Posts tagged ‘sahabat’
R i n d u
Dari tadi saya berpikir, apa ya yang ingin saya tulis? Rasanya saya punya sesuatu yang mengendap tapi sangat abstrak. Setelah berputar-putar ternyata saya dapat merasakannya, sesuatu itu dapat diwakili oleh satu kata. Rindu (hahaha gayanyoo….)
Dasar wanita sukanya main perasaan. Perasaan kadang suka lebay. Selebay itu juga mungkin apa yang sedang saya rasakan sekarang, yaitu saya rindu teman-teman. my close friends.
Tau dimana letak ke-lebay-an saya? Ya karena kita bertemu setiap hari. Lima hari dalam seminggu berada di tempat yang sama. Kurang lebih melakukan hal yang sama. Makanya sudah bertemu tiap hari kok masih juga mengendap satu kata yang bernama rindu? Katakan kenapa?
Syalalala… *wajah tanpa dosa..
Teman–Kawan–Sahabat–Apapun itu sebutan untuk mereka
Saya mungkin tidak akan melupakan saat-saat bersama dengan segerombolan manusia berjilbab ini yang saya sebut teman–kawan–sahabat–atau apapun itu sebutan untuk mereka, terkecuali kalau saya mengalami amnesia. Masa kuliah. Saya bertrmu dengan mereka di kampus tercinta –kapan-kapan kalau saya sedang semangat saya ingin cerita tentang semua orang yang mewarnai kehidupan saya, tapi karena ini lagi anget-angetnya baru keluar dari oven yang jaraknya nun jauh di sana dari kota Bandung, jadi saya bercerita ttg yang saya sebut mereka dulu.okay?!
–
Foto yang di samping bukanlah segerombolan anak geng. Kita melabelkan diri masing-masing sebagai ibu-ibu pkk –entah kenapa, tapi saya yakin karena salah satu cita-cita kita adalah menjadi ibu yang baik, istri yang setia, dan wanita yang shalehah..amienn– hampir setiap waktu di kampus kita bersama. Bukan berarti kita tidak mau berteman dengan yang lain. Karena terkadang KAMI JUGA BOSAN apabila terus bersama melakukan hal yang sama. Imbang lah yaa~
Sekarang kita semester 6. Sebentar lagi lulus sarjana..amien. Orang tua pun menganggap kita sudah dewasa di usia ini. Mereka mempercayai kita, mendukung kita dan membiarkan kita untuk memilih. Kita dibebani dengan tanggung jawab besar. Tidak seperti beberapa tahun lalu. Sekolah–>pulang. Akhir-akhir ini saya menyadari kuantitas keberadaan saya di rumah semakin menipis. Lalu dimana saya? salah satunya dimana lagi kalau bukan bersama mereka.
Saya bersyukur karena mereka adalah orang yang saling mendukung bukan menjatuhkan, orang yang saling memberi namun tidak jarang juga ingin menerima,hehe.. Mereka bisa tertawa lepas dan terkadang mendapati rasa cemas yang berlebihan. Mereka dewasa dan bijak tapi selalu diwarnai dengan kemanjaan dan perhatian. Mereka optimis dan semangat.
Sehabis membaca novel 5 cm saya jadi ingat mereka dan saya ingin memekikkan semangat bagi kita samua.. ingaat..
“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
[5cm]“
— Donny Dhirgantoro
Kita yakin kita bisa jadi sarjana dalam waktu yang sama. Kita yakin orang tua kita akan menangis bangga untuk kita. Kita yakin adik-adik kita akan lebih pintar dari kita. Dan kita yakin ALLAH akan selalu ada untuk kita. Semangat temaan. Semester 6.
-Bandung, 20 Januari 2009-
Semua atas karunia-Mu
Motivasi dan penyemangat bisa datang dari mana saja. Memang motivasi terbesar dan termutlak adalah dari dalam diri. Tetapi kadang saat diri unstable, motivasi diperlukan dari berbagai arah sehingga ketika motivasi dari sumber pertama masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri… masih ada motivasi dari arah lain yang menjaganya. Ibaratnya dosis regimen pada obat, untuk mempertahankan fungsi obat agar tetap berada dalam daerah terapi.
Kali ini aku mengarsipkan perkataan sahabat SMA ku. Yah… sahabat adalah salah satu motivasiku juga. Semua hal yang dilakukan menjadi lebih berwarna karena ada mereka. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan aku sahabat-sahabat yang baik. Semoga aku pun bisa menjadi sahabat yang baik bagi mereka.
Dari: Azmi Ajeng Ayunastity
Untuk: Purwa Kurniasari dan sahabat
Jika aku diberikan kesempatan untuk bisa hidup sekali lagi
Izinkan aku untuk berucap
Bukan kufur nikmat, namun ini caraku untuk bersyukurKu ingin kalian yang sekali lagi menemaniku untuk melangkah dalam barisan ini
Kalian mengajariku untuk melihat bahwa hidup ini penuh warna
Mengajariku cara mendengar suara hati dari tempat tertinggi
Karena suara indah terbentuk dari perbedaan sopran,alto, tenor dan bass yg menyatu
Mengajariku cara menapaki kehidupan, cinta, dan air mataTerima kasih untuk kalian sahabatku, murrabi-murrabiah ku
Pendahuluku yg mengajarkan bagaimana cara berjuang dgn visi dan konsep yg jelas
Teman seperjuangan yang mengajarkan arti berdiri dan berlari
Berjanji untuk mengabdi dalam perjuangan ini
Generasi penerus yg membuat langkah menjadi lebih terpacuJika suatu saat kalian menemukanku dalam keadaan terkapar ataupun terluka parah
Ringkih, dan lirih kupinta jangan palingkan wajah kalian
Ataupun menganggapku tidak ada dan tidak pernah ada
Tetapi ku pinta raihlah tanganku
Dan bantu aku untuk berdiri dan melangkah satu kali lagi, lagi dan lagi
Menjadi penopang di saat ku tumbang
Menjadi sandaran ketika ku butuh kekuatanJika kau temukan ku dalam keadaan sengsara dan merana
Jangan memaksaku untuk mundur dari barisan jihad ini
Jangan memintaku untuk keluar dari perjuangan iniKuingin kalianlah yang mendampingiku sekali lagi menapaki perjuangan ini
Jika ku diberi kesempatan untuk bertemu dengan pangeranku
Ku pinta kalianlah yg mjd saksi perjanjian besar itu
Jika ku diberi kesempatan utk melahirkan jundi-jundi kecil
Izinkan aku untuk meminjam salah satu nama dari kalian untuk melngkapi deretan panggilan merekaSemua ini sebagai rasa takzim dan takjub karena Allah memberikan orang2 terbaik untukku
Jika nafas ini berakhir, kuingin kalianlah yg mengiringi kepergianku ke tempat terakhirku
Untuk suatu hari nanti kita dipertemukan lagi dalam firdausNyaJika naruto punya sakura, sasuke dan kakashi
Harry memiliki hermione dan ron
Ali mendapati umar, usman
Dan aku diberi kesempatan bertemu dan memiliki kalianKuatkanlah ikatan kami, kokohkanlah barisan ini

Bandung, 5 November 2009







mereka bilang..