Posts tagged ‘kontemplasi’

Galau

Pertama… Galau karena sudah lama terlalu menuntut tanpa sebelumnya memberi. Menuntut ini, itu, terlalu banyak cemberut, sibuk dengan diri sendiri dan lain-lain. Padahal memberi itu gampang (atau lebih gampang dulu yaa?) ah alasan sebenarnya kalau memberi hari ini sulit.  Tinggal mau atau tidak… hemmm…

Kedua… Galau karena belum dapat alat destilasi. Setelah melakukan pendaftaran penggunaan alat destilasi diperkirakan saya mendapat giliran tanggal 15 Januari 2011, whaaaattttt? mau sampai selama apa tugas akhir saya pending? Padahal di catatan saya persiapan pelarut dilakukan di minggu keempat Desember sampai minggu kedua Januari. Galau. Apa saya harus mendaftar ke gedung itu dimana ada alat destilasi juga yaa? tapi tapi… hemmm…. tinggal mau atau tidak…

Ketiga… Galau karena membatalkan rencana liburan. Apa ya ini namanya..  kau yang mengajak dan kau yang membatalkan, kau yang memulai dan kau yang mengakhiri. Ya itu akkkuuuu. Dengan menggebu-gebu mengajak orang-orang untuk join tapi di tengah jalan menghilang dan tau-tau membatalkan karena urusan pribadinya, apa yaa ini namanya? Saya tidak bisa ikut dan eh ternyata malah membatalkan liburannya. Galau. Menurut orang lain alasan pembatalan saya sih tidak masuk akal, yaitu liburan batal karena 2 minggu lagi saya ada ujian perbaikan. Dua minggu lagi.  It means katanya masih lama. Yakkkkiiin? setahun saja kerasa sebentar lhooo. Bukan bisa atau tidak bisa…. tinggal mau atau tidak… hemm

Keempat.. Galau karena betapa seperti bocahnya sayaaaaaaa….

December 23, 2010 at 8:36 pm Leave a comment

Curhat: Dialog dan Monolog

Akhir-akhir ini saya sering melamun. Di kamar tidur. Di kamar mandi. Di atas motor. Dimana-mana. Dialog otak dan hati dimulai, bertanya-tanya, kira-kira kesempatan apa ya yang bisa membawa saya ke luar negeri? Haaa… sejak liburan semester kemarin saya iri. Iri to the max. Setiap buka situs jejaring sosial adaaaa aja teman yang curhat lagi di luar negeri. Ngerinya lagi yang bikin nambah iri adalah mereka ke sana bukan cuma buat jalan-jalan. Kalau buat jalan-jalan sih ya monggo wae kalo punya duit. Saya gak iri. Iri saya eksklusif. Saya cuma iri sama teman-teman yang mempunyai misi mulia menimba ilmu ke negeri seberang *kecups.

Kalau dipikir pake logika, ditimbang-timbang pake timbangan manusia, jauh banget keinginan saya ini terwujud. Apa? duit ga punya (belom punya ding), kompetisi apa pun yang bertaraf internasional ga pernah ikutan, organisasi internasional? ga, cuma member. Kemampuan? fisik? mental? bahasa?prestasi? kuliah? beasiswa? *mikir-mikir*Oh My God. Cemana. Miris banget sih keadaan gw. Jalan pintas? ngumpulin undian salah satu supermarket yang hadiahnya ke luar negeri *geleng-geleng*. Hiks. Dialog berlanjut. Hati bilang banyaklah berdoa, meminta agar jalan yang sulit dimudahkan, jalan yang tertutup dibukakan, dan jalan yang tidak mungkin dimungkinkan. Otak bilang mana mungkin terwujud kalo  gak punya “m o d a l”? Zzzz! *hening*. Dialog terhenti, monolog dimulai.

Dialog antara otak dan perasaan membawa saya kepada monolog kamar. Mencari hubungan sebab-akibat. Menggiring kepada satu keadaan yang saya rindukan. Kontemplasi. Pertanyaan dilontarkan kembali, untuk kesekian kali.

Apa saja yang sudah saya lakukan selama 21 kali berevolusi?

November 30, 2010 at 11:12 am 2 comments

One Step Closer to August

Orang yang pernah susah termasuk definisi orang hebat menurut perspektif saya. Saya sedang susah, apa saya hebat? belum. Karena selain orang yang pernah susah, rasionalisasi saya bilang orang hebat adalah orang yang tahan. Tahan nafsu belanja, tahan tidak mengeluh, tahan gak bisa makan dan tidur, tahan untuk tetap tersenyum, tahan dicuekin, tahan diberi kejutan, dan yang terpenting adalah tahan untuk tidak memutuskan melakukan hal lain dengan segera (alias konsisten till drop). Jadi jangan puas dulu lah nduk kalo sekarang kamu dalam tahap “lagi susah”.

Kenapa coba saya kepikiran orang-orang hebat? karena banyak orang-orang hebat di sekitar saya. Duh kalau dibandingin, apalah saya ini. Teman-teman yang seumuran saya banyak yang sudah bisa menafkahi orang tuanya, dapat penghargaan ini-itu, punya usaha A, mereka lebih bijak, sudah menikah (yang ini saya belum iri), bolak-balik ke luar negeri, hafal Al-Qur’an, sudah lulus kuliah, jago bahasa B, C, D sampai Z,  dll (masih banyak hal yang bisa saya sebutkan yang bisa membuat hati saya panasss). Seringkali karena keadaan ini saya gemar mencari kata-kata motivasi dan penyemangat (di sinilah sebenarnya saya butuh seorang makhluk dunia yang bisa bilang:  apapun yang terjadi/ku kan slalu ada untukmu/janganlah kau bersedih/cause everything’s gonna be okay)

Well… sebetulnya saya sejak dulu cukup bisa membanggakan kedua orang tua dengan variasi sikap baik yang selalu saya tunjukkan dan tentunya ini juga berkat arahan mereka. Saya tidak ingat bagaimana mereka dulu membimbing saya tetapi saya sangat bergantung pada aturan mereka. Semakin lama saya dilepas, awalnya sedikit demi sedikit dan alhamdulillah saya bisa bertahan (calon orang hebat pastinya saya!). Sayang… pada suatu waktu, dalam perjalanan kaset kehidupan saya, mode “play” kecemerlangan yang sangat gemilang berubah menjadi mode “pause”  dan saya agak menjadi kacau. Saya bilang pause karena mode itu saya yakin bisa diubah dan dikembalikan menjadi kegemilangan lagi pada massanya. Pertanyaannya adalah, kenapa bisa “pause”? karena semua tidak ada yang sempurna.

Saya agak menyesal tapi saya tidak perlu terus-terusan bersedih bukan? Ini adalah warna-warni yang mencerminkan kehidupan dan keindahan. Ini artinya saya sedang menjadi orang susah (menurut perspektif saya). Ini artinya bahwa saya bisa melakukan hal yang lebih dari yang saya sedang lakukan. Ini artinya saya sedang bersiap-siap menekan tombol play ketika bulan depan dimulai, lho tunggu, kenapa bulan depan? karena saya sudah berusia 21 tahun.

Kesempatan menjadi orang hebat akan terus terbuka selama bukan mode “stop” yang saya punya. Kalau sudah begini… semoga Tuhan mengampuni saya.

July 2, 2010 at 12:40 pm 4 comments

Kontemplasi 3 Tahun

3 tahun berarti 1092 hari, 26208 jam, 1572480 menit, 94348800 detik, selama itu seorang telah menunaikan pelatihannya untuk bangkit selama 17472 jam, selama itu pula siswa SMP atau SMA akhirnya bersenang-senang untuk merayakan kelulusannya. 3 tahun, seorang bayi mungil mulai bisa merangkak meraih tangan ibunya, tertawa memperlihatkan dua pasang gigi yang baru tumbuh. Setelah  1092 hari, tiga kali sudah bumi telah mengelilingi matahari sehingga siang dan malam tidak saling berkejar-kejaran untuk menunjukkan siapa yang terhebat. 1572480 menit seorang ibu bekerja, seorang aktris berkarya, seorang teknisi lulus dari Politeknik Negeri Bandung,  seorang Gayus belum dihadapkan dengan konsekuensi atas pilihannya. Dan selama 94348800 detik jutaan kali kerdipan mata terus menjaga keseimbangan tubuh.

Hal lain sedang dipikirkan oleh  seorang perempuan tentang makna dari tiga tahun. Dia mencari kejadian, mencari semangat, mencari kejujuran. Yang ada dipikirannya saat ini tiga tahun berarti semakin dekat dia dengan tugas akhirnya, semakin banyak berarti dosa yang telah dia kerjakan, semakin rapuh berarti dia selama ini, semakin sombong dia merasakan, semakin banyak target yang belum tercapai.

Tiga tahun. Istimewa memang, mozaik kehidupan yang sungguh sangat disyukuri, penempatan posisi yang sangat membuka peluang bagi kesempurnaan hidup di dunia. Saya memohon pada-Mu kado kebahagiaan lalu Engkau berikan dan akhirnya  saya mampu bagikan kepada setiap orang yang saya temui, saya senang membuat mereka tersenyum. Di sisi lain, tiga tahun. Saya tidak pernah meminta kado kesedihan tapi Engkau tetap memberikan kado itu pada saya, mungkin untuk diri saya sendiri, supaya saya belajar dan saya kuat, tetapi saya malah membagikannya pula kepada orang-orang yang saya temui. Mereka jadi sedih dan saya merasa bersalah.

Kemudian saya ingin menyampaikan kepada bumi untuk 3 tahun yang telah dijalani: MAAF, TERIMA KASIH dan SEMANGAT! Kalo tidak sempat saya bertemu, tolong terima salam saya dengan hangat dan tangan terbuka, jangan khawatir salam ini tidak sampai karena saya akan sampaikan dulu kepada pemilik bumi dan saya memohon untuk menyampaikannya kepada kalian. Saya sangat berharap permintaan ini dikabulkan, Yaa Rabb. Amiin Allahumma amiin..

April 8, 2010 at 2:41 am Leave a comment

Kamu ya Kamu

Pada suatu hari….

Ayah menjemput saya di kampus

Padahal si Beat udah hampir sebulan resmi jadian sama saya

Dan mengantar-jemput saya dengan selamat

“Kalau ada apa-apa di jalan gimana?”,  Beliau khawatir

Ibu sangat khawatir anaknya pingsan

Beliau menyuapi nasi telur ke mulut saya

Padahal sudah setengah tujuh dan hari ini adalah hari Rabu, Bu. Rabu!

“Kamu gak akan inget makan kalo gak diginiin”, Beliau cemas

Angkatan 2006 sedang hectic bikin tugas akhir

Tiga hari ke depan adalah tanggal merah

Status facebook mereka menyiratkan kegembiraan karena akhirnya bisa berlibur

Untung masih angkatan 2007, saya pikir

Saya masih muda ya?

Tapi….

Semoga jadi anak yang shalehah

Berguna bagi keluarga, nusa, bangsa dan agama

Sudah waktunya

Adek-adekmu jangan lupa diajari

Kok jadi merasa tua ya?

Diatas langit ada langit

Dibawah atap ada tembok

Diantara tembok dan langit ada kamu

Tembok bisa ditembus, tapi kamu akan berbalik arah

Langit bisa diraih terus, karena kamu menuju ke sana

Mengerti?

Berapa umurmu sekarang?

20 tahun, saya jawab

Kamu tahu apa yang harus dilakukan oleh manusia 20 tahun?

seharusnya tahu, saya jawab

Lho?

hmm *biarkan saya memikirkan jawabannya*

March 31, 2010 at 9:06 am 3 comments

M A A F

Untuk setiap hati yang saya sakiti, Untuk setiap janji yang saya ingkari, untuk setiap dzalim yang saya lakoni, saya mohon maaf :( ( Ya Allah, apa balasan setimpal untuk diri yang tidak amanah ini?

Kata-kata teman saya yang juga saya takuti..

February 22, 2010 at 1:02 am 1 comment


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.