Posts tagged ‘Nasihat’
lâ hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh
lâ hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh
The magnificent phrase lâ hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh is mentioned numerous times in the hadith (sayings of Muhammad) as being highly regarded and highly recommended by the Prophet Muhammad. The phrase is a part of daily prayers for many Muslims, and is a common phrase in ceremony and dhikr.
It is not uncommon to find the phrase lâ hawla wa lâ quwwata illâ bi Allâh translated simply as there is no power or strength except through Allâh. However that translation fails to capture the grandeur and deeper significance of this magnificent phrase.
Translating the word hawla simply as power is an over-simplification. The Arabic root h-w-l depicts all manner of change and transformation. The root h-w-l has led to a wide variety of words, but they all share this common thread of change and transformation. Certainly it is true that transformation and change require power, but power alone is not an adequate translation…. change and transformation are the keys to this magnificent phrase.
The phrase may be translated word-by-word as:
lâ = no, not, none, neither
hawla = change, alteration, transformation, movement, motion
wa = and
lâ = no, not, none, neither
quwwata = strength, power, potency, force, might, vigor
illâ = but, except, if not
bi = with, to, for, in, through, by means of
Allâh = Arabic name for the Supreme BeingProgress is only achieved through change and transformation… and spiritual progress requires the highest degree of change and transformation. We may wish to change, but we alone do not have the power to make such changes.
Such change and transformation can only occur through the tahwîl (transformation) of Allâh. That is to say, true change and transformation can arise only through the awesome and glorious powers of Allâh.
Here are some literal translations of the phrase lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh that incorporate the idea of change and transformation:
There is neither change nor power except by means of Allâh.
There is no transformation or strength except through Allâh.
There is neither progress nor might except through Allâh.
SUMBER: http://wahiduddin.net/words/tahwil.htm.
Live Like You’re Dying
One of these days you'll be under the covers You'll be under the table and you'll realize That all of your days are numbered, all of them one to one hundred All of them millions, all of them trillions So what are you gonna do with them all? You can not trade them in for more, no, no Take every moment, you know that you own them It's all you can do, use what's been given to you Gimme a reason to fight the feeling That there's nothing here for me 'Cause none of it's easy, I know it wasn't meant to be I know it's all up to me, it's all up to me So what am I gonna do with my time? I'll take every moment, I know that I own them It's all up to you to do whatever you choose Live like you're dying and never stop trying It's all you can do, use what's been given to you All of the moments you didn't notice gone in the blink of an eye And all of the feelings you can't help feeling no matter how you try Take every moment, you know that you own them It's all up to you to do whatever you choose Live like you're dying and never stop trying It's all you can do, use what's been given to you Live like you're dying and never stop trying It's all up to you, use what's been given to you -LENKA-
Ujian Lisan Fitokimia
Tanggal 3 Desember. Ketika seorang teman menyebutkan tanggal ini saya seperti diingatkan akan sesuatu. Ternyataa… 3 Desember adalah hari terakhir kuliah di semester 7 dan juga hari dimana saya kontrol behel yang terakhir (semoga). Kalau teman saya itu tidak bilang, saya tidak akan sadar kalau kuliah di semester ini sebentar lagi akan benar-benar berakhir. Antara senang dan was-was karena berarti dia juga akan dikumpul, kamu tahu apa? buku TA! Kenapa? karena sudah sejak 2 minggu yang lalu saya tidak buka buku keramat ini, bahkan disimpan di lantai begitu saja, kadang saya tendang, saya lempar dan saya singkirkan. Bimbingan lewat, jurnal-jurnal entah tidak ada penambahan atau pengurangan, flat, tidak disortir lagi, dan semangat agak turun. Semuaa karenaaaa.. fitokim! farmol! pantas saja mata kuliah ini disimpan di semester akhir. Subhanallah menyita waktunyaa…
Fitokim! -i love you full fitochem!- adalah dasar dari kelompok keahlian tugas akhir saya. Mau gak mau saya harus suka. Saya memang mencoba suka. Apalagi ujiannya, makjaaaaang… Saya terkesima! sama spektrum-spektrum itu: UV-Vis, IR, NMR, MS. huwooow kalo ujiannya gak seperti itu memang saya tidak akan belajar sampai benar-benar mengerti, mungkin hanya sampai tahap tahu lalu menguap kemudian. Intinya adalah kita diuji memperkirakan struktur kimia apa yang ada di dalam keempat spektrum tersebut. Harus mendapatkan satu struktur yang sama. Dimulai dari membaca puncak pada spektrum UV-Vis dengan memperkirakan kerangka molekulnya kemudian menginterpretasikan ikatan apa saja yang ada melalui spektrum IR, petunjuknya adalah bilangan gelombang. Dilanjut dengan penentuan BM, pola fragmentasi melalui spektrum MS, sampai yang terakhir penentuan jumlah proton melalui NMR. Sukses! finally, I’ve done!
Yang membuat heboh adalah ujian ini ujian lisan. Diuji oleh seorang dosen yang rela mengajarkan 120 orang mahasiswanya satu per satu. Sampai malam. Sampai subuh. Sampai besok paginya. Sampai besok subuh lagi. Berturut-turut. Subhanallah.. Bapak Prof.Dr. Komar Ruslan, saya terkesima juga dengan ketahanan beliau! Bapaaak… semoga beliau tidak sakit karena sering melembur. Pada akhirnya saya tidak menyesal telah melewati ujian-lisan-yang-sangat-bikin-stress ini, Pak. Malah saya berterima kasih kalau tidak seperti ini, saya tidak akan mau mencoba.
Saking berkesannya ujian ini banyak teman-teman saya yang langsung sujud syukur karena telah lulus ujian lisan bagian karakterisasi dan identifikasi. Wajar.. karena.. kamu tau seperti apa rasanya? lega tiada tara seperti seorang mahasiswa yang telah lulus sidang sarjana (maaf agak lebay haha). Rasanya..langkah pertama memasuki ruangan ujian jantung berdetak semakin kencang dengan irama tertentu, cardiac output meningkat, resistensi perifer juga, sesaat setelah memasuki ruangan.. nafas agak berat dan vasokonstriksi di segala organ. Sebaliknya, ketika dinyatakan lulus, semua berdilatasi… pembuluh darah, mata, otot-otot perut, bronkheolus, syaraf-syaraf otak bahkan mungkin kalo ada bibir juga berdilatasi menampilkan sebuah senyuman bahagia. Hebat sekali!
Saking cintanya sama ujian ini juga seorang teman sampai membuat puisi, seperti ini…
Interpretasi Spektrum Hatiku
Oleh: Novita Nurul. F
Malam itu, aku berusaha keras menfsirkan spektrum hatiku..
Ketika pesonamu memancarkan radiasi sinar uv.. hatiku mengabsorpsi pada panjang gelombang tertentu,
Inilah spektrum hatiku…
Baru kusadari… hatiku telah tereksitasi pada pnjang gelombangmu….
Ada lagi yang ingin kusampaikan padamu…
Entah mengapa hatiku bergetar.. mungkin ada energi vibrasi inframerahmu..
Atom-atom hatiku meregang.. kadang melentur.. hanya kau yang tau…
Kini, hatiku menjadi doublet… mungkin karena pengaruh proton hatimu…
Proton hatiku menjadi deshielded…
Dan kau mampu memunculkan base peak yang stabil melalui d kelimpahan relatif cintamu
Tak ada lagi kemetastabilan..
Baru kusadari fragmen-fragmen hatiku ada pada dirimu.
Fitokim. Terasa sekali manfaat dan kebersamaan kita ketika ujian ini. I love you full, please be nice to us! semoga kita semua lulus. Amiiin Ya Robbal’alamiin.
Quote of the Day
“You don’t need to know everything, nor do you need to be everything. Just be the best of yourself, and do your best for others.”
-Diana Rikasari
Sabar Saat Sakit
Punya penyakit kayak gini Mbah terima aja. Ya mau gimana lagi udah ketentuan-Nya. Mbah bilang sama Allah.. Ya Allah gak apa-apa saya diberi penyakit ini asal tunjukkan juga saya pada obatnya…
Mbah saya, seseorang yang paling banyak mempunyai riwayat penyakit dalam keluarga Ali Broto. Mbah uti (putri.red), keluarga yang paling sering dioperasi. Pertama, kecelakaan mobil di Jogjakarta, saat mengantar kerabat yang meninggal, mengharuskan mbah uti dioperasi beberapa jahitan di daerah bibir dan tangan. Kedua, kanker payudara mengharuskan juga mbah uti untuk dioperasi pengangkatan sebelah payudara. Ketiga, batu ginjal lagi-lagi mengharuskan mbah uti untuk dioperasi. Semua terjadi ketika usia beliau sudah lebih dari 50 tahun.
Sekarang mungkin usia beliau 60 tahun lebih, sedikit lebih tua dari usia kemerdekaan Indonesia karena pada tahun 1945 beliau masih belia. Sekarang bukan sering dioperasi lagi tetapi sering diobati. Hipertensi, diabetes, kolesterol, dll, terapi obat yang setiap hari beliau jalankan. Ketika ada kumpul keluarga dimana ada acara makan-makan, beliau selalu yang terakhir makan karena jam makan telah terjadwal. Sebelum menyantap makanan ada beberapa obat yang harus dimakan dan diberi jeda sebelum makan makanan berat. Selain itu makanan mbah selalu berada di mangkok yang berbeda. Tidak boleh makan sembarangan dan tidak diberi penyedap. Mbah rutin minum obat. Walaupun beliau tahu ketergantungan obat seperti apa tetapi katanya inilah salah satu ikhtiar supaya bisa sembuh.
Andai bapak saya sepositif dan seyakin mbah uti. Bulan lalu bapak saya kaget ketika divonis mengidap diabetes militus tipe II. Wajar, karena kenyataan itu diketahui secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat. Kadar gula darah setelah makan beliau 534 mg/dL padahal normalnya < 110 mg/dL. Karena itu setresss lah bapak gw..
Kalau diperhatikan bapak saya adalah seorang pesimistis yang mempunyai banyak mimpi (aneh ya pesimis tapi berani bermimpi?). Menurut saya beliau kadang tidak santai. DM mungkin semakin menambah beban pikiran beliau (FYI, beban pikiran utama beliau adalah memikirkan anaknya yang masih manja-manja hee). Buktinya berat badan beliau dulu 72 kg dan hari ini berat badannya 59 kg (hampir sama dengan berat badan adek gw lah). Selain itu bapak saya jadi sering banyak melamun padahal dulu adalah orang yang paling banyak makan, paling rajin masak, paling cepat ketawa dan paling lama ketawa kalau lagi nonton tv. Beliau juga bukan orang yang percaya obat, menurut beliau makan dan olahraga teratur sudah cukup menjaga tubuh. Okeee saya setuju tapi bagaimana dengan pikiran Bapak?
Pada dasarnya bapak saya cerewet, selalu punya banyak alasan, dan kami para dayang-dayang adalah seseorang yang selalu memaklumi. Bapak saya berbeda dengan mbah uti yang ‘nrimo’. Saya tahu bapak ingin sembuh juga. Oleh karena itu bapak masih rajin olah raga, minum jus wortel+tomat dan mengatur pola makan. Tetapi kenapa bapak berhenti minum obat, melamun, dan selalu tampak murung?
Geleng-geleng saya..
Ya Allah… tidak apa-apa beliau diberi penyakit tersebut asal tolong tunjukkan juga pada obatnya..
Melihat Dunia
Zink. Sambil menunggu pembeli aku melihat ke sekeliling, mengamati kesibukan orang. Semua tertangkap oleh penglihatanku, termasuk sebuah motor yang baru datang berpenumpang sepasang suami-istri (maybe). Awalnya sang istri menengok ke arah yang berlawanan dari mataku lalu sesaat kemudian wajahnya menoleh, tepat aku melihat wajahnya: TIDAK CANTIK! seketika pikiran jahatku bergumam ada juga ya yang mau sama dia…
***
Untuk kedua kalinya aku melihat seorang perempuan berbaju merah berjalan dengan kedua tongkat besinya. Terseok-seok, lambat dan mungkin butuh perjuangan keras meniti jalanan walaupun berjarak beberapa meter. Panjang kakinya mungkin hampir sama denganku, bedanya kakinya tidak beraturan, bukan ke kanan atau ke kiri, tetapi ke kanan dan ke kiri, di jalan yang lurus dan tidak menanjak sekali pun akan sulit untuk melaluinya apalagi bila ada selokan di depannya.
Aku melihatnya dua kali. Pertama ketika akan shalat Dzuhur dan aku hanya melihat sekilas. Kedua ketika akan shalat Ashar dan aku melihat proses dia menempuh tempat bertemu dengan Tuhan. Aku kaget. Ya aku melihat kesusahan dia menyeberangi selokan yang lebarnya kurang dari 20 cm. Tiba-tiba seorang pria melihatnya, karena tidak tega dia membantunya berjalan dan menyeberangi selokan. Awalnya pria itu bingung tapi mungkin perempuan itu megarahkannya agar membuat jembatan dengan togkatnya agar dia bisa berjalan di atasnya. Berhasil, dengan digiring oleh si pria akhirnya perempuan itu berhasil. Ooo belum selesai ternyata, tangga! ya Bagaimana dia menaiki tangga? Pandanganku teralihkan, aku tidak fokus lagi dengan pemandangan takjub itu karena aku melayani pembeli. Namun aku cepat-cepat berusaha kembali lagi mengamatinya, ternyata tinggal satu tangga lagi, dan aku tambah kaget, perempuan itu menaiki tangga sambil duduk bergerak mundur ke atas tangga. Si pria masih ada di sana, salah tingkah, terlihat ingin menolong tetapi perempuan itu menenangkannya kalau dia bisa melakukannya sendiri.
Tanpa berpikir panjang aku langsung berucap syukur pada Tuhan YME atas keadaanku yang lebih baik dari dia. Aku melihat kejadian itu dari balik punggungnya. Wajah perempuan itu tak terlihat.
Beberapa jam kemudian aku berjalan-jalan. Di salah satu lapak aku melihat seorang perempuan berbaju merah, berkerudung hitam, duduk menyusun sebuah karya. Dan aku melihat wajahnya! Wajah itu….. dan perempuan itu….. motor!
***
Sebelum menjadi superhero, pria itu baru saja mengobrol denganku, lalu dia pergi.
Sesaat setelah menolong perempuan itu si pria kembali lagi ke arahku. Berbasa-basi aku bertanya.. “Eh balik lagi… habis dari mana?” dia menjawab, “Iya tadi habis hmm.. ah ga. hehe daah…” Dia berlalu.
Kebaikan yang tidak mau diketahui orang lain, cukup Dia saja yang tahu. Tapi aku melihat apa yang baru kamu lakukan lhooo
DEG! Aku kagum.
Ketidakteraturan Berasal dari Hal Kecil
Kebiasaan saya meremehkan hal-hal kecil ternyata berperan besar dalam ketidakteraturan hidup saya selama ini. Sesuatu yang saya anggap remeh, tidak berpengaruh lalu saya lupakan dan tanpa sadar saya ulang kembali, satu, dua, tiga sampai empat puluh kali dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Saya mengiyakan ketika sebuah novel bercerita pada saya bahwa ketidakteraturan berasal dari hal kecil.
Walaupun tidak nyambung (tapi saya mencoba menyambung-nyambungkannya) ke-menyerah-an saya bertanya ke pak satpam ketika kehilangan HP kemarin adalah hasil dari ketidakteraturan ini. Ya, sekarang banyak sekali modus pencurian (terutama HP) tidak peduli dimana pun kamu berada. Orang-orang yang menjadi korban sudah maklum dan pasrah tentang HP yang hilang ini karena menerima kembali barang yang sama adalah suatu kemungkinan yang sulit. Hal ini yang menyebabkan saya tidak segera melapor ke pak satpam dan hal ini pula yang menyebabkan pak satpam hanya menyuruh untuk menulis nama saya dan alamat di berita kehilangan. Saya dan pak satpam sama-sama satu pendapat. Kenapa begitu? karena pencurian HP sudah dianggap kejadian biasa yang terjadi di tempat ramai. Saya jadi berpikir kemana-mana, bagaimana ya kejadian pertama kali pencurian HP, bagaimana dengan korbannya? bagaimana dengan pencurinya? dan bagaimana dengan orang yang berada di TKP? dan kenapa sekarang semakin banyak kasus seperti ini dan bukannya malah menjadi sedikit?
Jawabannya: karena berasal dari hal kecil–> menjadi hal lumrah –> ketidakteraturan.
Bukan berarti si pencuri harus dihajar massa toh dengan cara itu sekarang masih banyak kasus kok. Bukan berarti si pencuri harus di penjara 15 tahun toh sekarang dengan kasus yang lebih berat saja seorang penjahat bisa divonis bebas kok. Tapi poinnya adalah bagaimana kita ketika bertemu dengan suatu hal yang kecil supaya tidak terjadi hal yang biasa. Supaya bakal calon pencuri HP berikutnya merasa aneh, asing, dan akhirnya pencurian HP tidak biasa.
Hehe, saya memang mencoba untuk menghubungkan kejadian yang sebenarnya tidak bisa dibandingkan karena banyak faktor X. Tapi bisalah kalian ikuti usaha saya yang kecil ini untuk menciptakan suatu kebiasaan menulis.
Belajar lah Kau Nak..
Oooo para petinggi di DPR juga masih dalam tahap belajar kok, tahap belajar dalam demokrasi Indonesia. Jadi kalau terjadi kekisruhan dalam belajar itu wajar. Sederhananya: nggak apa-apa.
“Kita harus maklumlah …..” pungkasnya.
Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
kapan deadline buat belajar? belajar terus sampai mampusss.. kata mereka
Belajar itu seperti dosis berulang karena terus menerus harus diregulasi supaya berada pada indeks terapeutik. Ya gali lobang tutup lobang. Lama-lama jadi biasa. Dan seharusnya semakin biasa.Berubah. Semakin baik.
Semangat belajar yak Pak! jangan lupa jaga kesehatan, sekali-sekali berantem boleh karena lagi belajar. Tapi berarti ketika besoknya belajar dikurangin lagi dong ya berantemnya, kan udah biasa. Semakin biasa malah. Berubah. Dan seharusnya semakin baik.
*Nasehat buat diri sendiri*
Nikah Muda
Baca-baca tulisan orang selalu menginspirasi untuk melakukan sesuatu. Mmmmhh… dan tadi habis baca blognya seorang istri, putri kiai kondang, yang sudah berkeluarga selama kurang lebih setaun tetapi belum dikaruniai putra-putri
Nikah muda..berani enggak berani enggak berani enggak.. kenapa harus gak berani?
karena A, B, C, D, E, G, F, G, H, I, J, K.. mencari alasan memang mudah tetapi tidak semua orang bisa merumuskannya secara rasional.
Yang pasti di barisan panjang cita-cita saya adalah MENIKAH! punya anak-anak gaul shaleh dan shalehah. Amien..
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. al-Furqan (25) : 74
Doa ini bukan cuma buat pria, tapi wanita juga. Karena Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana.





mereka bilang..