Posts tagged ‘novel’
Setelah Membaca The Lost Symbol
Minggu ini mungkin akan tiada hentinya aku mengagumi karya Dan Brown. Dari karya-karyanya itu, dua bukunya, The Da Vinci Code dan The Lost Symbol, telah aku baca dan satu film yang juga berdasarkan tulisannya, Angels and Demond, telah aku tonton. Semuanya keren. Aku mengagumi banyak hal dari tulisan-tulisan itu.
Pertama, ide ceritanya. Dia pintar, dia bisa tahu banyak-banyak simbol yang tidak dimengerti padahal sepengetahuanku bidang pendidikan formal dia adalah seorang lulusan Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol. Tokoh-tokohnya mungkin imajinasi tapi tempat, hal-hal yang dibahas, melibatkan tokoh-tokoh terkenal, agama, simbol-simbol, semuanya adalah nyata.
Kedua, jalan ceritanya. Selama aku membaca tulisan-tulisannya, aku tidak sabar membaca halaman berikutnya padahal halaman yang sedang aku baca tidak bisa secepat kilat aku tinggalkan karena informasinya perlu aku cerna. Seperti yang aku bilang sebelumnya, dia pintar. Dia membuat pembacanya berpikir, belajar tentang informasi yang dia sampaikan dan menduga-duga siapa sebenarnya yang menyebabkan konflik di dalam cerita itu. Aku punya persepsi sendiri ketika membacanya, aku punya jawaban tersangka, dan hebat ternyata aku benar. Tetapi tentu saja Dan Brown tidak akan membiarkan pembacanya merasa puas diri, dia selalu berhasil membuat pembacanya tertohok dan berkata “Jadi…”
Ketiga, pesan cerita. Masing-masing cerita punya pesan dan dari buku terakhir yang aku baca, The Lost Symbol, aku mendapatkan pesan sederhana: baca kitab sucimu, kenali dirimu, kamu adalah sebaik-baiknya makhluk Tuhan yang dilengkapi dengan akal dan hati nurani. Buku ini sangat aku rekomendasikan untuk dibaca.
Itulah beberapa kelebihan dari tulisan Dan Brown yang menyihirku untuk tidak berhenti mengaguminya.
Bahasa Latin, Tambahan Poin Untuk Divortiare
Insomnus. Dari jam 10.oo PM kemarin saya belum tidur lagi. Semalaman tadi saya habiskan untuk baca satu novel penuh karangan Ika Natassa yang judulnya Divortiare. Jauh dari rencana siang saya yang ingin menghabiskan waktu malam ini untuk membaca buku tentang travelling yang bukunya ada dua buah, baru saya beli tadi dari pameran buku di Landmark Braga yang judulnya 40 days in Europe dan pengalaman mahasiswa jadul ITB Keliling Kampus Dunia. Divortiare baru saya temukan di rumah bulek saya. Saya gak sengaja liat di rak buku beliau, ternyata banyak buku menarik juga disana tapi dominannya berbahasa Inggris, tumben banget bulek koleksi buku kayak beginian.. banyak pulak! Ooh ternyata setelah saya bertanya, buku-buku itu adalah tugas untuk murid-muridnya yang disuruh mencari novel yang ber-teks Bahasa Inggris, maklum bulek saya itu guru Bahasa Inggris.
Divortiare adalah sebuah novel, auranya sejenis Perahu Kertas karangan Dee. Buku sejenis ini ceritanya ringan, cocok buat refreshing, tapi untuk pesan mungkin agak hambar. Khusus untuk dua novel ini sekali baca langsung saya babat habis tanpa jeda melakukan hal lain. Bukan karena saya sangat suka dengan jenis cerita seperti ini tapi hasrat membaca tulisan non teks book -apalagi kalau ceritanya beralur- selalu membuat saya penasaran dan ingin tahu akhir ceritanya seperti apa. Penuh asumsi, kalau lagi males kadang saya suka langsung skip beberapa halaman non percakapan, trus saya mencari inti ceritanya apa. Dan sebenarnya poin yang saya cari dari sebuah buku adalah seberapa dalam emosi “dipermainkan”, sama seperti ketika saya menonton film.. Selain tetap saya gemar mencari quote yang menohoknya.. Dari novel Divortiare ini yang menarik adalah setiap bab judulnya ditulis menggunakan bahasa Latin dan itu adalah quote singkat, sekalian icip-icip deh bahasa lain.
Berikut adalah judul bab nya:
Cacotethes Scribendi = insatiable urge to write Insomnus = Insomnia Noli Me Tangere! = Do not touch me! Haec Olim Meminisse Livabit = One day we’ll look back on this and smile Sic Infit = So it begins Meminerunt Omnia Amantes = Lovers remember all Contraria Contrariis Curantur = The opposite is cured with the opposite Acta, Non Verba = Action, not words Resuscitare = Resuscitate Nunc Scio Quid Sit Amor = Now I know what love is Verbum Satienti = Words is enough Prima Facie = At first sight Ab Imo Pectore = From the bottom of my heart Veritas Vos Liberabit = The truth will set you free Visum et Repertum = Autopsy Amantes Sunt Amentes = Lovers are lunatics Ad Oculos = With your own eyes Da Mihi Basilia Mille = Kiss me with a thousand kisses Cum Tacent, Clamant = Their silence speaks louder than words Amor Animi Arbitrio Sumitur, Non Ponitur = We choose to love, we do not choose to cease loving Cadit Cuastip = The question drops Hate is Easy Love is Courage
Dari sisi jalan cerita setiap orang punya penilaian berbeda. Novel ini diterbitkan oleh penerbit MetroPop, kamu bisa menilai sendiri lah gaya penulisan MetroPop itu seperti apa, yang katanya tren karya fiksi terbaru di Indonesia. Berdasarkan hasil browsing, ciri khas MetroPop itu berupa novel-novel dewasa yang mengetengahkan kehidupan metropolitan masa kini. Menggambarkan gaya hidup orang-orang dewasa muda perkotaan zaman sekarang, yang ditulis dengan bahasa sehari-hari yang ringan dan lincah. Tokoh-tokoh yang tampil dalam novel pun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat urban Indonesia, karena ditulis oleh penulis Indonesia dan untuk pembaca Indonesia. Cinta, karier, dan gaya hidup urban ditelanjangi habis-habisan dalam novel-novel MetroPop yang dituturkan secara jujur, blak-blakan, dan fun. Ceritanya yang khas kehidupan kota, membuat novel-novel MetroPop mudah dicerna dan akrab dengan pembaca. Dari novel Divortiare ini poin plus dari saya adalah penggunaan bahasa asing tersebut. Selain Bahasa Latin, pengarang juga sering menggunakan kalimat berbahasa Inggris.
And now the books in my waiting list are:
Gotcha! I found another function of my KTM (for books)
Awalnya males banget kuliah hari Sabtu, what the boring time! Hey hoy you know it’s weekend (and so what juga sebenarnya, toh malam minggu=malam senin=malam selasa=malam rabu=malam kamis=malam jumat) okey… gak apa-apa aku relain dua jam untuk kuliah dan dua jam untuk perjalanan ke kampus (so impas kan? aku gak serugi yang diperkirakan haha) Setelah itu aku berencana beli spidol, sengaja buat bikin catatan.. (Oh My God, i don’t know what I’ll be at the next day during two weeks) Semoga ujiannya lancar dan BISA!
Aku milih Rumah Buku untuk beli spidol sambil liat-liat buku disana. Katanya semua diskon, bahkan beli alat tulis pun diskon. Ya wess aku caw ke sana. Buku-buku di sana memang diskon, rata-rata 15%-30% (kata mas-mas di sana sih memang paling tinggi diskonnya 30%. Oke, awalnya aku gak niat beli buku tapi ada satu buku yang bagus dan aku ingin beli buku itu. Setelah dihitung-hitung, uang aku gak cukup untuk beli buku dan satu set spidol snowman. Akhirnya aku merelakan untuk gak beli spidol dulu. Eits…. tapi gak sengaja pandanganku mengarah ke salah satu sudut toko buku, dan disana ada banner yang bertuliskan: “Diskon 30% untuk semua buku bagi mahasiswa dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa”. Huwaow… aku langsung liat ke dompet dan amazing! aku bawa KTM..
Setelah dihitung-hitung lagi ternyata aku bisa beli satu set spidol dan buku itu kalau diskonnya 30%. And finally I bought both. Aye! It’s because my KTM (padahal no money lah KTM nya haha)
Akhir-akhir ini memang banyak toko buku diskon di Bandung selain Palasari, sebut saja Togamas di Supratman, BBC di P.H.H Mustafa dan yang terbaru, yang baru launcing di angka keramat 09-09-09 kemarin adalah Rumah Buku di Supratman yang tempatnya beberapa meter seberang Togamas. Mungkin karena baru buka kali ya jadi Rumah Buku memberikan diskon yang cukup besar. Kalau udah beberapa taun gimana yaa? apakah masih diskon untuk mahasiswa? Padahal kalau menurutku sistem semaca ini bagus lho untuk menciptakan budaya membaca, you know lah…mahasiswa senang mencari yang murah tapi berkualitas. Kalau bagi anak-anak sekolahan..mereka masih bisa meminta kepada orang tuanya. Kalau yang sudah kerja…mereka udah punya penghasilan sendiri buat beli buku. Nah lho.. buat mahasiswa, kost pula, perlu beberapa waktu untuk mengumpulkan pundi-pundi keuangan. So harapan saya sebagai konsumen (maaf bukan promosi Rumah Buku) tolong pertahankan “kediskonan” ini bagi kami yang mempunyai KTM
Silakan kalau teman-teman lagi cari alternatif mencari toko buku diskon, ke Rumah Buku atau Togamas yang ada di jalan Supratman Bandung, atau ke BBC yang ada di Palasari dan Jl. P.H.H Mustofa (Suci) Bandung.









mereka bilang..