Posts tagged ‘sabar’

DO TA (Mengerjakan Tugas Akhir)

Dosen saya bilang mengerjakan tugas akhir sama dengan simulasi kehidupan, ada senang, bahagia, bangga, sedih, dan kecewa. Bagi saya masuk ke ruangan yang bernama laboratorium berarti harus siap dengan perubahan emosi mulai dari 0-360 derajat. Suatu waktu saya pernah sangat tidak semangat mengerjakan penelitian  tetapi ketika keluar laboratorium wajah saya sangat berseri-seri. Sebaliknya pernah saya sangat percaya diri dan dengan gembira melanjutkan penelitian namun saya mengakhiri hari itu dengan kening yang berkerut, bahkan mungkin dahi saya hampir membentuk six-pack.

Saya mungkin termasuk salah satu mahasiswa yang santai dalam mengerjakan tugas akhir diantara teman-teman se-laboratorium. Saya bukan orang yang sering pertama kali datang untuk memulai penilitian dan bukan juga orang yang sering terakhir kali pulang meninggalkan laboratorium. Saya tersenyum waktu kemarin teman saya menyeru kepada saya, “ciee lo terakhir pulang Pur!”, haha dia pikir saya gak pernah pulang terakhir apa (tentu saja saya tidak berpikir seperti ini : P). “hehe soalnya kalau gue nanya mana Purwa, pasti lo udah ga ada…”, dia bilang lagi. Woh ternyata ada juga yang memperhatikan presensi saya di laboratorium ;;)

Setiap langkah dan metode sebenarnya sudah terjadwal dan tertulis di atas sebuah kertas. Tapi kesalahan pasti akan selalu ada. Begitu pun dengan apa yang sedang saya kerjakan, pada tahap fraksinasi seharusnya saya ulangi tiga kali tetapi saya hanya melakukannya sekali. Kalau ini gagal berarti saya harus mengulang langkah yang telah saya kerjakan selama dua bulan… dan ini cukup membuat tidur saya tidak tenang berhari-hari menunggu kepastiannya. Tetapi Alhamdulillah… sampai sekarang saya bisa melanjutkan karena hooray!…I’m still the lucky child! :)

Ketika kesalahan tersebut terjadi seharusnya saya melapor pada dosen pembimbing saya tapi waaa sampai sekarang saya belum melapor tentang hal ini. Dan bodohnya kemarin saya menghindari dosen pembimbing saya (aduh maaf Bu, hehe). Ada dua pintu paralel di laboratorium saya, saya keluar dari pintu paling timur ketika melihat koridor barat saya melihat dosen pembimbing saya ada di sana, saya langsung membelok ke arah utara dan ada teman saya yang sama-sama anak bimbingan beliau, dia bilang: “Kenapa lo?”, saya bilang: “Lagi gak mau ketemu Ibu dulu,hehe” (sombong banget yaa saya : P). Teman saya bilang: “Haha ntar kayak gue kemarin, ditanya udah sampe mana ****? terus gue kaget”. Yayaya.. absolutely itulah yang saya hindari sejenak, kebisuan ketika ditanya sudah sampai mana : P

Kalau sudah hampir sedih gara-gara tugas akhir biasanya saya mencari pelarian. Kalau tidak tidur ya jalan-jalan. Tidur membantu saya melupakan kenyataan sejenak, seolah-olah mem-pause kehidupan, hehe. Seperti hari Minggu ini, saya menolak semua ajakan bermain teman-teman saya karena saya ingin tidur. Tidur lalu bangun dan membayangkan to do list besok. Kalau saya memilih jalan-jalan berarti saya ingin dihibur oleh orang yang diajak dan mengajak jalan-jalan. Satu hal yang penting juga, saya percaya dengan kekuatan kata-kata. Kalau saya gagal saya menghibur diri saya dengan kata-kata ini (lagi dan lagi):

Don’t you give up! Keep your chin up! and be happy~

February 27, 2011 at 9:03 am 3 comments

Nice Chat, fren..

no grammar, no rules, no books. Just you, me, our brain, and our feeling (kyaaaaaa….unyu sangat)

anil: hi purwa
anil: how are you?
purwa sari: haiiiiii
purwa sari: i’m fine thanks, and you?
anil: fine too
purwa sari: *oh my God my english still limited
anil: oh my God
anil: my english is limited edition
anil: hahahha
purwa sari: you’re so funny
anil: thanks
purwa sari: yeah after lebaran
purwa sari: all things become limited edition
purwa sari: like those shoes
purwa sari: wkwkwkwk
anil: hahahha
anil: i think so
anil: but Allah answers our wishes in 3 ways right?
purwa sari: yeah
purwa sari: can you remind me what they are?
anil: 1.He says yes and gives what you want
anil: 2.He says wait and gives something better
anil: 3.He says no and gives the best one for you

purwa sari: oh yeah
purwa sari: thanks
anil: He is too romatic
purwa sari: and sometimes I dont undesrtand His ways
purwa sari: so i’m sad, disappointed, and something like that
anil: hohoho
anil: me too
anil: need time and sometime a lot time
anil: to understand
anil: because of that
anil: some people say
anil: patience will bring you to heaven
anil: heheheh
purwa sari: but i feel different
purwa sari: need time and sometime a lot time
purwa sari: to forget
purwa sari: hoo
purwa sari: so sometimes i do the same thing
purwa sari: hihihi
purwa sari: because i dont understand
purwa sari: so pity I am!
anil: forget?
purwa sari: do you understand what i mean?
anil: hohoho
anil: yeah
anil: me too
anil: many things that i cannot forget
anil: even case si *piiiiiiip*
anil: hahahha
purwa sari: never mind
purwa sari: hihi
purwa sari: like people said
purwa sari: something became precious when you lost it
anil: yup
anil: and i made a same mistake again
anil: understand how precious that thing when they gone
anil: heheh
anil: but it called a process of learning right?
purwa sari: hoho
purwa sari: you always say that
anil: hohoho
purwa sari: yeah..
purwa sari: so what are we going to do to forget that ‘uncomfortable feeling’?
anil: dont try to forget something
anil: or someone
anil: because
anil: if someone pass away
anil: he/she can stay alive in other’s memory
anil: *nope

anil sudah sign out. (9/14/2010 8:56 PM)

Nice chat, fren…  and then we are going to be mrs. invis (again)

September 14, 2010 at 2:36 pm 1 comment

Sabar dan Syukur

Keluhan, kesal, marah, iri, dendam, su’udzon, dan semacamnya, merupakan  tanda-tanda ke-tidak sabar-anmu dan ke-tidak syukur-anmu kepada-Nya. Karena segala sesuatu yang  hadir dalam hidupmu, adalah sesuai dengan Ketentuan dari-Nya.

Mari kita tengok sifat manusia yang sesunggunya bahwa…

“Sesungguhnya manusia itu di ciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir,Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh, Dan apabila mendapat kebaikan, ia kikir {Qs.Al-Ma’aarij : 19-21 }

Berkeluh kesah dan kikir, makna yang berlawanan dengan sabar dan syukur. Sabar dan syukur bukanlah sifat dasar manusia, karena sabar adalah sifat-Nya, Ash shabuur, dan syukur pun adalah sifat mutlak yang dimiliki-Nya, As syakuur. Walaupun demikian manusia sangat berhak memiliki sifat sabar dan syukur. Hak tersebut adalah anugerah yang diberikan-Nya. Oleh karena bukan sifat dasar manusia pada umumnya, sabar dan syukur ini menjadi hal yang sangat istimewa. Dia menggunakan dua hal ini untuk menakar keimanan seseorang. Oleh sebab itu sering dikatakan bahwa sabar dan syukur itu adalah sebagian dari iman.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS.2:153)

May 6, 2010 at 12:10 pm 2 comments

Say what they wanna hear

Akhir-akhir ini aku lagi suka lagu ini dan film itu, tahu kenapa? simple, jawabannya adalah karena mereka merekam apa yang ingin aku dengar dengar. Kenapa buku itu laris dibeli orang? ya karena ceritanya  akan membuat senang pembacanya. Katakan yang orang ingin dengar, jangan katakan yang tidak ingin didengar.

Dan orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini.

say iiiii....

Kemarin aku berpetualang ke Pangalengan, ceritanya mau ngasih trauma healing ke anak-anak korban gempa Jabar. Yang mengkoordinir acara ini adalah keluarga mahasiswa di kampusku. Walaupun sejatinya aku bukan seorang trainer, tetapi aku yakin bisa melaksanakan TOR yang diberikan, lha wong arahannya cuma bikin semangat belajar anak-anak di sana aja kok, ya wess akhirnya aku ikut kecuali kalau arahannya buat bikin semangat guru-gurunya mengajar kembali, hehe, gak mungkin pada saat ini aku mendaftar menjadi relawan :)

Ngadepin anak-anak memang susah-susah gampang. Susahnya mesti sabar, tabah dan tawakal, oops.. gak ding, susahnya ya mesti nguasain suasanan kelas bener-bener, tau gimana caranya ‘mendiamkan’ anak-anak yang ribuuuuuut banget, volume suara mesti pol, gak boleh jaim, senyum simetris, dan…. katakan apa yang mereka ingin dengar. Have fun aja lah..

Dan orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini.

Anak-anak itu mudah ingat dan mudah melupakan *haha, aku juga ding.. jadi aku anak-anak?*
Kalau mereka sedang sedih atau melamun, arahkan pikiran mereka ke arah lain. Pernah liat bayi nangis? coba apa yang kamu lakukan kalo bayi nangis? cup cup cup… pasti salah satu dari kamu bakal melakukan,”tuh liat di atas ada cicak, eh dia makan nyamuk ya? masa kalah sama cicak gak mau makan.. sini-sini nyamuk adek makan..” lho? haha

yah pada intinya arahkan perhatian mereka ke sudut lain. Karena menurut training yang pernah saya ikutin, dengan bergerak kita bisa merubah emosi kita, emotion is created by motion. Dijamin gak akan nangis lagi itu adek bayi *kecuali kalau memang dia nangis karena ngompol dan sejenisnya* :D

3 tahun pertama anak-anak itu manis kok, 2 tahun kemudian mulai terasa pahit-pahitnya tapi lama-lama kok jadi asin ya? iya karena mereka mulai terkontaminasi air laut, di sinilah peran orang dewasa (ayo pikirkan). Trus dia asam.. ih bau asam! makanya inilah waktunya mereka pake deodoran. Tapi-tapi lama-lama kok kembali manis lagi ya? iyaaaa karena rasa mereka yang sebenarnya adalah… manis.

Say aaa....

November 29, 2009 at 4:58 am 1 comment


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.