Posts tagged ‘ujian’

Ujian Terakhir

Kamis kemarin adalah ujian terakhir saya di kampus dalam menempuh pendidikan sarjana *amin*. Bagi sebagian orang, momen “terakhir” haruslah ditutup dengan manis, ada yang berusaha semaksimal mungkin untuk hasil yang baik. Namun ada  sebagian orang lagi yang sudah kehabisan tenaga, mentang-mentang yang terakhir jadi berjalan santai dan sudah memikirkan kesenangan setelahnya karena “ini yang terakhir”, artinya terlepas sudah dengan sebagian tekanan batin dan tekanan pikiran (lebay). Saya ada di sebagian orang yang mana? dilihat dari panjangnya penjelasan sih kayaknya termasuk sebagian orang golongan kedua (hahaha… *tertawa sendiri).

Yah, memang kemarin saya agak malas belajar. Kemalasan ini saya sampaikan kepada salah seorang teman saya, sebut saja Bunga. Malam hari ketika saya sedang membaca slide kuliah sambil terkantuk-kantuk, kita berkirim sms:

Saya: Waduh gimana ini males belajar!

Bunga: Ya gak usah, gak ada yang maksa kok Pur! haha.. berani gak?

Saya: Tentu saja gak berani!

Bunga: Bagus-bagus.. belajarlah kau nak! Yang lebih pintar dari kita aja belajar, masa kita nggak!

Driving force yang seru!

Teman saya ini memang tepat memilih  sasaran tembak. Sedikit demi sedikit saya mendapatkan suplai energi buat belajar. Walau pada akhirnya  tetap saja saya tertidur di depan laptop -___-”.

May 20, 2011 at 11:05 pm 2 comments

God Loves Me

Begitu sering dan cepatnya saya menuliskan kekaguman terhadap orang di sekitar. Orang tua saya. Guru pembimbing saya. Teman saya. Kekasih saya. Orang yang baru saya kenal sampai orang yang tidak saya kenal. Tetapi kemarin saya berpikir, jarang sekali ya saya menggambarkan kekaguman kepada-Nya secara otentik, kepada Tuhan semesta alam.

Ceritanya berawal dari perasaan ketidakberuntungan dan minimnya persediaan hoki saya ketika sedang ujian. Ya mau bagaimanapun saya percaya akan adanya keberuntungan. Keberuntungan yang bisa hadir dalam situasi apapun. Keberuntungan yang kata teman saya merupakan perwujudan dari darma yang telah dilakukan. Darma adalah tabungan amal baik. Baik terhadap Tuhan maupun terhadap makhluk-Nya. Tetapi bisakah keberuntungan itu langsung serta merta terjadi? Tidak. Lalu siapa yang mengijinkan  keberuntungan itu menjadi penolong? Tentu saja atas ijin-Nya, ketika Dia katakan “Kun-fayakun!” maka “Jadilah!”.

Mengenai keberuntungan, inilah hal bodoh yang saya pikirkan. Setiap sehabis ujian saya merasa kalau saya kurang beruntung, saya bertanya-tanya kenapa Tuhan tidak membantu saya? Padahal saya sudah belajar. Seharusnya saya bisa. Namun pada kenyataan? adaaa saja kesalahan yang saya lakukan. Kenapa Tuhan tidak sedikit menyenggol tangan saya sehingga jawabannya menjadi benar? saya kurang beruntung. Apa karena persediaan darma saya sedikit?

bzzzzzzzz….. kemarin saya sadar. Tidak! Tuhan sayang pada saya.

Keberuntungan adalah suatu rezeki. Dan Dia lah Maha Pemberi Rezeki. Rezeki. Saya sependapat dengan orang-orang yang mengatakan rezeki-Nya sangat luas. Rezeki bukan hanyaberlimpahnya materi, perut kenyang, baju bagus, mudah mendapat pekerjaan, enteng jodoh, dll. Sederhananya bernafas juga rezeki. Organ tubuh yang lengkap adalah rezeki. Mempunyai keluarga yang lengkap adalah rezeki. Bisa masuk universitas favorit adalah rezeki. Dan terhindar dari banjir seperti yang saya alami kemarin adalah rezeki. Semoga saya selalu ingat tulisan saya ini.

Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban

Kemarin, pagi hari saya melaksanakan ujian salah satu mata kuliah. Siangnya, ketika membahas dengan teman, saya menemukan satu kecerobohan yang saya lakukan. Lalu seperti biasa, saya menggerutu, haduh..gak beruntung!. Lalu pikiran saya bercabang kemana-mana, “Aku banyak dosa kali ya, banyak bikin salah ke orang jadi ga punya persediaan darma”, “Dosa apa ya yang ngalangin pertolongan Allah pas aku ujian?”, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Bzzzzzzzz. Mood saya turun. Mencoba tersenyum-senyum ketika bertemu orang. Padahal hati saya galau (haha..) Lalu saya pulang malam, setelah hujan lebat yang mengguyur Bandung sudah dipastikan di daerah rumah saya bakal banjir besar! Ternyata memang benar, bahkan banjirnya lebih besar dari banjir yang biasanya. Lebih tinggi, lebih panjang bahkan ada arusnya. Tapi Alhamdulillah saya dapat melewatinya tanpa perlu bermacet-macet, tanpa perlu melewati area banjir itu, tahu bagaimana caranya? jadi pada saat itu ada polisi yang langsung mengalihkan jalur ke arah sebaliknya yang tidak banjir dan saya termasuk rombongan pertama yang masuk ke arah sebaliknya tersebut. Saya bisa dengan lancar pulang ke rumah.

Pada saat itu banyak motor yang mogok. Ketika saya perhatikan memang si tinggi air banjir itu nampaknya lebih tinggi dari knalpot motor saya. Entah kalau saya juga melewati areal banjir mungkin motor saya juga akan mogok dan pastinya akan semakin lama saya di jalan. Repot.

Inilah… mungkin inilah keberuntungan lain yang Tuhan berikan pada saya. Sebuah rezeki yang tidak saya sadari. Kalau tidak atas ijin-Nya untuk menggerakkan hati seorang polisi mengalihkan jalan, mungkin saya akan menjadi salah satu dari puluhan motor yang terjebak banjir. Subhanallah. Seperti yang dikatakan orang-orang, penyesalan selalu datang terakhir dan ternyata yang namanya hikmah pun sering datang di akhir-akhir ketika sudah mampu berpikir jernih. Sekali lagi, semoga saya mengingat apa yang saya tulis di sini.

Keberuntungan saat ujian, sampai saat ini saya masih mengharapkannya. I know God loves me. Ujian saya masih belum selesai, yang terpenting saya ingin belajar. Bisa atau tidak ketika ujian nanti saya pasrah saja. Semoga saya beruntung.

When I can’t read anything about the situation, just do my best and pray for the best.

Let Allah take the rest..

December 10, 2010 at 9:23 am 1 comment

Ujian Lisan Fitokimia

Tanggal 3 Desember. Ketika seorang teman menyebutkan tanggal ini saya seperti diingatkan akan sesuatu. Ternyataa… 3 Desember adalah hari terakhir kuliah di semester 7 dan juga hari dimana saya kontrol behel yang terakhir (semoga). Kalau teman saya itu tidak bilang, saya tidak akan sadar kalau kuliah di semester ini sebentar lagi akan benar-benar berakhir. Antara senang dan was-was karena berarti dia juga akan dikumpul, kamu tahu apa? buku TA! Kenapa? karena sudah sejak 2 minggu yang lalu saya tidak buka buku keramat ini, bahkan disimpan di lantai begitu saja, kadang saya tendang, saya lempar dan saya singkirkan. Bimbingan lewat, jurnal-jurnal entah tidak ada penambahan atau pengurangan, flat, tidak disortir lagi, dan semangat agak turun. Semuaa karenaaaa.. fitokim! farmol! pantas saja mata kuliah ini disimpan di semester akhir. Subhanallah menyita waktunyaa…

Fitokim! -i love you full fitochem!- adalah dasar dari kelompok keahlian tugas akhir saya. Mau gak mau saya harus suka. Saya memang mencoba suka. Apalagi ujiannya, makjaaaaang… Saya terkesima! sama spektrum-spektrum itu: UV-Vis, IR, NMR, MS. huwooow kalo ujiannya gak seperti itu memang saya tidak akan belajar sampai benar-benar mengerti, mungkin hanya sampai tahap tahu lalu menguap kemudian. Intinya adalah kita diuji memperkirakan struktur kimia apa yang ada di dalam keempat spektrum tersebut. Harus mendapatkan satu struktur yang sama. Dimulai dari membaca puncak pada spektrum UV-Vis dengan memperkirakan kerangka molekulnya kemudian menginterpretasikan ikatan apa saja yang ada melalui spektrum IR, petunjuknya adalah bilangan gelombang. Dilanjut dengan penentuan BM, pola fragmentasi melalui spektrum MS, sampai yang terakhir penentuan jumlah proton melalui NMR. Sukses! finally, I’ve done!

Yang membuat heboh adalah ujian ini ujian lisan. Diuji oleh seorang dosen yang rela mengajarkan 120 orang mahasiswanya satu per satu. Sampai malam. Sampai subuh. Sampai besok paginya. Sampai besok subuh lagi. Berturut-turut. Subhanallah.. Bapak Prof.Dr. Komar Ruslan, saya terkesima juga dengan ketahanan beliau! Bapaaak… semoga beliau tidak sakit karena sering melembur. Pada akhirnya saya tidak menyesal telah melewati ujian-lisan-yang-sangat-bikin-stress ini, Pak. Malah saya berterima kasih kalau tidak seperti ini, saya tidak akan mau mencoba.

Saking berkesannya ujian ini banyak teman-teman saya yang langsung sujud syukur karena telah lulus ujian lisan bagian karakterisasi dan identifikasi. Wajar.. karena.. kamu tau seperti apa rasanya? lega tiada tara seperti seorang mahasiswa yang telah lulus sidang sarjana (maaf agak lebay haha). Rasanya..langkah pertama memasuki ruangan ujian jantung berdetak semakin kencang dengan irama tertentu, cardiac output meningkat, resistensi perifer juga, sesaat setelah memasuki ruangan.. nafas agak berat dan vasokonstriksi di segala organ. Sebaliknya, ketika dinyatakan lulus, semua berdilatasi… pembuluh darah, mata, otot-otot perut, bronkheolus, syaraf-syaraf otak bahkan mungkin kalo ada bibir juga berdilatasi menampilkan sebuah senyuman bahagia. Hebat sekali!

Saking cintanya sama ujian ini juga seorang teman sampai membuat puisi, seperti ini…

Interpretasi Spektrum Hatiku

Oleh: Novita Nurul. F

Malam itu, aku berusaha keras menfsirkan spektrum hatiku..

Ketika pesonamu memancarkan radiasi sinar uv.. hatiku mengabsorpsi pada panjang gelombang tertentu,

Inilah spektrum hatiku…

Baru kusadari… hatiku telah tereksitasi pada pnjang gelombangmu….

Ada lagi yang ingin kusampaikan padamu…

Entah mengapa hatiku bergetar.. mungkin ada energi vibrasi inframerahmu..

Atom-atom hatiku meregang.. kadang melentur.. hanya kau yang tau…

Kini, hatiku menjadi doublet… mungkin karena pengaruh proton hatimu…

Proton hatiku menjadi deshielded…

Dan kau mampu memunculkan base peak yang stabil melalui d kelimpahan relatif cintamu

Tak ada lagi  kemetastabilan..

Baru kusadari fragmen-fragmen hatiku ada pada dirimu.

 

Fitokim. Terasa sekali manfaat dan kebersamaan kita ketika ujian ini. I love you full, please be nice to us! semoga kita semua lulus. Amiiin Ya Robbal’alamiin.

November 27, 2010 at 12:47 pm Leave a comment

Jauhi Mencontek! (Kita Harus Belajar Bahwa Kita Harus Belajar)

“Students have to learn that they have to learn. Only doing what’s right will bring them a feeling of pride and accomplishment and create self-confidence—the building blocks for a successful and satisfying life and a society that keeps its values”

Saya agak kaget ketika ibu saya cerita bahwa anak temannya ibu saya yang mau masuk SMP tidak lolos masuk ke SMP *peeep* (cluster 1 tapi bukan SMP 2 dan 5 Bandung, hehe) karena nilainya kurang padahal rata-rata nilainya mencapai 9,5. Berarti kalau rata-rata 9,5 saja tidak masuk semua anak yang mendaftar (misal 360 anak) rata-rata nilainya hampir 10 dong? Waw sudah sepintar dan sehebat itu kah anak-anak Indonesia sekarang? Berarti 20 tahun ke depan Indonesia bisa lah ya jadi salah satu negara maju dan jadi peserta piala dunia :]

Ehm bukannya saya mau suudzon atau meng-underestimate-kan anak-anak Indonesia, pastinya banyak cerita dibalik kesempurnaan nili-nilai itu (ya iyalah jaman sekarang getoooh! everything is never as it seems), mungkin ada yang usahanya sangat keras: belajar sangat keras dan mati-matian sambil berdoa dan meminta restu orang tua; atau agak keras (udah termasuk kelakuan hitam nih): membaca cepat sambil mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan a/b/c/d/e, menulis ringkasan di kertas dan membeli hp baru karena ingin juga mendapatkan sms pada hari H; atau tidak keras: tidur semalaman kebablasan dan tidak belajar lalu akhirnya melakukan ‘full of academic dishonesty‘.

Well… Kalau ada yang bilang, songong  lo..paling lo juga ngelakuin hal itu jaman dulu pur.. Hmm saya akan bilang ya kalau definisi dari mencotek (cheating) adalah sbb:

Cheating means getting unauthorized help on an assignment, quiz, or examination. (1) You must not receive from any other student or give to any other student any information, answers, or help during an exam. (2) You must not use unauthorized sources for answers during an exam. You must not take notes or books to the exam when such aids are forbidden, and you must not refer to any book or notes while you are taking the exam unless the instructor indicates it is an “open book” exam. (3) You must not obtain exam questions illegally before an exam or tamper with an exam after it has been corrected.

(taken from an article.html via internet)

Sejujurnya selama beberapa tahun ke belakang saya takut kalau meminta jawaban ke orang (definisi mencontek saya dulu meminta jawaban) makanya sebisa mungkin saya kerjakan sendiri. Nah kalau memberi jawaban ke orang, sering saya lakukan dan ternyata perbuatan ini juga termasuk academic dishonesty. Dan ini benar-benar salah. Kasian terhadap orang yang saya beri contekan karena dia akan menjadi tidak percaya diri. Ada yang menarik dari pernyataan salah seorang pengajar:

If students easily get away with it (academic dishonesty), they might be encouraged to do it again. They won’t realize that this—in the broadest sense—is an attack on our society, which is based on values like honesty and fairness. The present epidemic of cheating indicates a loss of those values and cannot be tolerated. An appropriate punishment for cheating incidents would be to make students aware of their misbehavior.

If no one were punished for cheating, who would ever study for an exam? Tons of papers would be lifted from websites, writing crib sheets would be more important than reviewing the subjects, and highly sophisticated cheating arts would be invented. Knowledge would only exist on the Internet and on cleverly created cheat sheets, but not in the minds of the students—a rather bad precondition to enrich our society wisely and intelligently.

- Dorothea Baerthlein, from Germany

Sebenarnya selain faktor ingin mendapatkan nilai bagus atau tekanan harus bernilai bagus (tekanan bisa datang dari siapa pun), banyak hal yang dapat menyebabkan seorang anak mencontek. Selain karena rasa integritas dan nilai moral anak yang menurun, bisa juga  karena longgarnya peraturan, tidak adanya hukuman mencontek, ketidakpedulian pengajar sehingga semua murid dianggap berkemampuan sama, atau karena ketidaktahuan murid tentang ruang lingkup mencontek. Memang semua faktor ini tidak bisa dikontrol tetapi setidaknya dapat dilakukan pencegahan untuk mengurangi ketidakjujuran akademik ini, misal:

  • Menginformasikan ruang lingkup/pengertian mencotek itu apa, mendiskusikan baik-buruknya hal itu, membiarkan murid berpikir dan membuat kesimpulan
  • Menjelaskan kerugian mencontek dan bagaimana sanksinya
  • Meminimalisasikan kesempatan mencontek, plagiat
  • Mengambil tindakan nyata apabila terdeteksi sinyal-sinyal pencontekan, atau setidaknya mewanti-wanti dengan ucapan untuk tidak mencontek. Setidaknya murid tahu bahwa anda tidak mentolerir murid-murid yang mencontek dan mereka akans egan
  • Jika mencontek telah terjadi lakukan tindakan cepat, beri hukuman sesuai aturan

Teori memang akan terlihat gampang, implementasinya bagaimana? tergantung kita yang berwenang. Saya benar-benar prihatin dengan keadaan ini. Wahai adik-adikku, imbasnya jika kalian mencontek mungkin tidak akan terasa apabila kalian masih berada dalam jenjang SD-SMA. Coba kalau kalian sudah masuk dunia perkuliahan, I*B pula, ke laut aja deh yang nyontek.

July 5, 2010 at 2:55 pm 2 comments

SO: Study Oriented!

jadwal belajar

FREAK! itu bukan kita karena kita hanyalah orang-orang yang ingin memperbaiki nasib tiga bulan ke depan. Menyadari bahwa semasa kuliah saya tidak fokus dan saya beruntung punya teman-teman yang hobinya notulensi jadi baiklah fotokopi catatan adalah salah satu alternatif pilihan utama. SOP selanjutnya adalah mengatur jadwal belajar sesuai dengan jadwal ujian. Jarkom belajar. Menginap di kostan teman untuk belajar. Habis makan belajar. Sebelum tidur belajar. Motto selama ujian adalah study oriented! Gak ada yang protes karena semua merasakan hal yang sama. Selamat menempuh ujian, baru satu, tinggal enam mata kuliah lagi! Belajar bersama sangat membantu. Tidak ada praktikum di minggu ujian pun sangat membantu.

March 17, 2010 at 11:56 am 1 comment

Ujian Terus Semangat (UTS)

Produktif sekali saya hari ini. Gilak!  udah jemur pakaian, udah nulis blog, udah baca slide ujian, udah fesbukan, udah ngartiin artikel berbahasa Inggris, udah makan tapi belom mandi, belom sikat gigi, believe me! haha Iya, bangun terus langsung ku buka laptop. Niat mau belajar buat ujian pagi-pagi sambil dengerin ceramah pagi *seperti yang biasa aku lakukan waktu mau ngadepin ujian SMA kemaren* adalah omdo belaka. Akhirnya malah tetep menomorsatukan fesbuk dan wordpress. ckckck..

Biar nambah semangat Windows Media Player aku hidupin. Dengerin lagu dengan agak kenceng! Dan aku baru nyadar ternyata isi playlist aku enak-enak semua ya lagunya. Gak jadul ternyata, kirain isinya cuma OST-OST film korea dan boy band boy band Indonesia dan Irlandia (apa coba?) wedew ternyata ada Lily Alien, Lenka, OST Mr.Bean The Movie, Milley Cyrus, Michael Bubble, etc. Setelah diliat..oh ternyata ini lagu dari teman aku Adiajeng Warastuti, aku kopi semester kemaren di dalam folder namanya “Dari Ajeng”.

Ngomong-ngomong ujian. Minggu depan di kampus sedang pekan UTS. Hal ini adalah sesuatu yang sangat besar nampaknya, kalo orang bilang UTS adalah Ujian Tidak Serius, itu adalah pengertian yang sangat menyesatkan. Karena konsekuensinya kalo gak belajar dan tidak serius ya kamu bakal mendapati masa depan kurang bahagia. Di UAS nanti, yang katanye Ujian Amat Serius, kamu bakal dikejar-kejar beban yang seabrek gara-gara harus menyeimbangkan nilai UTS yang jelek (kalo kamu menganggap UTS adalah Ujian Tidak Serius). Alih-alih mau memberi sugesti bahwa ujian itu bukan sesuatu yang besar, malah membawa pikiran semakin santai dan menganggap sepele usaha buat menghadapi UTS :)

UTS, Ujian Tengah Semester, jadi masih menganggap itu tidak serius? atau malah menganggap itu serius? whatever santai yang penting UTS ! Usaha Terus Semangat atau Ujian Terus Semangat, yang penting bukan Ujian Tidak Serius.

March 14, 2010 at 3:25 am 1 comment


Kan ku ingat

May 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Memori saya

Categories

Tranquilanzia's Flickr

Merak

Bapak

Istirahat

More Photos

mereka bilang..

Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Efek Samping Kawat Gigi
iman on Efek Samping Kawat Gigi
dicka on Efek Samping Kawat Gigi
Purwa Sari on Makna 19-08-1989
Purwa Sari on Tugas Akhir Saya
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
Purwa Sari on Progress Bermain Biola
bima007 on Tugas Akhir Saya
rahayu on Makna 19-08-1989

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.