Posts tagged ‘islam’

I’tiraf

” Ilahi lastu lil firdausi ahlan
Walaa aqwaa ‘alannaril jahiimii
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
fainnaka ghafirudzdzambil ‘adzhiimii
dzunuubi mitslu a’daadir rimali
fahablii taubatan yaa dzal jalaali
wa ‘umrii naaqishun fii kulliyaumi
wa dzambii zaa idun kaifahtimali
ilahi ‘abdukal ‘aashi ataaka
muqirran bi dzunubi waqad da’aaka
fa in taghfir faanta lidzaka ahlun
wa in tadrud faman narjuu siwaakaa “

” Ya Tuhanku, aku tidaklah pantas menjadi ahli syurga firdausMu
Namun aku juga tak kan sanggup masuk ke neraka jahimMU.
Oleh karena itu, terimalah taubatku dan tutupilah dosa – dosaku.
Sesungguhnya Engkau maha mengampuni dosa – dosa besar.
Dosa – dosa ku seperti hamparan pasir di laut, maka terimalah taubatku wahai Dzat yang Maha Agung…
Umurku terus berkurang setiap hari, namun dosa – dosaku bertambah setiap hari…
Bagaimana aku mampu menanggungnya ?
Ya Tuhanku, hambaMu yang berlumur dosa ini datang kepadaMU
Sesungguhnya aku benar – benar berdosa kepadaMU
Dan bila Engkau tidak mengampuni aku, kepada siapa lagi aku berharap selain Engkau ?”

February 15, 2012 at 11:25 pm Leave a comment

lâ hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh

hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh

The magnificent phrase hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh is mentioned numerous times in the hadith (sayings of Muhammad) as being highly regarded and highly recommended by the Prophet Muhammad. The phrase is a part of daily prayers for many Muslims, and is a common phrase in ceremony and dhikr.

It is not uncommon to find the phrase hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh translated simply as there is no power or strength except through Allâh. However that translation fails to capture the grandeur and deeper significance of this magnificent phrase.

Translating the word hawla simply as power is an over-simplification. The Arabic root h-w-l depicts all manner of change and transformation. The root h-w-l has led to a wide variety of words, but they all share this common thread of change and transformation. Certainly it is true that transformation and change require power, but power alone is not an adequate translation…. change and transformation are the keys to this magnificent phrase.

The phrase may be translated word-by-word as:

lâ = no, not, none, neither
hawla = change, alteration, transformation, movement, motion
wa = and
lâ = no, not, none, neither
quwwata = strength, power, potency, force, might, vigor
illâ = but, except, if not
bi = with, to, for, in, through, by means of
Allâh = Arabic name for the Supreme Being

Progress is only achieved through change and transformation… and spiritual progress requires the highest degree of change and transformation. We may wish to change, but we alone do not have the power to make such changes.

Such change and transformation can only occur through the tahwîl (transformation) of Allâh. That is to say, true change and transformation can arise only through the awesome and glorious powers of Allâh.

Here are some literal translations of the phrase hawla wa lâ quwwata illâ billâh that incorporate the idea of change and transformation:

There is neither change nor power except by means of Allâh.

There is no transformation or strength except through Allâh.

There is neither progress nor might except through Allâh.

SUMBER: http://wahiduddin.net/words/tahwil.htm.

January 5, 2011 at 11:59 pm Leave a comment

Sabar dan Syukur

Keluhan, kesal, marah, iri, dendam, su’udzon, dan semacamnya, merupakan  tanda-tanda ke-tidak sabar-anmu dan ke-tidak syukur-anmu kepada-Nya. Karena segala sesuatu yang  hadir dalam hidupmu, adalah sesuai dengan Ketentuan dari-Nya.

Mari kita tengok sifat manusia yang sesunggunya bahwa…

“Sesungguhnya manusia itu di ciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir,Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh, Dan apabila mendapat kebaikan, ia kikir {Qs.Al-Ma’aarij : 19-21 }

Berkeluh kesah dan kikir, makna yang berlawanan dengan sabar dan syukur. Sabar dan syukur bukanlah sifat dasar manusia, karena sabar adalah sifat-Nya, Ash shabuur, dan syukur pun adalah sifat mutlak yang dimiliki-Nya, As syakuur. Walaupun demikian manusia sangat berhak memiliki sifat sabar dan syukur. Hak tersebut adalah anugerah yang diberikan-Nya. Oleh karena bukan sifat dasar manusia pada umumnya, sabar dan syukur ini menjadi hal yang sangat istimewa. Dia menggunakan dua hal ini untuk menakar keimanan seseorang. Oleh sebab itu sering dikatakan bahwa sabar dan syukur itu adalah sebagian dari iman.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS.2:153)

May 6, 2010 at 12:10 pm 2 comments

Matematika Sedekah

Begini konsep matematika sedekah itu:
Menurut pelajaran matematika yang kita kenal di sekolah dasar,
10 – 1 = 9,
tetapi, di dalam matematika sedekah,
10 – 1 = 19,
sebab setiap kali kita bersedekah dengan memberikan satu unit rizki (harta) kita, Allah akan menggantinya (membalasanya) 10 kali lipat.

Jika matematika sedekah itu dilanjutkan, maka kita memperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
10 – 2 = 28
10 – 3 = 37
10 – 4 = 46
10 – 5 = 55
10 – 6 = 64
10 – 7 = 73
10 – 8 = 82
10 – 9 = 91
10 – 10 = 100

Jadi, setelah 10 unit harta kita habis disedekahkan, maka kita memperoleh balasan dari Allah SWT 10 kali lipat dari semula, yaitu 100 unit. Matematika sedekah ini juga menjelaskan bahwa seseorang tidak akan jatuh miskin karena sering bersedekah, sebaliknya rizkinya makin bertambah. Subhanallah. Karena itu tidaklah perlu seseorang mempunyai sifat pelit atau kikir kepada orang lain.

Apakah balasan dari Allah SWT yang 10 kali lipat itu? Apakah berupa rezki yang jumlahnya 10 kali lipat dari harta yang kita sedekahkan? Wallahu alam, bisa begitu atau dalam bentuk yang lain, hanya Allah yang tahu. Balasan dari Allah SWT bisa berupa bantuan yang tidak terduga datangnya, bisa juga berupa dikabulkannya doa dan keinginan yang selama ini selalu dipinta.

March 12, 2010 at 9:02 am Leave a comment

Jawabannya sudah ada, mengertilah wahai jiwa..

KENAPA AKU DIUJI?
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka
dibiarkan saja mengatakan;
“Kami telah beriman,” sedangkan
mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya
kami telah menguji orang2 yang sebelum mereka,
maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yang benar
dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang berdusta.”
-Surah Al-ankabut ayat 2-3

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal
ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu,
Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
-surah Al-Baqarah ayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
“Allah tidak membebani seseorang itu
melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
-Surah Al-Baqarah ayat 286

RASA FRUST?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan
janganlah pula kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang2 yang paling tinggi
darjatnya, jika kamu orang2 yang beriman.”
-surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan jalan sabar dan mengerjakan
sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang
itu amatlah berat kecuali kepada
orang2 yang khusyuk”
-Surah Al-Baqarah ayat 45

AKU TAK DAPAT TAHAN!!
“….dan janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah
melainkan kaum yang kafir.”
-Surah Yusuf ayat 87

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesudah kesulitan itu ada kemudahan

-Al-Insyrah:5-6

wallahua’lam…

January 2, 2010 at 1:19 pm Leave a comment


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.