Posts tagged ‘teman’
Posisi Tempat Duduk
Lima tahun di bangku kuliah saya rasa belum cukup untuk mengenal tiap individu satu angkatan yang jumlahnya kurang lebih seratus orang. Bahkan sekedar duduk bersebelahan. Sudah secara otomatis ketika masuk ke kelas, saya akan langsung menuju ke tempat nyaman saya, yaitu posisi dimana energi aktivasi saya paling rendah. Tidak aneh, orang-orang yang duduk bersebelahan dengan saya pun itu lagi-itu lagi. Karena mereka juga sama seperti saya. Datang lalu duduk di tempat mereka. Seolah-olah tempat duduk itu merupakan dedicated area dengan tulisan invisible terangkai nama-nama kita.
Kadang saya menggunakan metode lain. Ketika tempat duduk tersebut sudah ditempati ‘orang baru’ yang tidak tahu bahwa kursi tersebut ‘sudah ada yang memiliki’, saya lantas mencari orang yang saya anggap ‘bisa saya ajak bicara dengan nyaman’. Dia lah acuan saya mencari posisi bernenergi aktivasi rendah.
Saya tidak menyalahkan diri saya mengenai hal ini dengan alasan bahwa dengan melakukan hal tersebut saya membatasi ruang bersosialisasi, tentu tidak. Saya pikir hal ini terjadi secara natural. Bahkan dosen saya pun mengamini bahwa memang setiap orang memiliki ‘tempat duduk kebesarannya’ yang akan sangat terganggu bila orang lain menggunakannya.
Hal ini menjadi salah satu hal yang menggelitik ketika beberapa bulan terakhir ini saya tidak memikirkan lagi dimana posisi saya duduk dan dengan siapa saya bersebelahan…. sampai seorang teman saya berkata, “Pur, nyadar gak selama 5 tahun kita gak pernah duduk sebelahan?!”. Haha.. dua hal yang langsung saya tangkap dengan cepat, pertama, saya sudah berkuliah selama 5 tahun dan kedua, ya! saya tidak pernah duduk bersebelahan dengannya dan saya tidak peduli tetapi dia peduli. Ini hal kecil, tapi halo… bagi saya ini adalah sebuah perhatian. As simple as that.
Mungkin inilah kenapa waktu dulu saya bersekolah di SD, kami diminta oleh wali kelas untuk bergantian teman duduk dan posisi tempat duduknya berputar. Kadang di depan, tengah, belakang. Kadang dengan A, B, Z. Agar kami saling mengenal dan agar kami saling belajar untuk peduli dengan sesama. Seiring bertambah usia, kami menjadi penentu setiap keputusan, salah satunya keputusan to change a random things into a dedicated things.
Bunga
Berbunga-bunga. Bukan cuma hatiku yang sedang berbunga-bunga. Yang terlihat jelas bahwa berbunga-bunga sungguh ada di wajahku, perutku dan tanganku. Tak akan ada akibat kalau tak ada sebab artinya tak akan berbunga-bunga kalau tak mengalami suatu sebab. Oleh karena itu, berbunga-bunga, yang ku rasa saat ini, jauh-jauh hari sudah kuperkirakan sebabnya. Walau terkadang berbunga-bunga membuat emosiku turun naik, aku tidak punya masalah besar dengan berbunga-bunga. Hanya nampaknya aku bermasalah dengan monomernya, yaitu bunga.
Kenapa harus bunga? Karena bukan dia yang pertama kali menyambutku. Dia tidak hadir ketika hari itu, padahal aku sudah mengirim undangan rahasia kepadanya, entah mungkin undangan itu tidak sampai atau mungkin bunga tidak siap menemuiku karena undanganku terlalu mendadak atau memang mungkin undangan itu tidak pernah sampai kepadanya sehingga dia tidak pernah tahu. Apapun sebabnya sebenarnya aku selalu menunggu bunga.
Banyak yang mendeskripsikan seperti apa itu bunga. Misalnya.. bunga itu cantik, aku setuju, tetapi aku lebih cantik. Bunga itu menyakitkan karena penuh duri, ya.. karena pilihanku adalah bunga bernama Rosa gallica. Bunga itu simbol, katanya simbol rasa sayang, makanya aku menginginkannya. Tetapi lama-lama setelah berproses aku jadi berpikir apa mungkin sebaiknya aku tidak perlu mendapatkan bunga? Karena dengan tidak memiliki bunga, aku bisa membuat cerita dari bunga dengan menggodanya. Aku bisa merengek kepadanya. Aku bisa beralasan kepadanya. Dan karena bunga juga.. Membuatku mempunyai harapan kepadanya. Berharap dia membawa bunga, benda yang selalu kutunggu-tunggu. Bunga adalah kambing hitamku.
Kemudian Setelah bunga kudapat lalu dia akan aku apakan? Bisa jadi aku lebih terfokus pada bunga. Bisa jadi aku meminta bunga-bunga yang lain, sejenis Rosa gallica. Bisa jadi aku tidak berharap kepadanya.. bisa jadi..
Jadi kalau begitu nanti saja ya? ya nanti di waktu yang tepat. Jangan semua diberikan hari ini karena kalau sudah semua dimiliki entah besok-besok akan meminta atau memberi apa. Biasa itu menjadi luar biasa, kalau ditempatkan di saat yang tepat. Sekarang biarkan saja aku menjadikan bunga kambing hitam. Biarkan aku terus meminta, aku merengek, aku menyindir dan biarkan dia mendengarkannya. Sering-sering. Supaya dia bisa belajar menjadi pendengar yang baik
Ujian Lisan Fitokimia
Tanggal 3 Desember. Ketika seorang teman menyebutkan tanggal ini saya seperti diingatkan akan sesuatu. Ternyataa… 3 Desember adalah hari terakhir kuliah di semester 7 dan juga hari dimana saya kontrol behel yang terakhir (semoga). Kalau teman saya itu tidak bilang, saya tidak akan sadar kalau kuliah di semester ini sebentar lagi akan benar-benar berakhir. Antara senang dan was-was karena berarti dia juga akan dikumpul, kamu tahu apa? buku TA! Kenapa? karena sudah sejak 2 minggu yang lalu saya tidak buka buku keramat ini, bahkan disimpan di lantai begitu saja, kadang saya tendang, saya lempar dan saya singkirkan. Bimbingan lewat, jurnal-jurnal entah tidak ada penambahan atau pengurangan, flat, tidak disortir lagi, dan semangat agak turun. Semuaa karenaaaa.. fitokim! farmol! pantas saja mata kuliah ini disimpan di semester akhir. Subhanallah menyita waktunyaa…
Fitokim! -i love you full fitochem!- adalah dasar dari kelompok keahlian tugas akhir saya. Mau gak mau saya harus suka. Saya memang mencoba suka. Apalagi ujiannya, makjaaaaang… Saya terkesima! sama spektrum-spektrum itu: UV-Vis, IR, NMR, MS. huwooow kalo ujiannya gak seperti itu memang saya tidak akan belajar sampai benar-benar mengerti, mungkin hanya sampai tahap tahu lalu menguap kemudian. Intinya adalah kita diuji memperkirakan struktur kimia apa yang ada di dalam keempat spektrum tersebut. Harus mendapatkan satu struktur yang sama. Dimulai dari membaca puncak pada spektrum UV-Vis dengan memperkirakan kerangka molekulnya kemudian menginterpretasikan ikatan apa saja yang ada melalui spektrum IR, petunjuknya adalah bilangan gelombang. Dilanjut dengan penentuan BM, pola fragmentasi melalui spektrum MS, sampai yang terakhir penentuan jumlah proton melalui NMR. Sukses! finally, I’ve done!
Yang membuat heboh adalah ujian ini ujian lisan. Diuji oleh seorang dosen yang rela mengajarkan 120 orang mahasiswanya satu per satu. Sampai malam. Sampai subuh. Sampai besok paginya. Sampai besok subuh lagi. Berturut-turut. Subhanallah.. Bapak Prof.Dr. Komar Ruslan, saya terkesima juga dengan ketahanan beliau! Bapaaak… semoga beliau tidak sakit karena sering melembur. Pada akhirnya saya tidak menyesal telah melewati ujian-lisan-yang-sangat-bikin-stress ini, Pak. Malah saya berterima kasih kalau tidak seperti ini, saya tidak akan mau mencoba.
Saking berkesannya ujian ini banyak teman-teman saya yang langsung sujud syukur karena telah lulus ujian lisan bagian karakterisasi dan identifikasi. Wajar.. karena.. kamu tau seperti apa rasanya? lega tiada tara seperti seorang mahasiswa yang telah lulus sidang sarjana (maaf agak lebay haha). Rasanya..langkah pertama memasuki ruangan ujian jantung berdetak semakin kencang dengan irama tertentu, cardiac output meningkat, resistensi perifer juga, sesaat setelah memasuki ruangan.. nafas agak berat dan vasokonstriksi di segala organ. Sebaliknya, ketika dinyatakan lulus, semua berdilatasi… pembuluh darah, mata, otot-otot perut, bronkheolus, syaraf-syaraf otak bahkan mungkin kalo ada bibir juga berdilatasi menampilkan sebuah senyuman bahagia. Hebat sekali!
Saking cintanya sama ujian ini juga seorang teman sampai membuat puisi, seperti ini…
Interpretasi Spektrum Hatiku
Oleh: Novita Nurul. F
Malam itu, aku berusaha keras menfsirkan spektrum hatiku..
Ketika pesonamu memancarkan radiasi sinar uv.. hatiku mengabsorpsi pada panjang gelombang tertentu,
Inilah spektrum hatiku…
Baru kusadari… hatiku telah tereksitasi pada pnjang gelombangmu….
Ada lagi yang ingin kusampaikan padamu…
Entah mengapa hatiku bergetar.. mungkin ada energi vibrasi inframerahmu..
Atom-atom hatiku meregang.. kadang melentur.. hanya kau yang tau…
Kini, hatiku menjadi doublet… mungkin karena pengaruh proton hatimu…
Proton hatiku menjadi deshielded…
Dan kau mampu memunculkan base peak yang stabil melalui d kelimpahan relatif cintamu
Tak ada lagi kemetastabilan..
Baru kusadari fragmen-fragmen hatiku ada pada dirimu.
Fitokim. Terasa sekali manfaat dan kebersamaan kita ketika ujian ini. I love you full, please be nice to us! semoga kita semua lulus. Amiiin Ya Robbal’alamiin.
about you… Jogja 2008-2009
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja…Jogjakarta. Kla Project
Dan foto-foto ini
mewakili ratusan foto yang tersimpan di dalam komputer…
R i n d u
Dari tadi saya berpikir, apa ya yang ingin saya tulis? Rasanya saya punya sesuatu yang mengendap tapi sangat abstrak. Setelah berputar-putar ternyata saya dapat merasakannya, sesuatu itu dapat diwakili oleh satu kata. Rindu (hahaha gayanyoo….)
Dasar wanita sukanya main perasaan. Perasaan kadang suka lebay. Selebay itu juga mungkin apa yang sedang saya rasakan sekarang, yaitu saya rindu teman-teman. my close friends.
Tau dimana letak ke-lebay-an saya? Ya karena kita bertemu setiap hari. Lima hari dalam seminggu berada di tempat yang sama. Kurang lebih melakukan hal yang sama. Makanya sudah bertemu tiap hari kok masih juga mengendap satu kata yang bernama rindu? Katakan kenapa?
Syalalala… *wajah tanpa dosa..
Status Baru
Hai kawan, kita mengobrol tentang status yuk..
Jadi…
Pertama, sekarang saya punya status baru dan resmi, sebagai SWASTA! (Mahasiswa Tingkat Akhir, sungguh beraaat ini status). Yak, terhitung mulai hari Senin depan, saya kembali menjadi orang (sok) sibuk dengan segala rutinitas yang harus disesuaikan dengan iklim lingkungan demi meraih kehidupan hari depan yang lebih baik. Padahal masa swasta ini sebenarnya sudah dimulai dari sebulan yang lalu tetapi belum masalah karena pada waktu itu saya masih menemukan oase di tengah panasnya padang pasir (baca: Libur panjang dua minggu Idul Fitri). Haha. Lalu sekarang setelah saya melihat kalender 2010, mau tidak mau saya harus meyakini bahwa status saya yang sekarang adalah benar-benar nyata dan suka tidak suka saya harus semangat melewatinya. Bulan itu semakin dekat. Tahun itu tinggal dihitung dengan jari, dan liburan panjang sudah tidak ada lagi.
Kedua, saya punya status baru lagi. Saya punya status baru lagi di dalam fase kehidupan saya (apa sih). Entahlah.. mungkin saya sedang ikut-ikutan tren menyebut ini sebagai status, atau mungkin juga karena saya sedang ingat lagu Vidi Aldiano-Status Palsu, yang arahnya menjurus ke sesuatu yang ingin saya ungkapkan tetapi tidak mampu saya tuliskan, yang pasti ada perubahan yang sangat mendasar di profil facebook saya terhitung mulai hari kamis kemarin haha.. ahee status baruuu~
Kalau dilhat-lihat nampaknya saya sangat mengikuti sekali perkembangan si ‘status’ yang datang dan pergi dalam hari-hari saya. Inilah sebabnya makanya saya rajin melihat-lihat jurnal (baru melihat, belum membaca
), pulang-pergi ke perpustakaan dan mencari ini itu, sekali lagi semua karena status. Masih ingat? saya juga memaksa Anda untuk membahas status dan bercerita dengan sejelas-jelasnya tentang status karena tidak semua orang mengerti apa yang sedang Anda inginkan, termasuk saya. Pada saat itu saya sedang berjuang demi mendapatkan ‘status’. Karena pada akhirnya status inilah yang menjawab pertanyaan orang-orang yang penasaran dan dengan demikian juga berkuranglah hukum ketidakpastian karena akhirnya saya sudah tahu status saya di mata Anda
Di dalam kondisi kedua (poin yang saya ceritakan sebelumnya) status di sana sebenarnya bukan kebutuhan primer. Tidak ada aturan tentang status itu. Status tersebut diklaim oleh diri pribadi yang bersangkutan.
Hmm saya menghargai ketika Anda menganggap status itu bukanlah sesuatu yang utama dan saya juga mengucapkan terima kasih karena Anda bersedia menjelaskan alasannya.
Terakhir, saya mau mengutip kata-kata dari Raditya Dika ketika dia mengalami perubahan status seperti yang sedang saya alami sekarang (status kondisi kedua):
So, I am welcoming you to my life.
Now, let’s do this together, love.
*maaf agak maksa masukin quotenya. Tapi saya harus menulis itu, hehe
Kok Kamu Berubah Ya?
Oh
Everybody’s changing
And I don’t feel the same
Ada orang yang bilang kamu berubah ya wa? entah berapa derajat. Katanya saya jadi begini-begitu bla..bla..bla… Hmm pembelaan saya apa? saya gak menyangkal. Manusia makhluk dinamis, apalagi saya yang kadang labil. Tapi saya juga mau bilang, kamu kok jadi beda ya sama yang dulu? muter-muter-gak-ketemu-titik-terang-kan?
Jadi yang berubah siapa?
Perubahan. Sebenarnya saya tidak suka perubahan. Saya suka keteraturan. Tapi hampir gak mungkin jumlah entropi di dunia ini sama dengan nol, artinya semua pasti berubah. Saya sudah jelas berubah, kamu juga sudah jelas berubah. Yang jadi permasalahan mungkin kamu dan saya berpacu pada dua hal secara mutlak, hitam dan putih. Dua parameter itu yang membentuk persepsi saya tentang perubahan yang kamu alami. Padahal masih ada abu-abu, opaque, bening, dan alternatif parameter lain yang kalau kamu rajin menganalisis saya yakin gak akan sampai tega kamu berkata secara sinis, kok kamu berubah ya wa?
Oh
Everybody’s changing
And I don’t feel the same
*Saya lagi aktif ngeblog. Cerita ini hanya fiktif belaka.
Mabok Dufan (just smile)
Masih berkaitan dengan dufan, ketika kamu memasuki wilayah wahana-wahana seru selalu kamu ditantang untung menguji adrenalinmu. Tidak main-main, bagi yang mempunyai penyakit jantung, asma, dan tinggi badan yang tidak memenuhi syarat, atau bagi orang yang pura-pura berani, disarankan untuk tidak mencoba wahana tersebut. Bisa stres berat nanti. Saya mungkin termasuk orang yang pura-pura berani, hehe tapi akhirnya terlewatkan juga lah dari coba-mencoba itu.
Pada saat melakukan action pura-pura berani itu saya stres. Meningkatnya hormon stres ini menyebabkan peningkatan hormon adrenalin; jantung berdetak semakin kencang (makanya bahaya bagi orang yang berpenyakit jantung), meningkatnya aliran darah, keringat banyak, bernafas lebih cepat, tekanan darah dan metabolisme meningkat. Saya berteriak sekencang-kencangnya. Ternyata ujian adrenalin ini sangat menantang. Semakin banyak hormon adrenalin semakin keras saya berteriak, s-c-r-e-a-m! saya menyebutnya sebagai stress release with minimum cost. Tapi tahukah, saya menikmatinya. Jadinya saya mau tapi takut untuk naik wahana lain
Sayangnya, setelah action pura-pura berani itu, perut saya tidak kuat. Mual sekali. Kenapa ya bisa mual? setelah saya baca-baca mungkin karena pusat keseimbangan tubuh terganggu. Selain karena sistem pencernaan tubuh sendiri yang terganggu, misal maag, infeksi, gangguan metabolisme, dll, mual juga bisa disebabkan karena tidak sinkronnya sinyal yang diterima otak untuk keseimbangan tubuh. Ketika kamu naik salah satu wahana menantang, misal kicir-kicir, arus datangnya sinyal itu mengalami kekacauan. Otak mendapatkan sinyal secara bersamaan dari berbagai sumber. Ketika tubuh kamu diputar-putar sampai 360 derajat, telinga bekerja biasa karena tidak ada suara bising (kecuali suara operator pemberi semangat) dan merespon bahwa kamu sedang diam, tetapi tubuh bergetar dan bahkan berguncang, mata menangkap objek yang terus berganti akibat pergerakan yang cepat. Informasi berlawanan antara bergerak dan diam ini diterima otak secara bersamaan dan menimbulkan kekacauan.
Sinyal yang bertubi-tubi inilah yang lantas mengganggu pusat keseimbangan di telinga bagian dalam (vestibular). Selanjutnya vestibular merangsang produksi zat histamin yang dikirim ke otak dan menimbulkan berbagai gejala mabuk. Segera setelah itu, mengalirlah keringat dingin, kepala terasa pusing dan berat, sakit kepala, mual hingga muntah. Jadi lah saya juga mengalami hal semacam ini, tapi saya masih bertanya-tanya, kok bisa ya muntahnya sampai beberapa kali? sugesti mungkin, teman saya bilang. Gak tau deh.
Setelah berteriak, lalu mual, muntah badan saya menjadi lemas. Wajar karena energi saya terkuras, isi perut dikeluarkan dan tidak ada asupan energi. Memang tidak bisa langsung diisi karena perut masih menolak, mungkin sebaiknya diistirahatkan dulu, rileks, tenang, supaya makanan mudah diterima. Saya sendiri juga mengalaminya, tapi heboh juga sih, saya baru bisa makan ketika sudah sampai Bandung. Mungkin tubuh ini harus memastikan bahwa setelah makan tidak akan ada stres-stresan lagi. Trauma mungkin dia. hehe ^.^
Every memory will save in memorypuwqa. Bandung, 5 Agt 2010.
Ich bin von meinen Freunden getröstet.. :)
Yee akhirnya saya ke dufan. Untuk pertama kalinya naik wahana kicir-kicir dan halilintar (telat ya? hehe). So krezi, so funny, have fun go mad!
sampai-sampai saya nyerah deh. ampun.
Imbasnya.. sampai sekarang perut saya masih mual. Ini pengalaman pertama saya; mengeluarkan isi perut (muntah.red) yang berkelanjutan. Ada-ada aja, mungkin si perut mau menandingi sinetron tersanjung atau cinta fitri sampai session 6, atau mungkin dia ingin mendapatkan kesejahteraan seperti misi pembangunan yang berkelanjutan. Gak nyambung kan peristiwa saya muntah dengan analogi yang disebutkan tadi? hehe tapi begitulah keadaanya. Sayangnya saya gagal menandingi suksesnya sinetron tersebut sampai season 6 karena setelah season 5, muntah saya berhenti, begitu pun, saya gagal membawa kesejahteraan karena setiap perut saya diisi makanan, makanan tersebut saya keluarkan lagi meskipun itu hanya seteguk air mineral, percayalah. Tapi Alhamdulillah berhenti, kalau terus-terusan mual.. saya akan tersiksa. Doh.. padahal kan saya ke dufan ingin bersenang-senang bukannya melakukan perjuangan tahan mual
Akhirnya selama perjalanan, saya jadi kasian dan terharu sama teman-teman saya; Ranny, Cakson, Mato, Eja, Halmi, Rifki. Hehe maaf ya bikin heboh. Mereka tahan liat orang muntah (atau pura-pura tahan ya? xp). Yang saya ingat waktu di depan mereka makan; saya muntah. Waktu mau antri wahana; saya muntah (lagi). Waktu di tangga mau foto bareng; saya muntah (lagi). Dan waktu di mobil cakson; saya muntah (lagi).. haha jadi cerita muntah.. doh maaf tidak disensor
ketawa gak bersalah gini.. :0 anyway.. Saya sangat berterima kasih dengan kesabaran kalian. Kalian lulus *lho?!
Ngomong-ngomong selalu ada cerita menarik ketika pergi bersama. Yang tertutup menjadi terbuka, yang tidak terceritakan menjadi jelas, yang dingin menjadi hangat, yang gak mungkin menjadi mungkin, dan lain-lain. Mengenal seseorang lebih dekat itu Me-nak-jub-kan! Saya jadi ingin menceritakan mereka satu per-satu
Jadi ceritanya adalah pertama, saya mengamini bahwa Cakson itu adalah seorang yang kompleks, manusia zaman dulu yang suka menggerutu sendiri, nabung di Taman Sari lalu cek ATM di BTC, penuh labirin, ruwet, kompleks deh. Sisi positif yang terekspos: dia pintar!.
Kedua, Ranny, dia penakut tapi tahan banting! Teriakannya heboh, saya berimajinasi pita suara dia ada di luar *lebay ya?* hehe. Ranny tuh takut naik wahana ini-itu tapi dia sukses mencoba semua wahana menantang di dufan. Kalem, dan kental dengan aksen sunda kayak Sinta dan Jojo keong racun
. Anyway.. Makasih udah ngebalurin pakai minyak kayu putih!
Ketiga, Halmi, mengaku seorang yang introvert dan pemalu padahal ternyata dia penuh canda tawa, rame, kocak, celetukannya aneh, dan saya gak akan lupa gimana rasanya duduk di sebelah Halmi waktu naik kora-kora, haha..Halmi, kamu membuat saya tertawa ngakak
bahkan sampai sekarang. Puji Tuhan…
Keempat, Eja, orangnya amburadul tapi penuh perhatian, dia yang paling berjiwa ke-bapak-an dibanding lelaki yang saya ceritakan di postingan ini. Kebalikan Cakson deh dia, simple! Kesamaannya mereka sama-sama pintar. Logika banget deh mereka… cowok bgt.haha apa pulak ini komen…
Kelima, Mamat. Mamat seorang yang entrovert, baik, lucu, ceria, sukanya foto-foto, suka keindahan (terbukti ketika kita mau foto bareng, selalu memperhatikan the best angle). Kata Cakson, Mamat itu banyak protes (khusus buat cakson) haha.. Selama perjalanan, yang berkontradiktif adalah Mamat dan Cakson tapi kelakuan mereka membuat saya senang, selalu ada humor di sana
Keenam, Rifki. Dia ini cool banget, gak banyak masalah, lancar. Dia memang sesuai dengan perspektif saya selama ini, kalem… Gak banyak protes dia, gak jadi bahan ketawaan juga. Kul men banget lah!
Wow.. gak kerasa, postingan ini mengalir begitu saja. Berawal dari muntah lalu saya menulis pandangan pribadi kepada teman-teman tour de dufan. Saya menulis ini atas momen yang telah dilewati bersama kemarin, uhm, kalau pandangan mereka terhadap saya bagaimana ya? dengan track record muntah lima kali berturut-turut? hehe.. dont wanna see x_x
Overall, saya menikmati liburan kemarin. Terima kasih atas pihak-pihak yang telah terlibat. Buat mobil cakson yang high class, haha humor dimulai dari ini, buat jaket eja yang saya pinjam, buat minyak kayu putih yang ranny bawa, dan buat semua yang bikin saya ketawa puas. Hampir saya gak ikut karena personil perempuannya minim, berkebalikan sekali dengan jumlah wanita di jurusan saya
Saya berharap semoga tali silaturahmi kita tetap terjaga. Sukses buat semuanya, kita sekarang sudah tingkat akhir, sudah tua, siap-siap bertemu kerasnya kehidupan, hehe.. Sampai jumpa di liburan kita selanjutnya..













mereka bilang..