Posts tagged ‘cinta’

Adelaide Sky

 I’ll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I’ll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me

-Adelaide Sky, Adhitia Sofyan-

February 21, 2012 at 2:30 pm Leave a comment

They Want More

Benci 

Inginnya “dia yang dibenci” berada dalam kesusahan, tidak bahagia bertemu dengannya, inginnya jauh-jauh, tidak sedikitpun perhatian dan kasih sayang menuju padanya, yang ada cemooh, cacian dan makian. Apapun yang diperbuatnya (walaupun itu sesuatu yang baik) selalu dianggap hal yang pahit.

Cinta

Inginnya “dia yang dicinta” berada dalam kebahagiaan, gundah bila tidak bertemu dengannya, inginnya dekat-dekat, perhatian dan kasih sayang selalu tersedia untuknya, yang ada kata-kata positif dan pujian. Apapun yang diperbuatnya (walaupun itu sesuatu yang buruk) masih dianggap seperti hal yang manis.

Satu hal diantara benci dan cinta, yaitu adil.

Terlepas dari hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, sepasang suami istri, yang diinginkan oleh masing-masing pasangan tentu saja bukan benci. Seorang suami ingin diperhatikan, dimengerti, dan yang paling pasti ingin dicintai oleh sang istri. Begitupun seorang istri, ditambah lagi sang istri adalah seorang wanita yang sangat perasa. Adil saja tidak cukup. Adil hanya apa adanya. Padahal masing-masing pasangan menginginkan hal yang lebih, yaitu cinta.

Pada dasarnya,  di dalam berpasangan tidak berlaku yang namanya adil.

* Kultum Pak Quraish Shihab, Ramadhan 2011.

February 6, 2012 at 12:06 pm Leave a comment

From You, Hi Everyone! *RANDOM*

Yang ini maknanya dalam:

feel sad?

just dance with the rain.

feel happy?

just kiss the rain.

Kalau yang ini mungkin agak gombal tapi perhatiannya dapat lah…

Saya hanya punya 2 mata untuk memastikan keselamatan anda, 2 telinga untuk memastikan anda baik-baik saja, 2 buah tangan untuk menggenggam anda agar anda tidak jatuh,2 buah kaki sebagai pijakan kokoh, dan sebuah hati untuk menerima anda apa adanya.

mweeee…

Padahal kata Pak Mario Teguh begini:

Berhati-hatilah dengan doa
agar diberikan jodoh yang
menerima Anda apa adanya. 

Orang yang menerima pasangan
…yang apa adanya adalah orang
yang juga apa adanya,
termasuk yang seadanya.

Berhati-hatilah juga
untuk minta segera menikah.

Jika kita belum pantas bagi
pasangan yang baik,
kita akan dinikahkan dengan
pasangan yang belum baik.

Jodoh itu di tangan kita.

Kita yang memilih,
Tuhan yang menyetujui.

Intinya adalah QS. Annur ayat 26 bahwa…

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”

Like I said before.. It’s RANDOM!

Terakhir kata-kata yang saya suka adalah….

Don’t you give up, keep your chin up and be happy~

February 24, 2011 at 3:22 pm 4 comments

Bunga#

gradasi

December 16, 2010 at 2:14 am 2 comments

Tukar Cincin? HAHAHAHA

Hari ini di rumah sedang ada acara keluarga jadi pastinya banyak makanan. Sekalian berbagi kebahagiaan dengan tetangga sekitar, adik disuruh ibu mengantar makanan yang masih ada ke rumah tetangga-tetangga sebelah. Aku ngapain? bzzzzzzzt tidur di kamar (padahal niatnya belajar T.T)

Tadinya di rumah banyak saudara yang datang, padahal besok dan besoknya lagi aku ujian. Makanya aku harus multitasking. Agak gak enak juga sebenarnya, aku lebih banyak ‘menyendiri’ di kamar, belajar.. hihiy (percayalah apa yang anda baca tidak sepenuhnya benar). Ditambah pula kedatangan daun 10 kg yang mesti disortir karena basah disimpan di dalam karung, haduuuuh belajar aku makin tersendat-sendat. Coba 10 kg itu adalah duit, syalala banget aku bakal semangat belajar. eh ini juga semangat deng. Daun, please be nice to me! :)

Oke balik lagi. Jadi ketika aku turun dari lantai atas aku mengantar kepergian mbah, bulik dan sepupu-sepupu *turun pas mereka mau pulang, haduh terlalu. hehe. Ya dengan wajah tanpa dosa aku berpamitan dengan beliau yang mau pulang ke rumahnya masing-masing. Setelah semua pergi aku duduk di depan TV, karpet masih digelar, sofa-sofa masih di luar, ada aku, adik dan ibu. Inilah obrolan kami..

Ibu: “Mbak tadi kata Ibu Jaeni habis tukar cincin”

Aku: “HAH?”

Ibu: “Tuh kata si ade pas nganterin makanan”

Aku: “HAHAHAHA. kok bisa?”

Adik: ” Iya tadi kan ke sana trus gini (dia menceritakan kronologisnya). Adik: punteun, Bu ini dari mamah. Ibu Jaeni: ada acara apa neng, habis tukar cincin ya? Adik: hehe nggak Bu habis kumpul keluarga. Ibu Jaeni: ooh kirain tukar cincin. Adik: belum bu (sambil ketawa). A Gugun: Si teteh mah da masih kuliah ya?. Adik: iyaa.”

Aku: “HAHAHAHAHA…”

Hiburan di tengah tekanan lahir dan batin (baca: UAS). Aku aminkan saja, ASA dan DOA yang baik semoga dikabulkan Allah SWT. Ngomong-ngomong tentang mau dibawa kemana, aku jadi ingat analogi ini yang dia ceritakan:

Sama seperti saat kita masuk ke kampus sebagai mahasiswa TPB semester pertama, ketika ditanya mau TA dimana? belum tahu, tapi pasti akan mengerjakan TA dan lulus dalam jangka waktu yang telah direncanakan.

Jadi dijalani dengan sebaik-baiknya saja ^.^v

 

December 12, 2010 at 8:38 am 3 comments

Untuk Orang-Orang yang Kurindukan

Ketika matahari terbit, ia adalah milik semua orang. Sampaikan pada matahari pagi untuk melindungi tulangnya yang keropos. Katanya matahari juga berteman dengan angin, kalau begitu sampaikan juga pada angin untuk mengirimkan salam rindu pada kulitnya, sehingga bulu kuduknya merinding, membalas salamku dengan ridhonya.

Hujan datang seiring dengan ingatanku kepadamu. Kucurahkan, sampai terbentuk pelangi. Setelah itu aku harus kuat. Kan kutenun lagi menjadi awan. Bertemu matahari untuk mu.

Semoga di sana kau sehat selalu.

Bandung, 14 May 2010

May 14, 2010 at 10:49 am 1 comment

Life Keeps on Turning in a Big Big Wolrd

Baru sadar, ternyata dua lagu ini mempunyai makna yang hampir sama. Menarik.. karena penyanyinya gak saling kenal, berada jauh ribuan kilometer, dipisahkan oleh ruang dan waktu, dan (mungkin) belum pernah bertemu. Tetapi kalau boleh mengira-ngira mungkin salah satu penyanyi menjadi inspirasi bagi penyanyi yang satunya lagi karena umur lagu yang satu nampaknya lebih tua dari yang lagu satunya.

Lagu pertama:

I’m a big big girl in a big big world it’s not a big big thing if you leave me

But I do do feel and I do do will miss you much miss you much

Lagu kedua:

Loosing you it’s not the end of the world

But it’s true that is definetely hurt

Lagu siapa cobaa? yang pertama nama penyanyinya Emilia dengan judul Big Big World sedangkan lagu kedua dinyanyikan oleh Mocca, band asal Indonesia, yang judulnya Life keeps on Turning. Percaya kan mereka terpisah ribuan kilometer? (hehe saya malas nanya mr.google untuk kasih tau si Mbak Emilia asalnya dari mana, tapi dari namanya sudahlah..pasti dia jauh dan jauh sekali dari Indonesia)

Eniwei, saya suka dua lagu ini. Aransemen musiknya bagus, santai, bikin tenang. Musikalitas saya gak terlalu tinggi tapi saya cukup berlevel haha dan kalau disuruh komen tentang musik mungkin saya ga tau-tau banget, saya cuma sebagai spectator yang selalu kagum dengan orang-orang yang bisa main musik, khusunya yang main suatu instrumen musik. Jadi siapa pun dia yang bisa main musik pasti saya akan bilang dia keren tapi enak apa gak yang dia maenin mmhh ya itu segimana mood saya aja lagi gimana, hehe. Orang cenderung suka mendengar apa yang mereka ingin dengar, jadi kalo gitu suasana hati secara dominan juga menentukan penilaian terhadap suatu musik yang sedang didengar. Yang pasti saya sukanya musik selow dan melow.

Balik lagi kedua lagu itu. Dari kedua lagu itu, saya suka bunyi intrumen drumnya, soft. Dari segi liriknya mugkin menceritakan tentang seseorang yang sedang patah hati tapi lagu ini gak bikin nangis sesenggukkan malahan jadi bikin senyam-senyum dan unik kata-katanya, it’s the real. Tanpa pembohongan publik dan sederhana..dia bilang iya kehilangan lo itu bukan masalah dan apa sih lo tanpa lo juga gue masih bisa cekakak-cekakan tapi emang gue pasti bakal kangen lo. *bukan curcol lho ini.. Believe me as I believe in you! :D

Jadi kesimpulannya daripada penasaran mending dengerin langsung aja lagunya..hehe.  I do love music.

Music is a total constant. That’s why we have such a strong visceral connection to it, you know? Because a song can take you back instantly to a moment, or a place, or even a person. No matter what else has changed in your or the world, that one song says the same, just like that moment.


April 7, 2010 at 10:21 am Leave a comment

seperti apasih wanita ideal dimata pria untuk dijadikan pacar dan istri?

Sudah gak kaget lagi mendengar jawaban ini dari salah seorang teman laki-laki saya. Sebenarnya saya mendengar jawaban ini bukan hanya dari dia saja tetapi ada beberapa orang yang ditodong dengan pertanyaan ini dan menjawab dengan jawaban yang kurang lebih sama. Sebenarnya yang kepikiran cuma: ini pintar atau licik yaa? hehe. Dengan begini  ini saya semakin sadar bahwa sejahat-jahatnya seseorang tetaplah dia seorang yang mempunyai hati dan   sisi baik (tapi teman saya yang jawab ini gak jahat kok)

seperti apasih wanita ideal dimata pria untuk dijadikan pacar dan istri?

pacar :
supercute, sweet, rambut curly berponi, manyun, her skin is chocolaty – ummm, delicious !

yup. it’s so you, blurry eyes !

istri :
1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah bersabda: “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena kedudukannya/keturunannya, karena kecantikannya dan keranan agamanya. Maka, pilihlah yang baik agamanya niscaya engkau beruntung.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari (3/242), Muslim (2/1086), Abu Dawud (2047), an—Nasaa’i (6/68) dan Ibnu Majah (1858))

isteri gw kelak adalah seorang ‘hamba Tuhan’. bukan cuman tau tapi juga ngerti tentang agama, mau belajar tentang agama. dia rela menomorduakan keluarga demi Tuhannya.

kalau dia ditanya, “kok lu mau jadi istrinya si julmi ?!”
dia akan menjawab, “lillah – karena Allah”

2. gw gak cuman nyari istri buat gw, tapi juga ibu yang super buat anak2nya. aku ingin rahimnya benar2 menjadi rahim Tuhan bagi dunia, bagi anak2ku. aku ingin ia menjadi madrasah cinta pertama, utama & terbaik bagi anak2ku. aku ingin ia menjadi idola nomor satu bagi anak2 seperti aku mengidolakan dia – juga nomor satu.

+) gw pengen dia menjadikan gw suami nomor satu untuknya, idola terbesarnya – dengan segala kekurangan yang gw punya. rather than dumps me for my imperfections, she patches ‘em dengan ikhlasnya.

“mengapa kita (laki2) menyukai mereka (perempuan) ? karena mereka berbeda dengan kita, mereka punya apa yang tidak kita punya.”

dia bisa menerima gw apa adanya; memaklumi kekurangan gw & melengkapinya; mengidolakan gw atas kelebihan yang gw punya, bukan cuma ngebanding2in sama ke-lebih-baik-an suami orang.

bukankah itu tujuannya pernikahan ?
untuk saling melengkapi.
sometimes, loyalty comes from imperfections in a relationship.

Begitulah pendapatnya..

March 25, 2010 at 12:43 pm 7 comments

Bahasa Latin, Tambahan Poin Untuk Divortiare

Insomnus. Dari jam 10.oo PM kemarin saya belum tidur lagi. Semalaman tadi saya habiskan untuk baca satu novel penuh karangan Ika Natassa yang judulnya Divortiare. Jauh dari rencana siang saya yang ingin menghabiskan waktu malam ini untuk membaca buku tentang travelling yang bukunya ada dua buah, baru saya beli tadi dari pameran buku di Landmark Braga yang judulnya 40 days in Europe dan pengalaman mahasiswa jadul ITB Keliling Kampus Dunia. Divortiare baru saya temukan di rumah bulek saya. Saya gak sengaja liat di rak buku beliau, ternyata banyak buku menarik juga disana tapi dominannya berbahasa Inggris, tumben banget bulek koleksi buku kayak beginian.. banyak pulak! Ooh ternyata setelah saya bertanya, buku-buku itu adalah tugas untuk murid-muridnya yang disuruh mencari novel yang ber-teks Bahasa Inggris, maklum bulek saya itu guru Bahasa Inggris.

Divortiare adalah sebuah novel, auranya sejenis Perahu Kertas karangan Dee.  Buku sejenis ini ceritanya ringan, cocok buat refreshing, tapi untuk pesan mungkin agak hambar. Khusus untuk dua novel ini sekali baca langsung saya babat habis tanpa jeda melakukan hal lain. Bukan karena saya sangat suka dengan jenis cerita seperti ini tapi hasrat membaca tulisan non teks book  -apalagi kalau ceritanya beralur- selalu membuat saya penasaran dan ingin tahu akhir ceritanya seperti apa. Penuh asumsi, kalau lagi males kadang saya suka langsung skip beberapa halaman non percakapan, trus saya mencari inti ceritanya apa. Dan sebenarnya poin yang saya cari dari sebuah buku adalah seberapa dalam emosi “dipermainkan”, sama seperti ketika saya menonton film.. Selain tetap saya gemar mencari quote yang menohoknya.. Dari novel Divortiare ini yang menarik adalah setiap bab judulnya ditulis menggunakan bahasa Latin dan itu adalah quote singkat, sekalian icip-icip deh bahasa lain.

Berikut adalah judul bab nya:

Divortiare, Ika Natassa

Cacotethes Scribendi = insatiable urge to write
Insomnus = Insomnia
Noli Me Tangere! = Do not touch me!
Haec Olim Meminisse Livabit = One day we’ll look back on this and smile
Sic Infit = So it begins
Meminerunt Omnia Amantes = Lovers remember all
Contraria Contrariis Curantur = The opposite is cured with the opposite
Acta, Non Verba = Action, not words
Resuscitare = Resuscitate
Nunc Scio Quid Sit Amor = Now I know what love is
Verbum Satienti = Words is enough
Prima Facie = At first sight
Ab Imo Pectore = From the bottom of my heart
Veritas Vos Liberabit = The truth will set you free
Visum et Repertum = Autopsy
Amantes Sunt Amentes = Lovers are lunatics
Ad Oculos = With your own eyes
Da Mihi Basilia Mille = Kiss me with a thousand kisses
Cum Tacent, Clamant = Their silence speaks louder than words
Amor Animi Arbitrio Sumitur, Non Ponitur =  We choose to love, we do not choose to cease loving
Cadit Cuastip = The question drops
Hate is Easy Love is Courage

Dari sisi jalan cerita setiap orang punya penilaian berbeda. Novel ini diterbitkan oleh penerbit MetroPop, kamu bisa menilai sendiri lah gaya penulisan MetroPop itu seperti apa, yang katanya tren karya fiksi terbaru di Indonesia. Berdasarkan hasil browsing, ciri khas MetroPop itu berupa novel-novel dewasa yang mengetengahkan kehidupan metropolitan masa kini. Menggambarkan gaya hidup orang-orang dewasa muda perkotaan zaman sekarang, yang ditulis dengan bahasa sehari-hari yang ringan dan lincah.  Tokoh-tokoh yang tampil dalam novel pun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat urban Indonesia, karena ditulis oleh penulis Indonesia dan untuk pembaca Indonesia. Cinta, karier, dan gaya hidup urban ditelanjangi habis-habisan dalam novel-novel MetroPop yang dituturkan secara jujur, blak-blakan, dan fun. Ceritanya yang khas kehidupan kota, membuat novel-novel MetroPop mudah dicerna dan akrab dengan pembaca. Dari novel Divortiare ini poin plus dari saya adalah penggunaan bahasa asing tersebut. Selain Bahasa Latin, pengarang juga sering menggunakan kalimat berbahasa Inggris.

And now the books in my waiting list are:

Keliling Kampus Dunia

40 Days in Europe

February 20, 2010 at 9:15 pm Leave a comment

He’s just not that into you (review)

He's just not that into you

Sebuah penyajian unik diawal cerita dimana para wanita dari beberapa negara memberikan saran  menyesatkan kepada teman wanita mereka yang sedang galau menerka perasaan seorang pria. Padahal sebenarnya yang diperlukan para wanita tersebut hanyalah sebuah kalimat kejujuran “He is Just Not That Into You”. Bukankah kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada berkamuflase membohongi perasaan sendiri?

He’s Just Not That Into You adalah film adaptasi dari sebuah buku pembangun jiwa yang ditulis oleh Greg Behrendt dan Liz Tucillo. Buku yang dipublikasikan tahun 2004 ini  langsung meraih gelar New York Times Bestseller dan sempat ditampilkan di acara The Oprah Winfrey Show juga serial ngetop Gilmore Girls episode Pulp Friction.
Kedua penulisnya mengaku kalau buku ini diinspirasi serial populer Sex and the City episode “Pick-A-Little, Talk-A-Little” dimana Miranda bertanya pada pacar Carrie, Jack Berger, tentang potensi ketertarikan seorang pria di dalam percintaan. Miranda resah karena ada seorang pria yang menolak undangan untuk datang ke apartemennya dengan alasan harus rapat pagi harinya. Jack lalu mengatakan “He’s just not that into you” karena saat seorang memang ditakdirkan untukmu, dia akan datang tanpa diundang, ada atau tidak ada rapat esok paginya.
Sutradara film ini, Ken Kwapis, sebelumnya pernah sukses menggarap serial tv populer semacam E.R, The Office, dan Malcolm in the Middle. Ken yang merasa tertantang mengadaptasi buku populer ini ke dalam format selluloid lalu membuatnya dalam beberapa cerita dan tokoh yang saling memiliki benang merah. Sebagai karakter utama ia memilih Gigi (Ginnifer Goodwin), seorang wanita muda yang selalu salah mengerti sinyal yang ia dapatkan dari pria-pria teman kencannya. Sampai kemudian ia berkenalan dengan seorang pemilik bar,  alex (Justin Long). Koneksi cerita terjalin saat teman Gigi, Janine (Jennifer Connelly) yang selama ini merasa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja mulai menyadari kalau ia hanya menipu diri sendiri, padahal antara ia dan suaminya Ben (Bradley Cooper)sudah tidak ada gairah percintaan lagi. Dan tanpa sepengatahuannya, Ben  malah terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita seksi, Anna (Scarlett Johansson), yang ia bantu menjadi seorang penyanyi. Teman kerja Gigi yang lainnya, Beth (Jennifer Aniston) sebetulnya merasa enjoy menjalani 5 tahun hidup serumah dengan Neil (Ben Affleck) tetapi lama kelamaan ia kesal juga karena Neil tidak kunjung memintanya untuk menikah. Sang produser executive, (Drew Barrymore, juga tidak mau ketinggalan tampil sebagai Marry, teman Anna yang akhirnya malah jadian dengan Connor, mantan pacar Anna sekaligus juga salah satu pria yang pernah menolak Gigi.

Rupanya banyak yang menyukai tema kejujuran film yang disebut-sebut sebagai versi Amerika-nya film drama-romantis Inggris, Love Actually. Terbukti sejak minggu pertama pemutaran, film ini berhasil mengantongi 27.8 juta dollar Amerika dan hingga akhir juni ini berhasil meraup keuntungan sebanyak 165 juta dollar Amerika dengan biaya produksi hanya 25 juta dollar Amerika.
Kesuksesan He’s Just Not That Into You boleh jadi tidak lepas dari theme song manis garapan komposer Cliff Eidelman yang juga menggandeng musisi seperti The Cure, R.E.M, James Morrison, Maroon 5, Keane dan Lily Allen. Bahkan sang pemeran Anna, Scarlett Johansson turut menyumbangkan suaranya lewat lagu “Last Goodbye”.
Inti cerita  He’s Just Not That Into You memang simpel, tentang kehidupan beberapa wanita serta quarterlife crisis nya. Namun yang membuat film ini unik adalah cara untuk memahami bahasa laki-laki yang disampaikan melalui gesture dan ucapan bersayap mereka. Banyak wanita kurang bisa menangkap gesture dan pesan bersayap dari para lelaki atau bahkan pasangannya sendiri. Apakah dirinya cuma sekedar the rule or exception?

sumber: http://xxicinema.com/slowmotion/he-s-just-not-that-into-you-film-paling-jujur,884.htm

January 23, 2010 at 6:25 pm 2 comments

Older Posts


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.