Posts tagged ‘kuliah’
Posisi Tempat Duduk
Lima tahun di bangku kuliah saya rasa belum cukup untuk mengenal tiap individu satu angkatan yang jumlahnya kurang lebih seratus orang. Bahkan sekedar duduk bersebelahan. Sudah secara otomatis ketika masuk ke kelas, saya akan langsung menuju ke tempat nyaman saya, yaitu posisi dimana energi aktivasi saya paling rendah. Tidak aneh, orang-orang yang duduk bersebelahan dengan saya pun itu lagi-itu lagi. Karena mereka juga sama seperti saya. Datang lalu duduk di tempat mereka. Seolah-olah tempat duduk itu merupakan dedicated area dengan tulisan invisible terangkai nama-nama kita.
Kadang saya menggunakan metode lain. Ketika tempat duduk tersebut sudah ditempati ‘orang baru’ yang tidak tahu bahwa kursi tersebut ‘sudah ada yang memiliki’, saya lantas mencari orang yang saya anggap ‘bisa saya ajak bicara dengan nyaman’. Dia lah acuan saya mencari posisi bernenergi aktivasi rendah.
Saya tidak menyalahkan diri saya mengenai hal ini dengan alasan bahwa dengan melakukan hal tersebut saya membatasi ruang bersosialisasi, tentu tidak. Saya pikir hal ini terjadi secara natural. Bahkan dosen saya pun mengamini bahwa memang setiap orang memiliki ‘tempat duduk kebesarannya’ yang akan sangat terganggu bila orang lain menggunakannya.
Hal ini menjadi salah satu hal yang menggelitik ketika beberapa bulan terakhir ini saya tidak memikirkan lagi dimana posisi saya duduk dan dengan siapa saya bersebelahan…. sampai seorang teman saya berkata, “Pur, nyadar gak selama 5 tahun kita gak pernah duduk sebelahan?!”. Haha.. dua hal yang langsung saya tangkap dengan cepat, pertama, saya sudah berkuliah selama 5 tahun dan kedua, ya! saya tidak pernah duduk bersebelahan dengannya dan saya tidak peduli tetapi dia peduli. Ini hal kecil, tapi halo… bagi saya ini adalah sebuah perhatian. As simple as that.
Mungkin inilah kenapa waktu dulu saya bersekolah di SD, kami diminta oleh wali kelas untuk bergantian teman duduk dan posisi tempat duduknya berputar. Kadang di depan, tengah, belakang. Kadang dengan A, B, Z. Agar kami saling mengenal dan agar kami saling belajar untuk peduli dengan sesama. Seiring bertambah usia, kami menjadi penentu setiap keputusan, salah satunya keputusan to change a random things into a dedicated things.
My Life (part 1)
Selama TA belum selesai, weekdays benar-benar aku habiskan di lab. Kalau tidak ada yang memaksa dan kalau bukan karena terpaksa, aku bisa seharian tidak makan. Bukan suatu kebanggaan sebetulnya, ini adalah suatu keprihatinan. Di saat lemak di dalam tubuhku hanya 23,2% dari total berat badan dan berat badanku hanya 42 kg tentu orang tuaku akan marah jika tahu anaknya tidak makan seharian. Aku peduli tapi mau bagaimana lagi, membawa makanan ke dalam lab tentu bukanlah tindakan yang diperbolehkan meski diam-diam aku sering membawa sebotol teh hijau ke dalam lab. Aku sedikit tidak peduli dengan kontaminasi asam asetat, toluena, kloroform dimana efeknya lebih berbahaya dari mengonsumsi sebatang rokok. Pelarut-pelarut tersebut dapat menyebabkan teratogenik, karsinogenik, sedatif, depresi, dll, beruntung aku tidak hobi ngemil setiap jam (:
Baiklah lupakan kalau aku tidak hobi makan atau ngemil. Sekarang mari kita semangati teman-teman Juli Sampai Mampus a.k.a JULIUS yang mungkin malam ini benar-benar tidak nafsu makan atau ngemil karena besok adalah jadwal sidang mereka. Apa ya yang mereka rasakan ketika melewati fasa-fasa terakhir menjelang kelulusan? Bagaimana rasanya seminar? Bagaimana rasanya belajar bahan kuliah selama 4 tahun dalam waktu kurang dari sebulan? Bagaimana rasanya dihadapkan dengan 12 orang dosen yang 4 diantaranya bergelar profesor? I’m proud of you buddies, berbahagialah beberapa jam lagi kalian akan menambah kebahagiaan kedua orang tua kalian dengan gelar sarjana yang telah kalian raih dengan perjuangan keras (: Ya Allah, berikanlah kemudahan bagi teman-temanku dan lancarkanlah lisan mereka untuk menjawab setiap pertanyaan dari penguji. Amin..
Aku sendiri mengelompokkan diri sebagai Oktober Sampai Mampus a.k.a OCTUPUS, artinya sebisa mungkin aku harus ikut sidang di gelombang Oktober. Sampai saat ini kerjaanku di lab belum beres, aku masih berusaha dan aku masih semangat teman-teman (: Hanya nampaknya aku seperti buta dengan waktu, aku lupa hari, lupa tanggal. Pernah waktu itu aku merasa telah melewati waktu sebulan padahal sebenarnya waktu berjalan baru seminggu. Rasanya sudah banyak sekali yang aku lakukan di lab: coba lagi- belum murni lagi- ambil yang lain- belum murni lagi- pemurnian lagi. Bersama kesulitan ada kemudahan. Allah guarantees it, so I’m still fighting! (:
Tulisan ini menggantung tapi kusudahi saja~ capek sekali akhir-akhir ini. HWAITING! \m/
p.s: Aku seperti sedang menulis sebuah wasiat. hehe. No way! it’s just a wonderful life’s story! (:
Ujian Terakhir
Kamis kemarin adalah ujian terakhir saya di kampus dalam menempuh pendidikan sarjana *amin*. Bagi sebagian orang, momen “terakhir” haruslah ditutup dengan manis, ada yang berusaha semaksimal mungkin untuk hasil yang baik. Namun ada sebagian orang lagi yang sudah kehabisan tenaga, mentang-mentang yang terakhir jadi berjalan santai dan sudah memikirkan kesenangan setelahnya karena “ini yang terakhir”, artinya terlepas sudah dengan sebagian tekanan batin dan tekanan pikiran (lebay). Saya ada di sebagian orang yang mana? dilihat dari panjangnya penjelasan sih kayaknya termasuk sebagian orang golongan kedua (hahaha… *tertawa sendiri).
Yah, memang kemarin saya agak malas belajar. Kemalasan ini saya sampaikan kepada salah seorang teman saya, sebut saja Bunga. Malam hari ketika saya sedang membaca slide kuliah sambil terkantuk-kantuk, kita berkirim sms:
Saya: Waduh gimana ini males belajar!
Bunga: Ya gak usah, gak ada yang maksa kok Pur! haha.. berani gak?
Saya: Tentu saja gak berani!
Bunga: Bagus-bagus.. belajarlah kau nak! Yang lebih pintar dari kita aja belajar, masa kita nggak!
Driving force yang seru!
Teman saya ini memang tepat memilih sasaran tembak. Sedikit demi sedikit saya mendapatkan suplai energi buat belajar. Walau pada akhirnya tetap saja saya tertidur di depan laptop -___-”.
April, Lulus, Kerja
Yeahaaa top news minggu ini di kepala saya adalah April, lulus, kerja. Kenapa April? yak karena bulan ini adalah injury time untuk memastikan bisa lulus di bulan Juli. Duh duh duh… bisa gak ya? selalu selalu dan selalu.. pertanyaan itu yang selalu dipikirkan, karena April sudah hampir selesai sedangkan tugas di lab belum selesai : ((((. Terbesit sebuah pembenaran, “Lulus Oktober juga gak apa-apa, yang penting masih tahun ini” (entah ini putus asa atau realistis). Yang pasti tugas yang saya rancang 6 bulan lalu harus selesai pada waktunya. Ini artinya bahwa pada tanggal 30 April 2011 aktivitas saya di lab harus telah selesai.
Lalu lulus. Tadi siang di kampus nampaknya baru ada pembagian toga untuk wisuda Sabtu besok. Siapa coba yang tidak tergiur dengan sorak sorai para wisudawan-April di tengah kolam Indonesia Tenggelam? Hooraaay! yak sejujurnya saya ingin segera lulus dan sejujurnya pula saya belum tahu pasti akan melakukan apa nanti setelah lulus, apakah benar sudah siap menjadi pengangguran (yang sebenarnya masa penantian)? no comment. Pastinya banyak rencana yang ingin saya lakukan setelah lulus. Kalau lulus cepat yaa…. saya bisa jalan-jalan, istirahat sebelum melanjutkan profesi apoteker, apply CV ke perusahaan-perusahaan, belajar Bahasa Inggris, dll. Menarik kan? jadi ayo bereskan kuliahmu!
Setelah lulus tentunya saya ingin memenuhi kebutuhan selanjutnya: memiliki pekerjaan. Dari dulu saya ingin menjadi pegawai negeri dibanding kerja di industri. Tapi setelah saya mengunjungi career day kemarin saya berpikir untuk bekerja di industri terlebih dahulu untuk mencari pengalaman sebelum menjadi pegawai tetap. Mengunjungi stands yang ada di acara tersebut membuat saya berpikir juga tentang bagaimana sulitnya mendapatkan pekerjaan bila tidak layak untuk dipekerjakan (nah loh?!). Saya setuju kalau lowongan pekerjaan banyak tapi lihat juga berapa banyak orang-orang yang ingin melamar pekerjaan, unbelievable! Saya memang sangat amat khawatir tentang bagaimana nasib saya besok: apakah saya bisa lulus segera, apakah saya akan mendapat pekerjaan, apakah saya bisa membahagiakan orang tua, apakah…. Saya serahkan semuanya kepada Allah (Insya Allah), tugas saya adalah berusaha, rezeki manusia tidak akan tertukar, Tuhan pasti memilihkan jalan yang terbaik karena Dia adalah Maha Pemberi Petunjuk.
TA TA!
Saya mulai cinTA pada TA. Walaupun penuh deriTA pada prosesnya dia berceriTA tanpa kaTA.
Tugas Akhir Saya
Selama satu semester terakhir saya (harus) menyelesaikan tugas akhir. Topiknya mengenai isolasi senyawa antioksidan. Ada beberapa langkah yang akan saya kerjakan pada tugas akhir ini, saya kelompokkan sebagai berikut:
- Destilasi pelarut
Pelarut yang didestilasi adalah pelarut yang digunakan pada prosedur dalam jumlah banyak. Alat yang digunakan adalah destilator melalui metode destilasi sederhana. Destilasi merupakan proses pemisahan yang berdasarkan perbedaan titik didih dari komponen-komponen yang akan dipisahkan. Destilasi bertujuan untuk pemurnian komponen cair pelarut yang akan digunakan untuk langkah-langkah selanjutnya.
- Penapisan fitokimia
Penapisan fitokimia ini bertujuan untuk mengetahui ada golongan senyawa apa saja yang ada di dalam simplisia yang saya uji. Golongan senyawa tersebut terdiri dari golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, steroid dan triterpenoid. Karena saya akan mengisolasi senyawa antioksidan maka seharusnya simplisia yang saya pilih positif mengandung flavonoid atau senyawa fenol lainnya, karena flavonoid dan senyawa fenol merupakan antioksidan alami.
- Karakterisasi simplisia
Karakterisasi simplisia meliputi pemeriksaan kadar air, kadar abu, susut pengeringan, dan kadar sari dari simplisia. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk simplisia tersebut, misalnya kadar airnya tidak boleh melebihi 10% karena bila kadar air terlalu tinggi akan memicu pertumbuhan mikroba dan kualitas dari simplisia tersebut kurang bagus.
- Ekstraksi
Ekstraksi adalah proses mengambil senyawa dari simplisia. Metode yang digunakan adalah refluks yaitu ekstraksi dengan cara panas. Prinsipnya penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna, penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
- Pemekatan
Pemekatan ekstrak dilakukan dengan menggunakan rotary evaporator. Pelaut hasil rotary dapat digunakan kembali untuk mengekstraksi asalkan simplisia yang digunakan sama.
- Pemantauan ekstrak
Pemantauan ekstrak dan pemantauan fraksi (langkah selanjutnya) menggunakan kromatografi lapis tipis. Fasa diam berupa silika gel dan digunakan fasa gerak yang sesuai. Perlu coba-coba pada langkah ini untuk mendapatkan kromatogram yang bagus. Kromatogram yang bagus adalah kromatogram yang memperlihatkan keterpisahan beberapa senyawa dengan jelas. Kombinasi dan komposisi fasa gerak dimulai dari yang nonpolar sampai dpolar dicoba sebagai optimasi dari fasa gerak tersebut. Jangan lupa setiap hasilnya dilakukan pemotretan, baik itu sebelum dilihat di bawah uv, ketika dilihat di bawah uv, dan setelah disemprot dengan penampak bercak.
- Pembebasan klorofil
Pembebasan Klorofil dilakukan dengan melarutkan ekstrak kental dengan air panas lalu disaring. Klorofil akan menggumpal dengan penambahan air panas.
- Fraksinasi I
Fraksinasi dilakukan menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut yang kepolarannya meningkat. Fraksinasi bertujuan untuk mnegelompokkan komponen senyawa berdasarkan kepolarannya. Sebenarnya ECC kurang efektif untuk pemisahan karena pemisahannya kurang selektif dan terkadang pada saat pemantauan memberikan pemisahan senyawa yang hampir sama pada setiap fraksi. Mari kita coba dulu saja..
[TO BE CONTINUED....]
Ujian Lisan Fitokimia
Tanggal 3 Desember. Ketika seorang teman menyebutkan tanggal ini saya seperti diingatkan akan sesuatu. Ternyataa… 3 Desember adalah hari terakhir kuliah di semester 7 dan juga hari dimana saya kontrol behel yang terakhir (semoga). Kalau teman saya itu tidak bilang, saya tidak akan sadar kalau kuliah di semester ini sebentar lagi akan benar-benar berakhir. Antara senang dan was-was karena berarti dia juga akan dikumpul, kamu tahu apa? buku TA! Kenapa? karena sudah sejak 2 minggu yang lalu saya tidak buka buku keramat ini, bahkan disimpan di lantai begitu saja, kadang saya tendang, saya lempar dan saya singkirkan. Bimbingan lewat, jurnal-jurnal entah tidak ada penambahan atau pengurangan, flat, tidak disortir lagi, dan semangat agak turun. Semuaa karenaaaa.. fitokim! farmol! pantas saja mata kuliah ini disimpan di semester akhir. Subhanallah menyita waktunyaa…
Fitokim! -i love you full fitochem!- adalah dasar dari kelompok keahlian tugas akhir saya. Mau gak mau saya harus suka. Saya memang mencoba suka. Apalagi ujiannya, makjaaaaang… Saya terkesima! sama spektrum-spektrum itu: UV-Vis, IR, NMR, MS. huwooow kalo ujiannya gak seperti itu memang saya tidak akan belajar sampai benar-benar mengerti, mungkin hanya sampai tahap tahu lalu menguap kemudian. Intinya adalah kita diuji memperkirakan struktur kimia apa yang ada di dalam keempat spektrum tersebut. Harus mendapatkan satu struktur yang sama. Dimulai dari membaca puncak pada spektrum UV-Vis dengan memperkirakan kerangka molekulnya kemudian menginterpretasikan ikatan apa saja yang ada melalui spektrum IR, petunjuknya adalah bilangan gelombang. Dilanjut dengan penentuan BM, pola fragmentasi melalui spektrum MS, sampai yang terakhir penentuan jumlah proton melalui NMR. Sukses! finally, I’ve done!
Yang membuat heboh adalah ujian ini ujian lisan. Diuji oleh seorang dosen yang rela mengajarkan 120 orang mahasiswanya satu per satu. Sampai malam. Sampai subuh. Sampai besok paginya. Sampai besok subuh lagi. Berturut-turut. Subhanallah.. Bapak Prof.Dr. Komar Ruslan, saya terkesima juga dengan ketahanan beliau! Bapaaak… semoga beliau tidak sakit karena sering melembur. Pada akhirnya saya tidak menyesal telah melewati ujian-lisan-yang-sangat-bikin-stress ini, Pak. Malah saya berterima kasih kalau tidak seperti ini, saya tidak akan mau mencoba.
Saking berkesannya ujian ini banyak teman-teman saya yang langsung sujud syukur karena telah lulus ujian lisan bagian karakterisasi dan identifikasi. Wajar.. karena.. kamu tau seperti apa rasanya? lega tiada tara seperti seorang mahasiswa yang telah lulus sidang sarjana (maaf agak lebay haha). Rasanya..langkah pertama memasuki ruangan ujian jantung berdetak semakin kencang dengan irama tertentu, cardiac output meningkat, resistensi perifer juga, sesaat setelah memasuki ruangan.. nafas agak berat dan vasokonstriksi di segala organ. Sebaliknya, ketika dinyatakan lulus, semua berdilatasi… pembuluh darah, mata, otot-otot perut, bronkheolus, syaraf-syaraf otak bahkan mungkin kalo ada bibir juga berdilatasi menampilkan sebuah senyuman bahagia. Hebat sekali!
Saking cintanya sama ujian ini juga seorang teman sampai membuat puisi, seperti ini…
Interpretasi Spektrum Hatiku
Oleh: Novita Nurul. F
Malam itu, aku berusaha keras menfsirkan spektrum hatiku..
Ketika pesonamu memancarkan radiasi sinar uv.. hatiku mengabsorpsi pada panjang gelombang tertentu,
Inilah spektrum hatiku…
Baru kusadari… hatiku telah tereksitasi pada pnjang gelombangmu….
Ada lagi yang ingin kusampaikan padamu…
Entah mengapa hatiku bergetar.. mungkin ada energi vibrasi inframerahmu..
Atom-atom hatiku meregang.. kadang melentur.. hanya kau yang tau…
Kini, hatiku menjadi doublet… mungkin karena pengaruh proton hatimu…
Proton hatiku menjadi deshielded…
Dan kau mampu memunculkan base peak yang stabil melalui d kelimpahan relatif cintamu
Tak ada lagi kemetastabilan..
Baru kusadari fragmen-fragmen hatiku ada pada dirimu.
Fitokim. Terasa sekali manfaat dan kebersamaan kita ketika ujian ini. I love you full, please be nice to us! semoga kita semua lulus. Amiiin Ya Robbal’alamiin.
SO: Study Oriented!
FREAK! itu bukan kita karena kita hanyalah orang-orang yang ingin memperbaiki nasib tiga bulan ke depan. Menyadari bahwa semasa kuliah saya tidak fokus dan saya beruntung punya teman-teman yang hobinya notulensi jadi baiklah fotokopi catatan adalah salah satu alternatif pilihan utama. SOP selanjutnya adalah mengatur jadwal belajar sesuai dengan jadwal ujian. Jarkom belajar. Menginap di kostan teman untuk belajar. Habis makan belajar. Sebelum tidur belajar. Motto selama ujian adalah study oriented! Gak ada yang protes karena semua merasakan hal yang sama. Selamat menempuh ujian, baru satu, tinggal enam mata kuliah lagi! Belajar bersama sangat membantu. Tidak ada praktikum di minggu ujian pun sangat membantu.
Teman–Kawan–Sahabat–Apapun itu sebutan untuk mereka
Saya mungkin tidak akan melupakan saat-saat bersama dengan segerombolan manusia berjilbab ini yang saya sebut teman–kawan–sahabat–atau apapun itu sebutan untuk mereka, terkecuali kalau saya mengalami amnesia. Masa kuliah. Saya bertrmu dengan mereka di kampus tercinta –kapan-kapan kalau saya sedang semangat saya ingin cerita tentang semua orang yang mewarnai kehidupan saya, tapi karena ini lagi anget-angetnya baru keluar dari oven yang jaraknya nun jauh di sana dari kota Bandung, jadi saya bercerita ttg yang saya sebut mereka dulu.okay?!
–
Foto yang di samping bukanlah segerombolan anak geng. Kita melabelkan diri masing-masing sebagai ibu-ibu pkk –entah kenapa, tapi saya yakin karena salah satu cita-cita kita adalah menjadi ibu yang baik, istri yang setia, dan wanita yang shalehah..amienn– hampir setiap waktu di kampus kita bersama. Bukan berarti kita tidak mau berteman dengan yang lain. Karena terkadang KAMI JUGA BOSAN apabila terus bersama melakukan hal yang sama. Imbang lah yaa~
Sekarang kita semester 6. Sebentar lagi lulus sarjana..amien. Orang tua pun menganggap kita sudah dewasa di usia ini. Mereka mempercayai kita, mendukung kita dan membiarkan kita untuk memilih. Kita dibebani dengan tanggung jawab besar. Tidak seperti beberapa tahun lalu. Sekolah–>pulang. Akhir-akhir ini saya menyadari kuantitas keberadaan saya di rumah semakin menipis. Lalu dimana saya? salah satunya dimana lagi kalau bukan bersama mereka.
Saya bersyukur karena mereka adalah orang yang saling mendukung bukan menjatuhkan, orang yang saling memberi namun tidak jarang juga ingin menerima,hehe.. Mereka bisa tertawa lepas dan terkadang mendapati rasa cemas yang berlebihan. Mereka dewasa dan bijak tapi selalu diwarnai dengan kemanjaan dan perhatian. Mereka optimis dan semangat.
Sehabis membaca novel 5 cm saya jadi ingat mereka dan saya ingin memekikkan semangat bagi kita samua.. ingaat..
“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
[5cm]“
— Donny Dhirgantoro
Kita yakin kita bisa jadi sarjana dalam waktu yang sama. Kita yakin orang tua kita akan menangis bangga untuk kita. Kita yakin adik-adik kita akan lebih pintar dari kita. Dan kita yakin ALLAH akan selalu ada untuk kita. Semangat temaan. Semester 6.
-Bandung, 20 Januari 2009-






mereka bilang..