Posts tagged ‘motivasi’

Doa

Al-Furqan

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang….

Ya Allah… ampuni aku, yang tidak bisa menangis karenan-Mu

Aku menangisi kerasnya hati ini yang tidak bisa menangis karena-Mu

Ya Allah… Ya Ghaffar….

Wahai Allah, ku tak layak ke syurga-Mu namun tak pula aku sanggup ke neraka-Mu

Ampunkan dosaku dan terimalah taubatku

sesungguhnya Engkau Maha Pengampun juga Maha Penyayang

Seberapa jauh aku dengan syurga? seberapa dekat aku dengan neraka?

Ya Allah…

Betapa sedihnya ketika lidah ini tidak mampu mengeluh pada-Mu

Berlembar-lembar aku bercerita pada manusia tapi tak sampai selembar pun aku mampu menguraikan kepada-Mu

dosa-dosaku, doa-doaku, harapan-harapanku, masalah-masalahku, rasa syukurku

Aku yakin bahwa Engkau Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui

apa yang tidak terlihat

apa yang tidak terdengar

apa yang disembunyikan

Ya Allah…

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Jangan tutup pintu hati hamba

supaya rahmat dan hidayah-Mu menyinari setiap langkah hamba

hamba takut, hamba harap kepada-Mu

Enkaulah sebaik-baiknya tempat hamba bergantung

Ya Allah…

Give me Your bless

June 23, 2010 at 12:18 pm Leave a comment

Tentang Membaca

Aku pikir aku sudah tidak tahan lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuka lembar demi lembar halaman sebuah buku, entah itu buku pelajaran atau sebuah novel. Kalau buku pelajaran sudah kubuktikan di ujian terakhirku kemarin bahwa kefokusanku hanya bertahan sampai beberapa menit. Novel. Ku kira hal yang sama akan terjadi, setelah beberapa novel aku pinjam, lalu dari beberapanya aku membaca halaman demi halaman dengan cepat, mencari inti ceritanya (maksudnya hanya alur yang aku cari, bukan pesan) dan bahkan untuk buku-buku yang lain keinginanku untuk meneruskan berhenti di tengah-tengah halaman. Kenapa? karena aku bosan. Aku khawatir dengan keadaan ini, kenapa aku tidak suka membaca lagi? Tetapi ternyata aku bersyukur karena aku masih mau membaca, satu novel berhalaman paling tebal yang aku pinjam telah aku baca sampai habis, The Lost Symbol karangan Dan Brown.

Ada yang bilang bahwa untuk beberapa hal,  membandingkan dua hal itu bukanlah sesuatu yang baik. Aku jadi ingat  sepertinya barusan aku telah membandingkan buku teks pelajaran dengan novel. Jika diminta untuk memilih, sebagian besar orang tentu akan memilih novel dibandingkan buku teks pelajaran, aku pun seperti itu. Sama halnya ketika kamu disodorkan pilihan menonton tv atau belajar, bekerja atau tidur, makan pizza atau roti. Kamu suka keduanya namun tentu kamu akan memilih pilihan yang lebih mengenakkan bukan? Yak. Novel dan buku teks pelajaran, menurutku membaca novel lebih mengasyikkan dibanding dengan membaca buku teks pelajaran. Ini artinya keengganan atau kemauan terhadap novel tidak sebanding dengan keengganan atau kemauan terhadap buku teks pelajaran. Membaca novel dan buku teks pelajaran tidak sebanding kenikmatannya. Yang mau aku beri tahu adalah sebuah plihan yang sangat objektif, bukan novel atau buku teks pelajaran, melainkan membaca.

Pada akhirnya aku bersyukur karena kemauan membaca ku tidak luntur. Selama masih mau membaca aku bisa saja membaca sebuah kata, kalimat, koran, majalah, iklan, kamus, buku, apapun. Membaca banyak buku yang menarik bisa menghantarkanku pada informasi yang lebih dari informasi yang terdapat dalam buku teks pelajaran. Karena buku adalah jendela dunia dan aku tidak akan menjadi bodoh dengan membaca buku-buku selain buku teks pelajaran. Pesanku, jangan kau marahi orang-orang di dekatmu ketika mereka lebih suka membaca Naruto, Go Girl!, Pikiran Rakyat, Larung, Perahu Kertas, The Lost Symbol dan sejenisnya karena suatu waktu pasti akan bermanfaat. Tetapi tetap aku tanamkan pada diriku bahwa buku teks pelajaran adalah buku yang wajib dibaca,  supaya aku paham.

Ketika aku bersama dengan orang yang hobinya membaca, aku selalu kagum. Mereka menceritakan apa yang telah mereka baca yang belum pernah aku baca. Meskipun menurut mereka itu adalah cerita biasa dan hanya menceritakan apa yang ada di dalam buku tersebut, aku tetap kagum. Kenapa? karena aku tidak tahu. Ketidaktahuanku menganggap mereka yang lebih tahu itu pintar. Entahlah persepsi yang baru untuk menggeser anggapanku yang ini belum bisa aku temukan. Aku terlalu cepat menilai orang, mengagumi orang dan sayangnya aku juga terlalu cepat melupakan orang.

Buku. Apakah kamu suka?



June 18, 2010 at 1:46 pm 2 comments

Hidup

Apakah hidup berarti pengorbanan diri? Boleh, asal Anda melakukannya dengan hati yang jernih dan integritas yang matang, bukan oleh keterpaksaan.
Apakah hidup berarti terus belajar? Tentu, asal belajarnya sambil menjalani hidup.
Apakah hidup berarti perjuangan? Pasti, kecuali perjuangan yang tanpa visi.
Tapi kan hidup itu karunia tuhan? Memang, asal tidak sedang menghadap tuhan yang salah.
Kok bingung sih mendefinisikan hidup? Aku kira karena hidup itu bukan untuk dimainkan dengan kata-kata.

Hidup adalah menjalani kehidupan.

~hasil googling

June 16, 2010 at 12:37 am Leave a comment

Mungkin Kalian Suka Cerita Ini

Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry, Stay Foolish”
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.

Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya.

Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.

Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.

Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebatlainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi:

“Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.

Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung,memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor.

Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain (Our time is limited, so don’t waste time living someone else’s life). Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.

Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish

June 8, 2010 at 3:59 am 3 comments

Tanda-tanda kah?

Saya percaya-gak percaya sama yang namanya mimpi, ramalan, fengshui, horoscope, dll. Kalau baik saya aminkan saja dan kalaupun jelek biarkan Tuhan yang memutuskan takdir saya, Dia tahu yang terbaik bagi makhluknya *walopun kadang makhluknya gak selalu berpikir bahwa itu yang terbaik*

Ngobrolin mimpi, jadi semalam aku bermimpi, bertemu dengan dirinya, ingin rasa tuk mengulang…..lalu bertanya “Bapak mau gak jadi dosen pembimbing TA saya?” (ckckckck sindrom semakin tua nih, mainannya TA) haha

Entah mungkin karena sedang memikirkan tugas akhir atau kepikiran nilai-nilai semester ini yang…oh…Tuhan…saya berharap nilai saya baik-baik saja, akhirnya saya bermimpi tentang mendapatkan nilai bagus. hoho.. Tokoh tadi malam yang berperan dalam mimpi saya adalah Pak Asyari (dosen KK Biologi-Farmasi), Yuyun (teman saya yang sekarang magang di Tangerang), dan saya. Ceritanya kami sedang kuliah, dosennya Pak Asyari, kuliah famakognosi analitik. Lalu di tengah pelajaran, saya, Yuyun dan beberapa orang teman (gak jelas siapa aja) minta ijin untuk keluar kelas. Tadinya Pak Asyari bertanya macam-macam tapi ketika melihat saya beliau bilang, “Karena nilai kamu 94,6 maka saya ijinkan tapi besok jangan sampai jatuh”. Hahahaha…. saya senyum-senyum sendiri pas bangun, huwaow semoga nilai farkog analitik saya benar 94,6.

Dengan segala kejadian yang dirasakan oleh berbagai indera, seorang manusia yang dilengkapi juga dengan otak dan hati senang berhipotesis dan menghasilkan sebuah asumsi. Entah benar atau tidak tapi bisa jadi asumsi itu adalah sebuah penyemangat atau sebaliknya. Nah dalam mimpi ini saya jadi berpikir, apakah ini wangsit untuk memilih KK Biologi-Farmasi untuk TA saya ya? Farkog, Pak asyari, nilai bagus, anymore?

Mimpi yang bukan main-main, hehe…

By the way minat saya sampai saat ini memang berencana akan memilih KK Biologi-Farmasi, tentang bahan alam. Tapi belum kepikiran temanya akan seperti apa. Mudah-mudahan semua lancar dan dapat mendekatkan diri saya dengan-Nya. aamin.

Wish us luck!

June 2, 2010 at 9:54 pm 1 comment

Satu Paket

INGAT PURWA SATU PAKET INI!

Bersama kesulitan ada kemudahan, bersama kesulitan ada kemudahan

Bukan setelah atau sebelum tapi BERSAMA.Kalau mau dapat kemudahan berarti ada kesulitan.

Semangat.semangat.semangat.semangat.Semangat.semangat.semangat.semangat.

Semangat.semangat.semangat.semangat.Semangat.semangat.semangat.semangat.

Semangat.semangat.semangat.semangat.Semangat.semangat.semangat.semangat.

Semangat.semangat.semangat.semangat.Semangat.semangat.semangat.semangat……

semangaaaaaaaat! semangaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttttt!

May 16, 2010 at 12:32 am 3 comments

Ketidakteraturan Berasal dari Hal Kecil

Kebiasaan saya meremehkan hal-hal kecil ternyata berperan besar dalam ketidakteraturan hidup saya selama ini. Sesuatu yang saya anggap remeh, tidak berpengaruh lalu saya lupakan dan tanpa sadar saya ulang kembali, satu, dua, tiga sampai empat puluh kali dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Saya mengiyakan ketika sebuah novel bercerita pada saya bahwa ketidakteraturan berasal dari hal kecil.

Walaupun tidak nyambung (tapi saya mencoba menyambung-nyambungkannya) ke-menyerah-an saya bertanya ke pak satpam ketika kehilangan HP kemarin adalah hasil dari ketidakteraturan ini. Ya, sekarang banyak sekali modus pencurian (terutama HP) tidak peduli dimana pun kamu berada. Orang-orang yang menjadi korban sudah maklum dan pasrah tentang HP yang hilang ini karena menerima kembali barang yang sama adalah suatu kemungkinan yang sulit. Hal ini yang menyebabkan saya tidak segera melapor ke pak satpam dan hal ini pula yang menyebabkan pak satpam hanya menyuruh untuk menulis nama saya dan alamat di berita kehilangan. Saya dan pak satpam sama-sama satu pendapat. Kenapa begitu?  karena pencurian HP sudah dianggap kejadian biasa yang terjadi di tempat ramai. Saya jadi berpikir kemana-mana, bagaimana ya kejadian pertama kali pencurian HP, bagaimana dengan korbannya? bagaimana dengan pencurinya? dan bagaimana dengan orang yang berada di TKP? dan kenapa sekarang semakin banyak kasus seperti ini dan bukannya malah menjadi sedikit?

Jawabannya: karena berasal dari hal kecil–> menjadi hal lumrah –> ketidakteraturan.

Bukan berarti si pencuri harus dihajar massa toh dengan cara itu sekarang masih banyak kasus kok. Bukan berarti si pencuri harus di penjara 15 tahun toh sekarang dengan kasus yang lebih berat saja seorang penjahat bisa divonis bebas kok. Tapi poinnya adalah bagaimana kita ketika bertemu dengan suatu hal yang kecil supaya tidak terjadi hal yang biasa. Supaya bakal calon pencuri HP berikutnya merasa aneh, asing,  dan akhirnya pencurian HP tidak biasa.

Hehe, saya memang mencoba untuk menghubungkan kejadian yang sebenarnya tidak bisa dibandingkan karena banyak faktor X. Tapi bisalah kalian ikuti usaha saya yang kecil ini untuk menciptakan suatu kebiasaan menulis.

Do simple things well

April 22, 2010 at 3:12 am Leave a comment

Morning Sun

How do you rate the morning sun
After a long and sleepless night
How many stars would you give to the moon?
Can you see those stars from where you are?
Shine on the lost and lonely
The ones who cant get over it

You always wanted more than life
But now you dont have the appetite
In a message to the troubadour
The world don’t love you anymore
Tell me how do you rate the morning sun?

Stuck inside the rainbow
You could happen to be
Cause I’ve been close to where you are
I drove to laces you haven’t seen
It all seems so familiar
Like they’ve been sent to kill’ya

It does’nt take an astronaut
To float in a space is just a thought

The morning brings a mystery

The evening makes it history

Who am I to rate the morning sun?

And the village drunk
You know he sadly passed away,
It was a shame I never knew his name
I wonder if he sat there in the morning

How do you rate the morning sun
It’s just to heavy for me
And all I wanted was the world
And you were the star that lit the sun

Dont go wasting your time

Cause there is no finish line

And you dont see anything,

Not even love not anything,

The night can take the man from you

A sense of wonder overdue
The morning brings a mystery
The evening makes it history
Who am I to rate the morning sun?

Songs from: Robbie Williams- Morning sun

HEY DUDE!

April 17, 2010 at 12:42 am Leave a comment

You’re awesome!

Perempuan itu hebat

Dua kali pameran tunggal

Satu kali menerbitkan buku

Selamat!

Sekarang aku menjadi stalker karya-karyamu, hai perempuan muda..

April 12, 2010 at 10:28 pm Leave a comment

Kontemplasi 3 Tahun

3 tahun berarti 1092 hari, 26208 jam, 1572480 menit, 94348800 detik, selama itu seorang telah menunaikan pelatihannya untuk bangkit selama 17472 jam, selama itu pula siswa SMP atau SMA akhirnya bersenang-senang untuk merayakan kelulusannya. 3 tahun, seorang bayi mungil mulai bisa merangkak meraih tangan ibunya, tertawa memperlihatkan dua pasang gigi yang baru tumbuh. Setelah  1092 hari, tiga kali sudah bumi telah mengelilingi matahari sehingga siang dan malam tidak saling berkejar-kejaran untuk menunjukkan siapa yang terhebat. 1572480 menit seorang ibu bekerja, seorang aktris berkarya, seorang teknisi lulus dari Politeknik Negeri Bandung,  seorang Gayus belum dihadapkan dengan konsekuensi atas pilihannya. Dan selama 94348800 detik jutaan kali kerdipan mata terus menjaga keseimbangan tubuh.

Hal lain sedang dipikirkan oleh  seorang perempuan tentang makna dari tiga tahun. Dia mencari kejadian, mencari semangat, mencari kejujuran. Yang ada dipikirannya saat ini tiga tahun berarti semakin dekat dia dengan tugas akhirnya, semakin banyak berarti dosa yang telah dia kerjakan, semakin rapuh berarti dia selama ini, semakin sombong dia merasakan, semakin banyak target yang belum tercapai.

Tiga tahun. Istimewa memang, mozaik kehidupan yang sungguh sangat disyukuri, penempatan posisi yang sangat membuka peluang bagi kesempurnaan hidup di dunia. Saya memohon pada-Mu kado kebahagiaan lalu Engkau berikan dan akhirnya  saya mampu bagikan kepada setiap orang yang saya temui, saya senang membuat mereka tersenyum. Di sisi lain, tiga tahun. Saya tidak pernah meminta kado kesedihan tapi Engkau tetap memberikan kado itu pada saya, mungkin untuk diri saya sendiri, supaya saya belajar dan saya kuat, tetapi saya malah membagikannya pula kepada orang-orang yang saya temui. Mereka jadi sedih dan saya merasa bersalah.

Kemudian saya ingin menyampaikan kepada bumi untuk 3 tahun yang telah dijalani: MAAF, TERIMA KASIH dan SEMANGAT! Kalo tidak sempat saya bertemu, tolong terima salam saya dengan hangat dan tangan terbuka, jangan khawatir salam ini tidak sampai karena saya akan sampaikan dulu kepada pemilik bumi dan saya memohon untuk menyampaikannya kepada kalian. Saya sangat berharap permintaan ini dikabulkan, Yaa Rabb. Amiin Allahumma amiin..

April 8, 2010 at 2:41 am Leave a comment

Older Posts


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.