Posts tagged ‘liburan’

Kyaaaa Ujung Genteng…

Dari sebelum berangkat, orang tua sudah mengingatkan bahwa Ujung Genteng itu jauh. Katanya sudah di ujung, di genteng pula (gak ngerti sih apa maksudnya di genteng). Yang pasti memang benar… Ujung Genteng itu j-a-u-h!

Beginilah kalau tinggal di tempat yang dikelilingi gunung. Jangan berharap liburan ke pantai itu tidak butuh pengorbanan; mendaki gunung, melewati lembah, bertemu kebun teh, berkunjung ke hutan dan yang lebih berbahaya adalah melewati jalan berkelak-kelok di sebelah tebing. Well… mau ke pantai aja susah. Tapi tentu kami tidak pantang menyerah. Dibekali restu orang tua, makanan dari rumah, kendaraan pribadi, dan uang beberapa puluh ribu alhasil terwujudlah liburan paket irit, Alhamdulillah saya ke pantaiiii :)

Jadi Sabtu-Minggu lalu saya dan beberapa teman saya liburan ke Ujung Genteng. Ujung genteng adalah sebuah pantai selatan-barat yang berada di Kabupaten Sukabumi. Kurang lebih berada 230 km dari Bandung. Pada saat itu kami berangkat dari Bandung pukul 07.30 WIB dan sampai di sana pukul 15.30 WIB. Dari Bandung kami ambil rute Bandung-Padalarang-Cianjur-Sukabumi. Saya sebenarnya sudah biasa melewati jalur Bandung-Sukabumi karena waktu itu saya pernah beberapa kali ke Sukabumi-Bogor jadi perjalanan terasa biasa saja. Perjalanan kian menarik begitu memasuki Kota Sukabumi-Kabupaten Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Ujung Genteng. Kami harus melewati hutan karet, beberapa kali naik-turun gunung, melihat beberapa pantai dari atas tebing (yang sebenarnya bukan pantai tujuan Ujung Genteng) dan juga melewati kebun teh. Perjalanan 2 km pun terasa jauh karena kondisi jalan yang berkelak-kelok. Melelahkan memang, tetapi apa mau dikata, saya senang :D

Hanya dengan membayar karcis Rp.27.000 untuk satu mobil, kami  masuk ke daerah Ujung Genteng yang ternyata pantainya masih beberapa km dari gerbang karcis tersebut (fyi, karcis itu berlaku 2 hari, jadi kalau mau keluar gerbang Ujung Genteng asal masih belum lewat 2 hari, kita bisa masuk gratis dengan menunjukkan karcis). Uh yeah, jalanan masih naik turun, berbatu pula, tapi bau pantai sudah tercium.. kyaaaaa.. :D

Singkat cerita sampailah kami di pantai. Kami langsung mencari tempat menginap. Awalnya mau di pondok penginapan tetapi setelah mengalkulasi keuangan akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sebuah rumah warga atas saran tour guide dadakan yang tiba-tiba menghampiri kita di sana (tenang..bukan orang jahat kok, yakin). Irit! begitulah moto liburan kami kali itu :D . yaaak… Satu rumah terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, dapur, 3 kipas angin, deal kita menyewanya dengan harga Rp 300.000.

Sampai sana kami tak mau berlama-lama di dalam rumah. Sehabis shalat, makan, kami langsung turun ke pantai. Rencana kita pada saat itu adalah bermain di pantang lalu pergi ke penangkaran penyu untuk membebaskan penyu ke pantai. Pembebasan penyu ke pantai dilakukan pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB. Pantai di dekat penginapan kondisinya tenang, ombak masih jauh, karena beberapa meter dari pesisir pantai adalah terumbu karang. Ketika sampai di tempat penangkaran penyu, ombaknya besar dan pasirnya putih.

dekat penginapan

dekat penginapan

ombaknya besar

ombaknya besar

Kami menghabiskan waktu sampai matahari tenggelam di pantai tempat penangkaran penyu. Esoknya kami kembali bertualang ke pantai untuk melihat sunrise dan bermain ombak sampai siang.

Sunrise

Sunrise

Sunset

Sunset

Kamu saat matahari terbit

Kami saat matahari terbit

melompat lebih tinggi

melompat lebih tinggi

Menurut saya Ujung Genteng itu adalah pantai yang indah. Saran saya jangan hanya menikmati satu spot saja karena karakteristik tiap bagian di pantai Ujung Genteng berbeda. Ketika berada di spot matahari terbit, pasir pantai berwarna cokelat, ombak tidak terlalu besar dan banyak perahu nelayan. Ketika berada di spot dekat penginapan, ombaknya jauh, di dekat pesisir adalah karang, airnya warnanya menarik, mulai dari bening, tosca, biru muda lalu di kejauhan terlihat biru tua. Ketika berada di spot matahari tenggelam, pasirnya berwarna putih, ombak besar (siangpun ombaknya besar), bisa membebaskan penyu ke pantai. Dan masih banyak lagi. Ada semenanjung. Indah deh. Pantai nya pun  masih tergolong “sepi”. Liburan irit pun bisa. Selamat berlibur ke Ujung Genteng! :)

Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng

Pesisir Ujung Genteng

Pesisir Ujung Genteng

July 28, 2011 at 1:17 pm Leave a comment

Jalan-Jalan

Kalau sudah di rumah saya malas pergi kemana-mana. Inginnya tidur dan makan. Padahal di luar sana banyak hal yang menarik dilihat. Bagi saya kalau untuk tujuan jalan-jalan, saya lebih suka pergi ke alam terbuka, melihat gunung, pantai atau jalanan yang dikelilingi sawah dan kebun teh. Itu cukup menarik. Menghela nafas lalu menghembuskannya. Subhanallah…

Ada satu hal yang juga menyenangkan, memotret pemandangan tersebut. Semakin deh saya ingin memiliki kamera SLR. Sebenarnya saya kurang nyaman dengan kamera pocket saya sekarang, terlalu menyebalkan. Entah karena batrenya atau charger batrenya, dia cepat sekali habis. Makanya saya jarang memprioritaskan membawa kamera tersebut ketika jalan-jalan, jadinya saya mengandalkan kamera HP. Oh iya, Saya juga senang ketika ada orang yang membantu saya mengambil objek dengan sudut yang bagus, kadang objek yang biasa menurut saya, di tangan dia (siapapun ya, jangan geer hahaha), objek tersebut dapat menjadi objek yang menarik diilihat. Hasilnya, fotonya? tentu saja jadi koleksi pribadi saya :D

Saya memiliki beberapa foto. Ini foto ketika kami menjelajahi Bandung Timur dan Bandung Utara.

Terusan Jl.Cimencrang

Saya baru tahu kalau pemandangan di terusan jalan menuju rumah saya itu bagus. Sawah masih terbentang luas, banyak tower listrik (bagus deh kalau difoto, apalagi kalau langit sedang cerah, puncak foto diambil dari bawah), dan ada jembatan tol. Kalau berdiri di pinggir jembatan tersebut, pandangan ke arah timur, kita bisa melihat gunung dan sejauh mata memandang masih terdapat sawah-sawah. Ya, itu dia. Di terusan Jalan Cimincrang Bandung Timur.

Tugu Di Kiara Payung

Setiap hari minggu saya dan keluarga kadang-kadang bermain ke sekitar tempat ini, tepatnya ke daerah UNPAD Jatinangor. Menurut saya UNPAD itu berada di daerah yang asik, di gunung, semakin ke daerah atas semakin menjelajahi daerah yang pemandangannya cukup bagus (ya nilainya 7 dari 10). Tugu itu berada di depan gerbang Bumi Perkemahan Kiara Payung. Dan ternyata saya baru tahu keberadaan tugu tersebut. Jadi selama ini saya dan keluarga tidak tahu kalau ternyata Kiara Payung terbuka untuk umum dengan sebelumnya membayar karcis Rp.2000. Entah untuk apa sih biaya itu toh ternyata di dalamnya juga tidak ada yang membuat lebih menarik.

Jalanan Menuju Subang

Selanjutnya foto-foto di daerah Bandung Utara. Kalau jalanan ke arah Tangkuban Perahu diteruskan, sebelum sampai di Kota Subang, akan terlihat deretan perkebunan teh yang sangat bagus. Ya, lensa mata benar-benar lensa yang paling hebat. Subhanallah. Pernah menonton film Heart? adegan ketika kedua tokoh utama berlari-lari di pematang kebun teh? ya kurang lebih kebun teh di sana seperti itu juga lah. Bagus. Dingin. Hijau. Ini ada lagi beberapa foto yang diambil…

Di sela-sela

kabut

Terakhir, foto yang sudah diambil adalah Gunung Tangkuban Perahu. Kebanyakan orang sudah tahu tempat ini. Suasananya, aromanya dan pemandangannya. Jumlah kunjungan saya ke tempat ini bisa dihitung dengan deretan jari salah satu tangan. Artinya saya baru beberapa kali ke tempat ini. Tidak apa karena ketakjuban saya dengan tempat ini masih tinggi. haha.

Dari atas

kawah

Lihat awannya!

Yaa. Sampai sekarang di dapat satu kesimpulan. Satu hal yang penting, kemanapun pergi jangan lupa membawa kamera. Seperti apa teman saya bilang, “The freedom and simple beauty is too good to pass up…” (Christopher J. McCandless). Subhanallah…. :)

September 26, 2010 at 10:27 am 5 comments

Banyak Cara Bertemu Darma

Biarkan aku bercerita tentang apa yang ku rasa sekarang, tentang waktu dan tentang dua hari ini. Benar kata peribahasa kuno bahwa waktu hanya milik orang-orang yang sibuk. Bagi mereka yang sibuk, waktu sama pentingnya dengan uang. Tidak anehlah mereka menyebut waktu adalah uang. Namun tidak sesederhana itu, setiap detik yang terlewati ada keringat yang harus dibayar dan ada darma-darma yang dikumpulkan untuk bekal keberuntungan.  Apa sebenarnya yang disibukkan oleh mereka? Orang sibuk adalah seorang pemimpi. Mereka hidup dalam dua waktu, waktu malam mereka menyusun mimpi dan waktu siang mereka mewujudkan mimpinya. Mimpi lah yang membuat mereka sibuk.

Lalu di sini ada diriku. Dalam dua hari ini aku membiarkan waktu berjalan, setiap detik kuhabiskan dengan ketentraman, kedamaian, tanpa paksaan. Ketentraman untuk tidak melihat kesusahan orang lain, kedamaian untuk tidak melihat kekacauan di jalan raya, dan tanpa paksaan untuk tidak secara keras belajar mati-matian memperjuangkan nasib semester ini.

Sesungguhnya sibuk dan tidak sibuk sama saja memerlukan energi tinggi. Siapa yang tahan tidak melakukan apapun seharian? Hanya orang-orang tertentu yang bisa mempertahankan sikap bertahan untuk tidak melakukan sesuatu.

Itulah pikiran pertama yang aku rasakan dua hari ini. Rugi. Benarkah?

Seperti kata peribahasa kuno juga, darma-darma itu ada dimana-mana. Satu hari sebelumnya aku berpikir akan menghabiskan waktu esok hari di luar rumah karena lama-lama aku bosan tetapi niat kuurungkan. Hasilnya selama dua hari ini aku berada di rumah. Dan lagi-lagi aku tidak sibuk. Menyesal? tentu tidak.

Karena kalau sekarang aku di luar rumah lalu…..

Siapa yang menyapu rumah dan halaman?

Siapa yang mencuci piring?

Siapa yang menggosok kamar mandi belakang sampai bersih?

Siapa yang membuatkan minuman untuk tamu yang lama tak bersua?

Siapa yang menemani ibu berbincang di rumah?

Hal yang sangat jarang aku lakukan

Keberadaanku di rumah dalam dua hari ini juga menggembirakan orang yang berkunjung ke rumah (maybe). Yak karena akhirnya mereka bisa bersilaturahmi denganku.

Banyak pertanyaan untukku….

Tumben ada di rumah/ Gak kemana-mana/ Kok gak kuliah/ Biasanya kan tanggal merah juga gak ada di rumah/ Udah semester berapa sekarang?/ Tinggal berapa tahun lagi Mbak?/ Udah punya pacar belom?/ bla…bla…bla…

Itulah. Dalam dua hari ini aku merasa waktu bukan cuma berarti uang tetapi waktu juga merupakan kesempatan untuk mengumpulkan darma-darma.Tergantung kreativitasmu. Dengan demikian rugi kah diriku dalam dua hari ini? Pikiran berikutnya menjawab: Tidak sepenuhnya :)

May 14, 2010 at 10:13 am Leave a comment

GREAT ESCAPE! eksotisme Kidang Pananjung

”Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah…”

hmm. Yaa saya ambil kalimat itu dari Our Holy Qur’an. Memang dipotong, kalo dilanjutkan kalimatnya jadi “lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa”. Baiknya kalo membaca terjemahan jangan setengah-setengah, nanti salah tafsir. Gawat kan kalo salah, nanti disalahgunakan, yang benar aja dibilang salah apalagi yang salah, mau dibilang benar juga? hehe. Nah kalo yang ini insya Allah gak akan saya salah artikan tafsir yang setengah itu “Berjalanlah kamu di muka bumi..” Gak cuma mau liat dosa-dosa doang. Dosa banyak. Gak usah jauh-jauh berjalan ke muka bumi yang berjarak, nengok samping noh ada: adek menganiaya semut dengan sapunya;  depan ada: si gw asik-asikan depan laptop sementara adek dan ibu beres-beres (hehe..bentar ya buu ini lagi semangat nulis) jadi saya mau cerita yang lain aja ah berjalan ke muka bumi nya selain melihat ‘akibat dosa’.

Oke, wedew baru kesampean mau nulis great escape Kidang pananjung! Berjalan ke bumi kidang pananjung. Suatu desa di lereng gunung, tepatnya di daerah Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Desa ini terpilih sebagai lokasi Farmasi pedesaaan XIII.Semoga kita dimudahkan ke desa ini dan apa yang diharapkan oleh kedua belah pihak (warga desa dan panitia Fardes) bisa terlaksana.

Inilah eksotisme Desa Kidang Pananjung:

  • Masalah yang paling utama berdasarkan musyawarah adalah pendidikan. Walaupun pendidikan sudah gratis, untuk SD, SMP dan SMA, tetapi warga merasa berat untuk masalah transportasi. Jarak yang cukup jauh antara tempat sekolah dan desa bisa membuat warga perhari mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk membiayai pergi kesekolah. Sedangkan pernghasilan rata2 perkapita perhari adalah hanya sebesar Rp 8360. Emang daerahnya jauh dari pusat masa, jalan rusak dan menanjak.

jalan yang bagus. tapi menanjak meen..

  • Masalah kedua menurut warga adalah masalah kesehatan. Sebenernya pemerintah sudah mengadakan jamkesmas untuk warga desa KP ini, sehingga mereka bias gratis ke puskesmas. Tetapi yang jadi masalah adalah tempat puskesmas yang sangat jauh dari desa bahkan sampai memakan biaya rp 300.000 untuk ongkos perjalanan. Karena hal ini masyarakat cenderung malas untuk pergi ke puskesmas, dan memilih untuk menahan penyakitnya atau mengobati sendiri.
  • Masalah MCK, masih banyak RW yang belum dilengkapi MCK disetiap rumahnya. Seperti RT03, RW 02 & 01. Masih banyak warga yang sudah mempunyai rumah dari batu bata, tapi tidak membuat MCK karena sudah terbiasa di ‘luar’.
  • Masalah kesehatan air. Hamper seluruh warga desa KP mengambil air dari sumber mata air. Tapi masalahnya pada saat hujan air nya yang biasanya bening berubah menjadi putih keruh. Mereka bertanya apakah ini berbahaya untuk dikonsumsi atau tidak. Apakah butuh filter ato bgmn baiknya. Karena ada seorang  warga yang menggunakan sumur yang letaknya tidak jauh dari sumber mata air, tetapi pada saat musim hujan tidak mengalami kekeruhan seperti sumber mata air itu.

MCK-nya kayak geneee.. menurut lo?

Nah lhoo kesadarannya juga kan. Ayo ayo!


  • Masalah ketiga adalah mengenai ekonomi. Karena menurut mereka perekonomian tidak merata. Komoditas utama dari desa KP adalah singkong, yang biasa mereka buat menjadi tape. Tapi ada banyak kendalanya karena dalam 3 hari saja tape itu sudah busuk. Juga mereka mengeluhkan kurangnya pemasaran karena mereka tidak terlalu mengerti bagaimana caranya.

Peyeum bandung asik!

Ini teh kayak chiki aja dijual pelastikan. Oh My GOD! *rokok lho itu*

  • Masalah keempat adalah mengenai sarana. Banyak jalan yang longsor dan rusak berat. Maka dari itu desa KP sulit dijangkau.

Yaah begitulah sekilas tentang Desa Kidang Pananjung. Di samping masalah mereka ada juga keeksotisan masyarakat dan kondisi alam di sana. Ketika pertama kali datang kesana,  kamu akan melihat daerah hijau di sekeliling, really really green. Bahkan gak ada sifat komparatif atau superlatif tentang hijau di sana karena kehijauan adalah milik mereka semua. That’s why I mean it’s great escapes! Kalo kamu stress datang deh ke sana liat yang ijo-ijo. Tapi miris memang, kebersihan dari masyarakatnya kurang.

cocok buat kontemplasi

Can you do this everyday?

Foto-foto yang lain ada di saya.. kalo mau liat hubungin saya kawan! :)

”Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bahwa hidup kamu bukan berkisar antara saya, kamu dan dia, jadi bukan berarti kamu senang dan sedih karena saya dan dia

March 14, 2010 at 1:34 am 2 comments

LIBURAN! bukan waktunya untuk bersedih

Akhir tahun 2009 menjelang tahun 2010. Ternyata waktu cepat berlalu. Sekedar bersendu-sendu, apa yang kamu ingat di tahun ini?

TOO MANY REASONS WHY…

Banyak kesalahan. Banyak dosa. Banyak pertemuan. Banyak perpisahan. Banyak kesuksesan. Banyak kegagalan. Banyak canda. Banyak tangis. Banyak tawa. Banyak  ujian. Banyak permintaan. Banyak pilihan. Banyak cinta. Banyak benci.

At least…  aku bersyukur pada menit ke 40 lewat dari pukul 8 pagi tanggal 27 Desember 2009 ini aku masih bisa bernafas. Tiada Tuhan selain Allah yang memberikan anugerah-Nya. Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Tuhan semesta alam. Meskipun hamba-Mu ini penuh dosa dan hina, pintu maaf-Mu selalu Engkau buka selebar-lebarnya. Yaa Ghoffar… ampunilah dosa hamba yang bagaikan pasir di lautan. Semoga Engkau selalu meridhoi setiap langkah hamba. Amien.

LIBURAN!

Ada liburan di tengah ujian kuliah yang putus nyambung. Kadang bingung mau kemana karena dana tidak mendukung. Akhirnya hanya jalan-jalan ke dunia maya dan bertemu dengan kalian yang di sana. IT DOESN’T MAKE ME SAD, right?

Kalaupun harus pergi ke mana-mana minimal aku suka dengan tempatku dilahirkan. Dimana pun dan kapan pun ak tetap cinta Bandung..

Di tahun ini, untuk menghilangkan kebosanan aku ngelakukin hal yang berikut ini:

1. Bikin kue. Meskipun gak tau mau dikasih nama apa (liat di resep sih kue cubit) tapi rasanya enak dan menurutku ini resep ter-simple dari resep-resep yang ada. Kamu bisa browsing di internet atau koran atau pas kamu lagi ke Gramed curi-curi pandang lah ke buku-buku resep. So, selain liburan kamu juga bisa melatih kemampuan memasakmu.

2. Nonton. Terserah deh mau nonton dimana. Di TV juga ada kok tontonan yang bagus yang bisa kamu nikmatin. Atau kalau lagi ada duit kamu bisa mengajak temanmu nonton ke bioskop (oh jadi ingat.. pengen nonton Sang Pemimpiii :D )

3.Bersilaturahmi ke rumah teman dan keluarga. Seperti yang sedang aku lakukan saat ini. Kebetulan teman yang aku kunjungi ini orang tuanya sedang tidak di rumah jadi tidak begitu merepotkan (iya gt?) hehe. Penting juga tuh memilih tempat dimana kamu tidak akan mengganggu si empunya rumah. Kalau mau sama-sama aman jangan lupa membawa oleh-oleh, misalnya makanan.

4. Menghadiri seminar. Liburan jalan… cari informasi juga jalan dong. Sekalian ngumpulin sertifikat :D . Jangan sampai kamu melewatkan acara informatif, murah pulak hanya karena kemalasan kamu keluar rumah. Mungkin dengan menghadiri ini bisa menjadi penyemangat kamu dan memotivasi kamu. Selain itu kamu bisa menambah teman.

5. BLOGGING. No words that I can say about this. Silakan kamu merasakan sensasinya sendiri. Feel the story and explore your feeling!

SO MANY REASONS WHY. Aku punya seratus hal yang membuat aku bersedih tetapi aku juga punya seratus satu hal yang membuat aku bahagia..

Selamat berlibur kawan. I love holiday! :D

December 27, 2009 at 2:08 am 5 comments


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.