Posts tagged ‘love’

Nice Baron

I watch a piano recital for the first time. I want to watch the show and I am also interested to watch one of the players I want to see. After watching this recital I was very impressed with them. He’s right, I do not regret watching this show because all session are not like what I imagined.

Piano recital. I think I’m going to watch something serious. If it was not because there is someone that I want to watch, I’m not going to force to buy tickets for recital. In my shadow, I’ll get bored and sleepy even expect this event to an end. My friend remarked, she wanted to watch the recital because she wants to enjoy the music while I wanted to watch the recital because I want to enjoy its music player. Ooo she is wrong .. I really enjoy every second of this show. Trust me: D

You invite me to enjoy classical music, the kind of music that I think only favored by parents. Music that is not common, classy, and I can not possibly enjoy. Sometime later I became intrigued with this kind of music. I think classical music has a special energy that makes the atmosphere calm.  Although the theme song is a rage, it would still show something graceful. I enjoyed it slowly and I became increasingly fascinated with people who can play this instrument. Classical music turned out to be one option to accompany me to sleep or concentrate :D

“The Dance of the Baroness”

He played very cool. People are not lying when they tell him that his played was amazing. He looks perfect with the right song selection, good stage action, and a red tie that makes him shine. Maybe he should thank to Frano Parac that has made his last performance was memorable. Congratulation ooo baron who played The Dance of Baroness perfectly!

good job!

Although you said yesterday was your last performance, I really want to watch you again. So don’t stop playing the piano yaaa!
I dedicate this post to the person who made me love classical music.

Thanks dear.

January 31, 2011 at 11:41 am 6 comments

Bunga

Berbunga-bunga. Bukan cuma hatiku yang sedang berbunga-bunga. Yang terlihat jelas bahwa berbunga-bunga sungguh ada di wajahku, perutku dan tanganku. Tak akan ada akibat kalau tak ada sebab artinya tak akan berbunga-bunga kalau tak mengalami suatu sebab. Oleh karena itu, berbunga-bunga, yang ku rasa saat ini, jauh-jauh hari sudah kuperkirakan sebabnya. Walau terkadang berbunga-bunga membuat emosiku turun naik, aku tidak punya masalah besar dengan berbunga-bunga. Hanya nampaknya aku bermasalah dengan monomernya, yaitu bunga.

Kenapa harus bunga? Karena bukan dia yang pertama kali menyambutku. Dia tidak hadir ketika hari itu, padahal aku sudah mengirim undangan rahasia kepadanya, entah mungkin undangan itu tidak sampai atau mungkin bunga tidak siap menemuiku karena undanganku terlalu mendadak atau memang mungkin undangan itu tidak pernah sampai kepadanya sehingga dia tidak pernah tahu. Apapun sebabnya sebenarnya aku selalu menunggu bunga.

Banyak yang mendeskripsikan seperti apa itu bunga. Misalnya.. bunga itu cantik, aku setuju, tetapi aku lebih cantik. Bunga itu menyakitkan karena penuh duri, ya.. karena pilihanku adalah bunga bernama Rosa gallica. Bunga itu simbol,  katanya simbol rasa sayang, makanya aku menginginkannya. Tetapi lama-lama setelah berproses aku jadi berpikir apa mungkin sebaiknya aku tidak perlu mendapatkan bunga? Karena dengan tidak memiliki bunga, aku bisa membuat cerita dari bunga dengan menggodanya. Aku bisa merengek kepadanya. Aku bisa beralasan kepadanya. Dan karena bunga juga.. Membuatku mempunyai harapan kepadanya. Berharap dia membawa bunga, benda yang selalu kutunggu-tunggu. Bunga adalah kambing hitamku.

Kemudian Setelah bunga kudapat lalu dia akan aku apakan? Bisa jadi aku lebih terfokus pada bunga. Bisa jadi aku meminta bunga-bunga yang lain, sejenis Rosa gallica. Bisa jadi aku tidak berharap kepadanya.. bisa jadi..

Jadi kalau begitu nanti saja ya? ya nanti di waktu yang tepat. Jangan semua diberikan hari ini karena kalau sudah semua dimiliki entah besok-besok akan meminta atau memberi apa. Biasa itu menjadi luar biasa, kalau ditempatkan di saat yang tepat. Sekarang biarkan saja aku menjadikan bunga kambing hitam. Biarkan aku terus meminta, aku merengek, aku menyindir dan biarkan dia mendengarkannya. Sering-sering. Supaya dia bisa belajar menjadi pendengar yang baik :)

Bunga

 

November 29, 2010 at 6:49 am Leave a comment

My perfect date..

Anyway..

My perfect date is walking together in this place 10 years later.

yesterday, now, and tomorrow

I walk this place beside you, through joy and sorrow
And you help me find a self that’s true, a light to follow
I can see the joy that we will find
Tomorrow… with you… beside me…
I will remember you…

I’ll remember you…

December 18, 2009 at 6:02 am 11 comments


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.