Posts tagged ‘hikmah’

God Loves Me

Begitu sering dan cepatnya saya menuliskan kekaguman terhadap orang di sekitar. Orang tua saya. Guru pembimbing saya. Teman saya. Kekasih saya. Orang yang baru saya kenal sampai orang yang tidak saya kenal. Tetapi kemarin saya berpikir, jarang sekali ya saya menggambarkan kekaguman kepada-Nya secara otentik, kepada Tuhan semesta alam.

Ceritanya berawal dari perasaan ketidakberuntungan dan minimnya persediaan hoki saya ketika sedang ujian. Ya mau bagaimanapun saya percaya akan adanya keberuntungan. Keberuntungan yang bisa hadir dalam situasi apapun. Keberuntungan yang kata teman saya merupakan perwujudan dari darma yang telah dilakukan. Darma adalah tabungan amal baik. Baik terhadap Tuhan maupun terhadap makhluk-Nya. Tetapi bisakah keberuntungan itu langsung serta merta terjadi? Tidak. Lalu siapa yang mengijinkan  keberuntungan itu menjadi penolong? Tentu saja atas ijin-Nya, ketika Dia katakan “Kun-fayakun!” maka “Jadilah!”.

Mengenai keberuntungan, inilah hal bodoh yang saya pikirkan. Setiap sehabis ujian saya merasa kalau saya kurang beruntung, saya bertanya-tanya kenapa Tuhan tidak membantu saya? Padahal saya sudah belajar. Seharusnya saya bisa. Namun pada kenyataan? adaaa saja kesalahan yang saya lakukan. Kenapa Tuhan tidak sedikit menyenggol tangan saya sehingga jawabannya menjadi benar? saya kurang beruntung. Apa karena persediaan darma saya sedikit?

bzzzzzzzz….. kemarin saya sadar. Tidak! Tuhan sayang pada saya.

Keberuntungan adalah suatu rezeki. Dan Dia lah Maha Pemberi Rezeki. Rezeki. Saya sependapat dengan orang-orang yang mengatakan rezeki-Nya sangat luas. Rezeki bukan hanyaberlimpahnya materi, perut kenyang, baju bagus, mudah mendapat pekerjaan, enteng jodoh, dll. Sederhananya bernafas juga rezeki. Organ tubuh yang lengkap adalah rezeki. Mempunyai keluarga yang lengkap adalah rezeki. Bisa masuk universitas favorit adalah rezeki. Dan terhindar dari banjir seperti yang saya alami kemarin adalah rezeki. Semoga saya selalu ingat tulisan saya ini.

Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban

Kemarin, pagi hari saya melaksanakan ujian salah satu mata kuliah. Siangnya, ketika membahas dengan teman, saya menemukan satu kecerobohan yang saya lakukan. Lalu seperti biasa, saya menggerutu, haduh..gak beruntung!. Lalu pikiran saya bercabang kemana-mana, “Aku banyak dosa kali ya, banyak bikin salah ke orang jadi ga punya persediaan darma”, “Dosa apa ya yang ngalangin pertolongan Allah pas aku ujian?”, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Bzzzzzzzz. Mood saya turun. Mencoba tersenyum-senyum ketika bertemu orang. Padahal hati saya galau (haha..) Lalu saya pulang malam, setelah hujan lebat yang mengguyur Bandung sudah dipastikan di daerah rumah saya bakal banjir besar! Ternyata memang benar, bahkan banjirnya lebih besar dari banjir yang biasanya. Lebih tinggi, lebih panjang bahkan ada arusnya. Tapi Alhamdulillah saya dapat melewatinya tanpa perlu bermacet-macet, tanpa perlu melewati area banjir itu, tahu bagaimana caranya? jadi pada saat itu ada polisi yang langsung mengalihkan jalur ke arah sebaliknya yang tidak banjir dan saya termasuk rombongan pertama yang masuk ke arah sebaliknya tersebut. Saya bisa dengan lancar pulang ke rumah.

Pada saat itu banyak motor yang mogok. Ketika saya perhatikan memang si tinggi air banjir itu nampaknya lebih tinggi dari knalpot motor saya. Entah kalau saya juga melewati areal banjir mungkin motor saya juga akan mogok dan pastinya akan semakin lama saya di jalan. Repot.

Inilah… mungkin inilah keberuntungan lain yang Tuhan berikan pada saya. Sebuah rezeki yang tidak saya sadari. Kalau tidak atas ijin-Nya untuk menggerakkan hati seorang polisi mengalihkan jalan, mungkin saya akan menjadi salah satu dari puluhan motor yang terjebak banjir. Subhanallah. Seperti yang dikatakan orang-orang, penyesalan selalu datang terakhir dan ternyata yang namanya hikmah pun sering datang di akhir-akhir ketika sudah mampu berpikir jernih. Sekali lagi, semoga saya mengingat apa yang saya tulis di sini.

Keberuntungan saat ujian, sampai saat ini saya masih mengharapkannya. I know God loves me. Ujian saya masih belum selesai, yang terpenting saya ingin belajar. Bisa atau tidak ketika ujian nanti saya pasrah saja. Semoga saya beruntung.

When I can’t read anything about the situation, just do my best and pray for the best.

Let Allah take the rest..

December 10, 2010 at 9:23 am 1 comment

Ramadhan hoo Ramadhan

Aku memang manusia biasa/ yang tak sempurna dan kadang salah/ namun di hatiku hanya satu/ cinta untuk-Mu… luar biasa.. (Manusia Biasa, Yovie & The Nuno)

Janganlah kau tinggalkan diriku/ takkan mampu menghadapi semua/ hanya bersama-Mu ku akan bisa/ Kau adalah darahku/ Kau adalah jantungku/ Kau adalah hidupku lengkapi diriku/ Oh sayangku Kau begitu sempurna.. (Sempurna, Andra & The Backbone)

Dua lagu itu, entah ditujukan untuk siapa si penulis lirik menulisnya. Artinya luas. Bisa buat seseorang yang dicintai, orang tua, bahkan untuk Sang Maha Pencipta. Berhubung sekarang bulan ramadhan dan suasana muhasabah selalu saya rasakan, saya menafsirkan lagu ini untuk-Nya.

Bulan Ramadhan. Saya senang suasana bulan Ramadhan, sama dengan senangnya saya pada suasana Kota Bandung. Pada Bulan Ramadhan, yang paling saya senangi adalah interaksi dengan para tetangga setiap hari. Pada hari-hari biasa saya jarang ada di rumah, kuliah. Tempat tinggal saya sekarang bukan tempat kelahiran saya.  Saya warga pindahan, baru sekitar 6 tahun saya tinggal di sini. Saya tinggal bukan di perumahan yang katanya iklimnya individualistis, tetapi saya tinggal di daerah yang memang masih jarang ada rumah. Jarak antara rumah saya dengan rumah tetangga ada beberapa meter. Jadi saya pun sebenarnya jarang sekedar berbasa-basi dengan mereka. Keadaan ini kadang membuat saya tidak nyaman. Saya khawatir mereka (para tetangga) menganggap saya sombong atau apa lah karena tidak mau bergaul. Padahal sebenarnya ngapain lah sombong-sombongan. Cuma satu kok alasan saya, saya pemalu. haha.

Nah pada Bulan Ramadhan biasanya semua orang berbondong-bondong pergi ke masjid. Utamanya pada jam-jam shalat Tarawih. Saya senang karena saya juga termasuk salah seorang yang berbondong-bondong itu. Saya jadi mengenal tetangga saya siapa dan jadi sering mengobrol dengan mereka. Inilah salah satu hikmah Bulan Ramadhan. Semua berbaur, bersatu, untuk beribadah. Ramadhan lebih canggih daripada dunia maya, bukan hanya yang jauh menjadi dekat tetapi yang “dekat” pun menjadi dekat.

Dengan terjaganya silaturahmi, semoga kami semakin bersemangat melakukan ibadah. Semoga kami  selalu diberikan kesabaran dan kemudahan rezeki. Ramadhan I’m in love. aamin.

4 Ramadhan 1931 H


August 14, 2010 at 1:56 am Leave a comment

One Step Closer to August

Orang yang pernah susah termasuk definisi orang hebat menurut perspektif saya. Saya sedang susah, apa saya hebat? belum. Karena selain orang yang pernah susah, rasionalisasi saya bilang orang hebat adalah orang yang tahan. Tahan nafsu belanja, tahan tidak mengeluh, tahan gak bisa makan dan tidur, tahan untuk tetap tersenyum, tahan dicuekin, tahan diberi kejutan, dan yang terpenting adalah tahan untuk tidak memutuskan melakukan hal lain dengan segera (alias konsisten till drop). Jadi jangan puas dulu lah nduk kalo sekarang kamu dalam tahap “lagi susah”.

Kenapa coba saya kepikiran orang-orang hebat? karena banyak orang-orang hebat di sekitar saya. Duh kalau dibandingin, apalah saya ini. Teman-teman yang seumuran saya banyak yang sudah bisa menafkahi orang tuanya, dapat penghargaan ini-itu, punya usaha A, mereka lebih bijak, sudah menikah (yang ini saya belum iri), bolak-balik ke luar negeri, hafal Al-Qur’an, sudah lulus kuliah, jago bahasa B, C, D sampai Z,  dll (masih banyak hal yang bisa saya sebutkan yang bisa membuat hati saya panasss). Seringkali karena keadaan ini saya gemar mencari kata-kata motivasi dan penyemangat (di sinilah sebenarnya saya butuh seorang makhluk dunia yang bisa bilang:  apapun yang terjadi/ku kan slalu ada untukmu/janganlah kau bersedih/cause everything’s gonna be okay)

Well… sebetulnya saya sejak dulu cukup bisa membanggakan kedua orang tua dengan variasi sikap baik yang selalu saya tunjukkan dan tentunya ini juga berkat arahan mereka. Saya tidak ingat bagaimana mereka dulu membimbing saya tetapi saya sangat bergantung pada aturan mereka. Semakin lama saya dilepas, awalnya sedikit demi sedikit dan alhamdulillah saya bisa bertahan (calon orang hebat pastinya saya!). Sayang… pada suatu waktu, dalam perjalanan kaset kehidupan saya, mode “play” kecemerlangan yang sangat gemilang berubah menjadi mode “pause”  dan saya agak menjadi kacau. Saya bilang pause karena mode itu saya yakin bisa diubah dan dikembalikan menjadi kegemilangan lagi pada massanya. Pertanyaannya adalah, kenapa bisa “pause”? karena semua tidak ada yang sempurna.

Saya agak menyesal tapi saya tidak perlu terus-terusan bersedih bukan? Ini adalah warna-warni yang mencerminkan kehidupan dan keindahan. Ini artinya saya sedang menjadi orang susah (menurut perspektif saya). Ini artinya bahwa saya bisa melakukan hal yang lebih dari yang saya sedang lakukan. Ini artinya saya sedang bersiap-siap menekan tombol play ketika bulan depan dimulai, lho tunggu, kenapa bulan depan? karena saya sudah berusia 21 tahun.

Kesempatan menjadi orang hebat akan terus terbuka selama bukan mode “stop” yang saya punya. Kalau sudah begini… semoga Tuhan mengampuni saya.

July 2, 2010 at 12:40 pm 4 comments

Allah, let me know who I am..

Saya masih bisa bersabar

dan saya akan bersabar

Walau sesungguhnya semangat tidak bisa hanya ditunggu tetapi diciptakan, saya masih bersabar

Jikalau, andaikan, seandainya… terngiang-ngiang di kepala

Rangking tertinggi tentunya ikhlas dan sabar

berjalan sama dengan mencari jarum di tengah laut

Jadi . . .

Biarlah yang kemarin menjadi sebuah cermin bahwa tergesa-gesa tidak akan mendatangkan semangat saya

Hanya kesedihan dan penyesalan

Menantang kreativitas berpikir dan merasa

menohok…

Allah… let me know who I am..

so I can fly without wings

Kalaulah ini salah satu jalan menuju penciptaan semangat.. saya akan bersabar

Biarlah yang kemarin menjadi cermin satu sisi karena saya tidak mau melihat bayangan yang sama lagi..


November 11, 2009 at 6:58 pm 2 comments


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.