dari jauh saya kira beliau ingin menyeberang. Saya memperlambat laju motor, saya ingin menolong tapi dasar mikirnya kelamaan seorang pedagang rokok sudah berlari mendahalui  menyeberang jalan dan menyahut kepada bapak tunanetra itu. Saya masih memperlambat laju motor ketika tepat berada di depan dua orang yang sedang tolong-menolong tersebut. Dari dekat saya melihat bapak tunanetra berpeluh keringat. Ternyata beliau tidak ingin menyeberang tetapi beliau ingin naik angkot, hendak ke Kopo. Dan, saya melihat bapak itu di Taman Sari. Kopo-Taman Sari jauh. Apalagi dengan tidak adanya sinar.

Hari ini saya bertemu dengan mahasiswa tingkat dua. Bukan di kampus tempat mahasiswa pada umumnya tetapi di depan tempat makan siap saji. Mahasiswa itu membawa bunga mawar untuk dijual, untuk mengumpulkan dana usaha kegiatan tepatnya. Saya keluar tempat makan dengan seorang teman dan langsung ditawari bunga. Si mahasiswa tingkat dua memperkenalkan maksud dan tujuannya, meminta kami membeli bunga dengan harga terserah. Ternyata dia satu kampus dengan saya, dia menyebut nama kampusnya. Teman saya ragu untuk menolak tetapi saya langsung menolaknya tanpa basa-basi. Beberapa meter setelah itu saya baru menyadari bahwa mengumpulkan dana untuk kegiatan itu sulit karena saya pun pernah berada di posisi mahasiswa tingkat dua tersebut.

Hari ini saya menonton acara Golden Ways Mario Teguh. Pada intinya beliau menyarankan kita untuk berbicara pada diri sendiri sebelum melakukan tindakan terhadap orang lain. Lalu beliau menjelaskan tentang logika dan rasa. Logika lalu rasa. Otak lalu perasaan lalu tindakan. Setelah itu saya jadi ingat seluruh kejadian hari ini. Andai acara Mario teguh itu adalah pagi hari sebelum saya memulai aktivitas akankah hari ini berbeda?

Selamat tinggal hari ini, besok sudah mulai hari baru. Semoga saya tidak telat berpikir lagi. hehe.

September 11, 2011 at 3:58 pm Leave a comment

Lo.Gue.End

i’m sorry to say.. Lo, Gue, End.

Orang yang memopulerkan kalimat itu berhasil deh meracuni pikiran orang-orang untuk menggunakannya. Sederhana tapi kocak, apalagi setahu saya kata-kata itu diucapkan dengan sedikit mendayu-dayu disertai dengan gaya tubuh yang menggemaskan. Dan malam ini saya teracuni, oleh Pak Mario Teguh, oleh  si Lo, Gue, End.

Hehe.. skripsi. maaf ya saya sangat berharap lo, gue, end!

September 11, 2011 at 3:08 pm Leave a comment


Kan ku ingat

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.