Archive for February, 2012

Adelaide Sky

 I’ll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I’ll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me

-Adelaide Sky, Adhitia Sofyan-

February 21, 2012 at 2:30 pm Leave a comment

Progress Bermain Biola

Sejak Januari lalu saya mulai rutin latihan biola. Saya mengikuti les biola di RMHR. Saya diajari oleh seorang guru, Mas Dafiq namanya. Saya senang dengan cara mengajar beliau. Fyi saya sama sekali belum punya background bermusik. Ketika pertama kali bertemu dengan Mas Dafiq beliau bertanya, “Sudah bisa main biola sampai mana?“. “Belum bisa sama sekali mas“, itu lah jawaban saya. Lalu beliau bertanya lagi, “Kalau alat musik yang lain, gitar? piano?“. “Itu jg ga bisa mas hehe“, jawaban saya kembali polos.

Entah apa yang ada di pikiran Mas Dafiq. Mungkin pikiran beliau bergejolak dan berteriak “Sial ini anak gak bisa apa-apa, kerja keras deh gue!” (tsssah.. khayalan saya).  Tapiiii…. saya terharu. Khayalan pesimistis saya salah. Kata teman saya Mas Dafiq bilang progress saya bagus. Mungkin jika saya rajin latihan, dalam beberapa bulan saya bisa mengejar teman saya yang sudah berlatih selama setahun. Dan kalian tahu siapa teman saya itu? Dia adalah Wimba!  :p (baca posting saya sebelumnya). Makasih Wim telah mengenalkan RMHR :)

Sebenarnya  saya belajar tatap muka dengan Mas Dafiq hanya 4x pertemuan, yaitu di bulan Januari. Di bulan Februari saya berlatih sendiri karena guru les saya tersebut ada keperluan sehingga les diliburkan terlebih dahulu. InsyaAllah saya mulai lagi bulan Maret nanti. Yak, saya sendiri sudah merasakan kemajuan dalam bermain alat musik satu ini. Saya sudah tidak pegal lagi ketika memegang bow, jari-jari saya sudah terbiasa memencet senar biola, juga perasaan dan telinga saya sudah mulai terlatih dengan bunyi-bunyi tangga nada. Progres terbaik saya sampai saat ini adalah saya sudah lancar memainkan lagu Ibu Kartini dan lagu Mengheningkan Cipta. Ada juga lagu-lagu folk dari buku acuan”Strictly Strings”yang diberikan Mas Dafiq yang saya mainkan untuk latihan.

Biasanya jadwal latihan mandiri saya adalah pagi hari. Ya, saya nyaman latihan di pagi hari karena sesudahnya selalu membuat semangat mengerjakan tugas harian berikutnya. Bahkan waktu latihan dulu, Mas Dafiq menyarankan untuk latihan setelah shalat subuh sambil melantunkan zikir. Wanna try?

Dari 4x pertemuan dengan Mas Dafiq, saya diajarkan hal berikut:

Hari 1: Diperkenalkan dengan bagian biola, cara memegang bow yang benar dan melatih menggesek senar A dan D

Hari 2: Melatih menggesek keempat senar up and down, dari ujung bow ke ujung lagi dan diatur dengan tempo tertentu. Dimulai dari 8 hitungan menggesek senar dari ujung ke ujung, sampai dengan hanya 1 hitungan.

Hari 3: Saya diajari membaca not, diperkenalkan dengan tanda-tanda yang ada pada buku seperti bar line, double bar, repeat sign quarter note, quarter rest, dll. Lalu saya mulai latihan dengan melihat not-not pada buku acuan.

Hari 4: Pertemuan sebelumnya masih berkutat dengan open strings (senar tidak ditekan), kali ini jari-jari diajarkan untuk menekan pada posisinya masing-masing sehingga menghasilkan bunyi do-re-mi-fa-so-la-si-do.

Setidaknya pelajaran dasar telah saya terima. Walaupun selama sebulan ini libur, saya bisa belajar sendiri dan melatih anatomi jari-jari saya untuk memencet senar yang benar sehingga bunyinya tidak terdengar falls. Berminat belajar bermain biola? menarik lho. Jangan sedih bila kalian belum punya biola. Fyi, teman saya yang satu itu, yaitu Wimba, dia datang ke tempat les dengan tangan kosong, tetapi motivasi belajarnya tinggi. Akhirnya dia belajar dulu lalu beberapa bulan kemudian barulah memiliki biola sendiri. Ketika sudah punya biola, sudah bisa memainkannya. Kisahnya berbeda dengan saya. Saya punya biola dulu lalu karena sayang hanya disimpan saja akhirnya saya ikut les ini. Kisah orang berbeda-beda ya,  mana kisahmu dengan biola? :)

ps: terima kasih biolanya, kadonya gak disia-siakan kan. 

February 21, 2012 at 1:53 pm 6 comments

I’tiraf

” Ilahi lastu lil firdausi ahlan
Walaa aqwaa ‘alannaril jahiimii
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
fainnaka ghafirudzdzambil ‘adzhiimii
dzunuubi mitslu a’daadir rimali
fahablii taubatan yaa dzal jalaali
wa ‘umrii naaqishun fii kulliyaumi
wa dzambii zaa idun kaifahtimali
ilahi ‘abdukal ‘aashi ataaka
muqirran bi dzunubi waqad da’aaka
fa in taghfir faanta lidzaka ahlun
wa in tadrud faman narjuu siwaakaa “

” Ya Tuhanku, aku tidaklah pantas menjadi ahli syurga firdausMu
Namun aku juga tak kan sanggup masuk ke neraka jahimMU.
Oleh karena itu, terimalah taubatku dan tutupilah dosa – dosaku.
Sesungguhnya Engkau maha mengampuni dosa – dosa besar.
Dosa – dosa ku seperti hamparan pasir di laut, maka terimalah taubatku wahai Dzat yang Maha Agung…
Umurku terus berkurang setiap hari, namun dosa – dosaku bertambah setiap hari…
Bagaimana aku mampu menanggungnya ?
Ya Tuhanku, hambaMu yang berlumur dosa ini datang kepadaMU
Sesungguhnya aku benar – benar berdosa kepadaMU
Dan bila Engkau tidak mengampuni aku, kepada siapa lagi aku berharap selain Engkau ?”

February 15, 2012 at 11:25 pm Leave a comment

They Want More

Benci 

Inginnya “dia yang dibenci” berada dalam kesusahan, tidak bahagia bertemu dengannya, inginnya jauh-jauh, tidak sedikitpun perhatian dan kasih sayang menuju padanya, yang ada cemooh, cacian dan makian. Apapun yang diperbuatnya (walaupun itu sesuatu yang baik) selalu dianggap hal yang pahit.

Cinta

Inginnya “dia yang dicinta” berada dalam kebahagiaan, gundah bila tidak bertemu dengannya, inginnya dekat-dekat, perhatian dan kasih sayang selalu tersedia untuknya, yang ada kata-kata positif dan pujian. Apapun yang diperbuatnya (walaupun itu sesuatu yang buruk) masih dianggap seperti hal yang manis.

Satu hal diantara benci dan cinta, yaitu adil.

Terlepas dari hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, sepasang suami istri, yang diinginkan oleh masing-masing pasangan tentu saja bukan benci. Seorang suami ingin diperhatikan, dimengerti, dan yang paling pasti ingin dicintai oleh sang istri. Begitupun seorang istri, ditambah lagi sang istri adalah seorang wanita yang sangat perasa. Adil saja tidak cukup. Adil hanya apa adanya. Padahal masing-masing pasangan menginginkan hal yang lebih, yaitu cinta.

Pada dasarnya,  di dalam berpasangan tidak berlaku yang namanya adil.

* Kultum Pak Quraish Shihab, Ramadhan 2011.

February 6, 2012 at 12:06 pm Leave a comment


Kan ku ingat

February 2012
M T W T F S S
« Jan   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.